Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Hati-Hati, Berpikir Positif Secara Berlebihan Bisa Jadi Toxic Positivity Lho

Redaksi by Redaksi
September 13, 2023 7:42 am
in Insight
Ilustrasi Toxic Positivity.

Ilustrasi Toxic Positivity. (Foto/Pinterest @Katie Couric)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kehidupan modern sering kali menuntut kita untuk tetap positif dan bersemangat dalam menghadapi segala tantangan. Namun, terlalu banyak berpikir positif juga bisa menjadi racun emosional yang disebut “toxic positivity.”

Psikolog Klinis, Veronica Adesla, menjelaskan toxic positivity merupakan istilah yang baru populer beberapa waktu terakhir. Ia merujuk pada upaya memberikan pesan yang positif secara berlebihan kepada orang lain.

READ ALSO

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Ya, memang benar. Toxic positivity adalah sikap atau tindakan berlebihan dalam menekankan aspek positif dalam segala situasi tanpa memberikan ruang bagi perasaan negatif atau masalah yang sebenarnya ada.

Baca Juga: Jangan Terlalu Berpikir Positif, Ini Dampaknya

Ini sering terjadi ketika seseorang mencoba menghibur atau memotivasi orang lain dengan mengatakan hal-hal seperti “jangan sedih berlarut-larut,” “tenang aja, semuanya akan baik-baik saja,” atau “kamu harus banyak-banyak bersyukur.” Dan lain sebagainya.

Meskipun niatnya baik, namun toxic positivity memiliki dampak negatif pada individu yang mengalaminya:

1. Menekan Emosi

Orang yang mengalami masalah atau kesulitan emosional mungkin merasa tidak didengar atau tidak dihargai saat mereka hanya diberikan pesan positif. Hal ini dapat membuat mereka menekan perasaan mereka sendiri, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental.

2. Mengabaikan Masalah Sebenarnya

Fokus yang berlebihan pada positivitas dapat menyebabkan orang mengabaikan atau menghindari masalah yang sebenarnya ada. Hal ini dapat menghambat kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau membuat perubahan yang diperlukan dalam hidup.

Baca Juga: Ternyata Terlalu Positif juga Berbahaya

Bagaimana Menghindari Toxic Positivity?

Berikut beberapa cara menghindari toxic positivity.

1. Dengarkan dengan Empati

Ketika seseorang berbicara tentang perasaannya, dengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Terkadang, seseorang hanya butuh didengar tanpa harus diberikan solusi atau pesan positif.

2. Validasi Perasaan

Penting untuk mengakui perasaan seseorang dan memberikan validasi bahwa perasaan tersebut sah. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Saya mengerti kamu sedang kesulitan, dan itu normal untuk merasa seperti itu.”

3. Berbicara dengan Jujur

Saat berbicara dengan seseorang yang mengalami masalah, jujurlah. Anda tidak perlu selalu mencoba untuk mengubah perasaan mereka menjadi positif. Terkadang, perasaan negatif juga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan.

4. Jadilah Pendukung

Jadilah pendukung dengan memberikan dukungan yang sesuai dengan situasi. Ini bisa berarti menawarkan bantuan nyata atau hanya menghabiskan waktu bersama untuk mendengarkan.

5. Hindari membanding-bandingkan masalah

Setiap orang memiliki tantangan dan masalahnya masing-masing. Apa yang kamu anggap mudah dan sulit itu tentunya berbeda dengan orang lain. Bisa saja kamu merasa hal tersebut mudah padahal bagi orang lain itu sangat sulit, begitu pun sebaliknya.

Maka dari itu, tidak adil rasanya jika kamu membandingkan masalah yang kamu alami dengan masalah orang lain. Alih-alih membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lebih baik berusaha memahami dan menghibur diri agar kondisi dan perasaanmu kembali pulih.

6. Mengurangi penggunaan media sosial

Karena media sosial dapat memicu atau memperparah toxic positivity, alangkah baiknya kamu coba kurangi penggunaannya. Kelola juga akun sosial mediamu, singkirkan orang-orang yang selalu membuat postingan kurang bermanfaat atau dapat memprovokasi emosimu.

Daripada menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial, lebih baik buatlah dirimu produktif dengan cara menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda, mengasah kemampuan, melakukan me time, atau aktivitas lain yang membuat kamu merasa bahagia.

Penulis: Rahayu SJ/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Kesehatan MentalMental HealthToxic Positivity

Related Posts

Coach Fahmi berbagi pandangan tentang kepemimpinan berkarakter sebagai fondasi bangsa yang tangguh. /Foto: Dok.
Insight

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026
Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Next Post
Rekomendasi skatepark di Malang.

Sumbangkan Emas di Porprov Jatim 2023, Inilah Tempat Latihan Skateboard di Malang

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.