Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Hati-Hati, Berpikir Positif Secara Berlebihan Bisa Jadi Toxic Positivity Lho

Redaksi by Redaksi
September 13, 2023 7:42 am
in Insight
Ilustrasi Toxic Positivity.

Ilustrasi Toxic Positivity. (Foto/Pinterest @Katie Couric)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kehidupan modern sering kali menuntut kita untuk tetap positif dan bersemangat dalam menghadapi segala tantangan. Namun, terlalu banyak berpikir positif juga bisa menjadi racun emosional yang disebut “toxic positivity.”

Psikolog Klinis, Veronica Adesla, menjelaskan toxic positivity merupakan istilah yang baru populer beberapa waktu terakhir. Ia merujuk pada upaya memberikan pesan yang positif secara berlebihan kepada orang lain.

READ ALSO

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Ya, memang benar. Toxic positivity adalah sikap atau tindakan berlebihan dalam menekankan aspek positif dalam segala situasi tanpa memberikan ruang bagi perasaan negatif atau masalah yang sebenarnya ada.

Baca Juga: Jangan Terlalu Berpikir Positif, Ini Dampaknya

Ini sering terjadi ketika seseorang mencoba menghibur atau memotivasi orang lain dengan mengatakan hal-hal seperti “jangan sedih berlarut-larut,” “tenang aja, semuanya akan baik-baik saja,” atau “kamu harus banyak-banyak bersyukur.” Dan lain sebagainya.

Meskipun niatnya baik, namun toxic positivity memiliki dampak negatif pada individu yang mengalaminya:

1. Menekan Emosi

Orang yang mengalami masalah atau kesulitan emosional mungkin merasa tidak didengar atau tidak dihargai saat mereka hanya diberikan pesan positif. Hal ini dapat membuat mereka menekan perasaan mereka sendiri, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental.

2. Mengabaikan Masalah Sebenarnya

Fokus yang berlebihan pada positivitas dapat menyebabkan orang mengabaikan atau menghindari masalah yang sebenarnya ada. Hal ini dapat menghambat kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau membuat perubahan yang diperlukan dalam hidup.

Baca Juga: Ternyata Terlalu Positif juga Berbahaya

Bagaimana Menghindari Toxic Positivity?

Berikut beberapa cara menghindari toxic positivity.

1. Dengarkan dengan Empati

Ketika seseorang berbicara tentang perasaannya, dengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Terkadang, seseorang hanya butuh didengar tanpa harus diberikan solusi atau pesan positif.

2. Validasi Perasaan

Penting untuk mengakui perasaan seseorang dan memberikan validasi bahwa perasaan tersebut sah. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Saya mengerti kamu sedang kesulitan, dan itu normal untuk merasa seperti itu.”

3. Berbicara dengan Jujur

Saat berbicara dengan seseorang yang mengalami masalah, jujurlah. Anda tidak perlu selalu mencoba untuk mengubah perasaan mereka menjadi positif. Terkadang, perasaan negatif juga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan.

4. Jadilah Pendukung

Jadilah pendukung dengan memberikan dukungan yang sesuai dengan situasi. Ini bisa berarti menawarkan bantuan nyata atau hanya menghabiskan waktu bersama untuk mendengarkan.

5. Hindari membanding-bandingkan masalah

Setiap orang memiliki tantangan dan masalahnya masing-masing. Apa yang kamu anggap mudah dan sulit itu tentunya berbeda dengan orang lain. Bisa saja kamu merasa hal tersebut mudah padahal bagi orang lain itu sangat sulit, begitu pun sebaliknya.

Maka dari itu, tidak adil rasanya jika kamu membandingkan masalah yang kamu alami dengan masalah orang lain. Alih-alih membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lebih baik berusaha memahami dan menghibur diri agar kondisi dan perasaanmu kembali pulih.

6. Mengurangi penggunaan media sosial

Karena media sosial dapat memicu atau memperparah toxic positivity, alangkah baiknya kamu coba kurangi penggunaannya. Kelola juga akun sosial mediamu, singkirkan orang-orang yang selalu membuat postingan kurang bermanfaat atau dapat memprovokasi emosimu.

Daripada menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial, lebih baik buatlah dirimu produktif dengan cara menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda, mengasah kemampuan, melakukan me time, atau aktivitas lain yang membuat kamu merasa bahagia.

Penulis: Rahayu SJ/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Kesehatan MentalMental HealthToxic Positivity

Related Posts

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!
Insight

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Kamis, 27 Agu 2026
Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Insight

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026
Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik
Insight

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Sabtu, 22 Agu 2026
Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye
Insight

Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye

Selasa, 18 Agu 2026
Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!
Insight

Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!

Sabtu, 15 Agu 2026
Coach Dr Fahmi - Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Insight

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Minggu, 9 Agu 2026
Next Post
Rekomendasi skatepark di Malang.

Sumbangkan Emas di Porprov Jatim 2023, Inilah Tempat Latihan Skateboard di Malang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.