Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Hati-Hati, Berpikir Positif Secara Berlebihan Bisa Jadi Toxic Positivity Lho

Redaksi by Redaksi
September 13, 2023 7:42 am
in Insight
Ilustrasi Toxic Positivity.

Ilustrasi Toxic Positivity. (Foto/Pinterest @Katie Couric)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kehidupan modern sering kali menuntut kita untuk tetap positif dan bersemangat dalam menghadapi segala tantangan. Namun, terlalu banyak berpikir positif juga bisa menjadi racun emosional yang disebut “toxic positivity.”

Psikolog Klinis, Veronica Adesla, menjelaskan toxic positivity merupakan istilah yang baru populer beberapa waktu terakhir. Ia merujuk pada upaya memberikan pesan yang positif secara berlebihan kepada orang lain.

READ ALSO

KH Abdullah Amiin, Perintis Pendidikan Islam dan Penggerak NU di Urek-Urek Gondanglegi

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Ya, memang benar. Toxic positivity adalah sikap atau tindakan berlebihan dalam menekankan aspek positif dalam segala situasi tanpa memberikan ruang bagi perasaan negatif atau masalah yang sebenarnya ada.

Baca Juga: Jangan Terlalu Berpikir Positif, Ini Dampaknya

Ini sering terjadi ketika seseorang mencoba menghibur atau memotivasi orang lain dengan mengatakan hal-hal seperti “jangan sedih berlarut-larut,” “tenang aja, semuanya akan baik-baik saja,” atau “kamu harus banyak-banyak bersyukur.” Dan lain sebagainya.

Meskipun niatnya baik, namun toxic positivity memiliki dampak negatif pada individu yang mengalaminya:

1. Menekan Emosi

Orang yang mengalami masalah atau kesulitan emosional mungkin merasa tidak didengar atau tidak dihargai saat mereka hanya diberikan pesan positif. Hal ini dapat membuat mereka menekan perasaan mereka sendiri, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental.

2. Mengabaikan Masalah Sebenarnya

Fokus yang berlebihan pada positivitas dapat menyebabkan orang mengabaikan atau menghindari masalah yang sebenarnya ada. Hal ini dapat menghambat kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau membuat perubahan yang diperlukan dalam hidup.

Baca Juga: Ternyata Terlalu Positif juga Berbahaya

Bagaimana Menghindari Toxic Positivity?

Berikut beberapa cara menghindari toxic positivity.

1. Dengarkan dengan Empati

Ketika seseorang berbicara tentang perasaannya, dengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Terkadang, seseorang hanya butuh didengar tanpa harus diberikan solusi atau pesan positif.

2. Validasi Perasaan

Penting untuk mengakui perasaan seseorang dan memberikan validasi bahwa perasaan tersebut sah. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Saya mengerti kamu sedang kesulitan, dan itu normal untuk merasa seperti itu.”

3. Berbicara dengan Jujur

Saat berbicara dengan seseorang yang mengalami masalah, jujurlah. Anda tidak perlu selalu mencoba untuk mengubah perasaan mereka menjadi positif. Terkadang, perasaan negatif juga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan.

4. Jadilah Pendukung

Jadilah pendukung dengan memberikan dukungan yang sesuai dengan situasi. Ini bisa berarti menawarkan bantuan nyata atau hanya menghabiskan waktu bersama untuk mendengarkan.

5. Hindari membanding-bandingkan masalah

Setiap orang memiliki tantangan dan masalahnya masing-masing. Apa yang kamu anggap mudah dan sulit itu tentunya berbeda dengan orang lain. Bisa saja kamu merasa hal tersebut mudah padahal bagi orang lain itu sangat sulit, begitu pun sebaliknya.

Maka dari itu, tidak adil rasanya jika kamu membandingkan masalah yang kamu alami dengan masalah orang lain. Alih-alih membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lebih baik berusaha memahami dan menghibur diri agar kondisi dan perasaanmu kembali pulih.

6. Mengurangi penggunaan media sosial

Karena media sosial dapat memicu atau memperparah toxic positivity, alangkah baiknya kamu coba kurangi penggunaannya. Kelola juga akun sosial mediamu, singkirkan orang-orang yang selalu membuat postingan kurang bermanfaat atau dapat memprovokasi emosimu.

Daripada menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial, lebih baik buatlah dirimu produktif dengan cara menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda, mengasah kemampuan, melakukan me time, atau aktivitas lain yang membuat kamu merasa bahagia.

Penulis: Rahayu SJ/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Kesehatan MentalMental HealthToxic Positivity

Related Posts

KH Abdullah Amiin. Foto: dok. keluarga
Insight

KH Abdullah Amiin, Perintis Pendidikan Islam dan Penggerak NU di Urek-Urek Gondanglegi

Rabu, 14 Okt 2026
Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Rekomendasi skatepark di Malang.

Sumbangkan Emas di Porprov Jatim 2023, Inilah Tempat Latihan Skateboard di Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.