Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Hati-Hati, Berpikir Positif Secara Berlebihan Bisa Jadi Toxic Positivity Lho

Redaksi by Redaksi
September 13, 2023 7:42 am
in Insight
Ilustrasi Toxic Positivity.

Ilustrasi Toxic Positivity. (Foto/Pinterest @Katie Couric)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kehidupan modern sering kali menuntut kita untuk tetap positif dan bersemangat dalam menghadapi segala tantangan. Namun, terlalu banyak berpikir positif juga bisa menjadi racun emosional yang disebut “toxic positivity.”

Psikolog Klinis, Veronica Adesla, menjelaskan toxic positivity merupakan istilah yang baru populer beberapa waktu terakhir. Ia merujuk pada upaya memberikan pesan yang positif secara berlebihan kepada orang lain.

READ ALSO

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Ya, memang benar. Toxic positivity adalah sikap atau tindakan berlebihan dalam menekankan aspek positif dalam segala situasi tanpa memberikan ruang bagi perasaan negatif atau masalah yang sebenarnya ada.

Baca Juga: Jangan Terlalu Berpikir Positif, Ini Dampaknya

Ini sering terjadi ketika seseorang mencoba menghibur atau memotivasi orang lain dengan mengatakan hal-hal seperti “jangan sedih berlarut-larut,” “tenang aja, semuanya akan baik-baik saja,” atau “kamu harus banyak-banyak bersyukur.” Dan lain sebagainya.

Meskipun niatnya baik, namun toxic positivity memiliki dampak negatif pada individu yang mengalaminya:

1. Menekan Emosi

Orang yang mengalami masalah atau kesulitan emosional mungkin merasa tidak didengar atau tidak dihargai saat mereka hanya diberikan pesan positif. Hal ini dapat membuat mereka menekan perasaan mereka sendiri, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental.

2. Mengabaikan Masalah Sebenarnya

Fokus yang berlebihan pada positivitas dapat menyebabkan orang mengabaikan atau menghindari masalah yang sebenarnya ada. Hal ini dapat menghambat kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau membuat perubahan yang diperlukan dalam hidup.

Baca Juga: Ternyata Terlalu Positif juga Berbahaya

Bagaimana Menghindari Toxic Positivity?

Berikut beberapa cara menghindari toxic positivity.

1. Dengarkan dengan Empati

Ketika seseorang berbicara tentang perasaannya, dengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Terkadang, seseorang hanya butuh didengar tanpa harus diberikan solusi atau pesan positif.

2. Validasi Perasaan

Penting untuk mengakui perasaan seseorang dan memberikan validasi bahwa perasaan tersebut sah. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Saya mengerti kamu sedang kesulitan, dan itu normal untuk merasa seperti itu.”

3. Berbicara dengan Jujur

Saat berbicara dengan seseorang yang mengalami masalah, jujurlah. Anda tidak perlu selalu mencoba untuk mengubah perasaan mereka menjadi positif. Terkadang, perasaan negatif juga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan.

4. Jadilah Pendukung

Jadilah pendukung dengan memberikan dukungan yang sesuai dengan situasi. Ini bisa berarti menawarkan bantuan nyata atau hanya menghabiskan waktu bersama untuk mendengarkan.

5. Hindari membanding-bandingkan masalah

Setiap orang memiliki tantangan dan masalahnya masing-masing. Apa yang kamu anggap mudah dan sulit itu tentunya berbeda dengan orang lain. Bisa saja kamu merasa hal tersebut mudah padahal bagi orang lain itu sangat sulit, begitu pun sebaliknya.

Maka dari itu, tidak adil rasanya jika kamu membandingkan masalah yang kamu alami dengan masalah orang lain. Alih-alih membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lebih baik berusaha memahami dan menghibur diri agar kondisi dan perasaanmu kembali pulih.

6. Mengurangi penggunaan media sosial

Karena media sosial dapat memicu atau memperparah toxic positivity, alangkah baiknya kamu coba kurangi penggunaannya. Kelola juga akun sosial mediamu, singkirkan orang-orang yang selalu membuat postingan kurang bermanfaat atau dapat memprovokasi emosimu.

Daripada menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial, lebih baik buatlah dirimu produktif dengan cara menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda, mengasah kemampuan, melakukan me time, atau aktivitas lain yang membuat kamu merasa bahagia.

Penulis: Rahayu SJ/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Kesehatan MentalMental HealthToxic Positivity

Related Posts

Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Casila Indonesia
Insight

Casila Indonesia, UMKM Poncokusumo yang Sukses Ekspor ke Jepang dan Singapura

Minggu, 26 Apr 2026
Next Post
Rekomendasi skatepark di Malang.

Sumbangkan Emas di Porprov Jatim 2023, Inilah Tempat Latihan Skateboard di Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.