Kamis, Agustus 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Redaksi by Redaksi
April 30, 2026 5:41 pm
in Insight
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – UMKM batik kerapkali dihadapkan dengan tantangan pengolaham limbah. Sisa lilin yang digunakan untuk membatik bisa mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik.

Batik Seng yang berada di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang telah menyadari risiko tersebut dan menerapkan pengolahan limbah agar bisnis mereka tetap ramah lingkungan. Mereka telah mendaur ulang limbah padat sejak lama dan akan menerapkan pengolahan limbah cair dalam waktu dekat.

READ ALSO

Kebiasaan Unik Pelatih Puluhan Ribu UMKM di Malang, Selalu Salami Peserta Sebelum Kelas Dimulai

Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri

Proses daur ulang limbah padat

Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik mengatakan, limbah padat batik yang dihasilkan dari proses produksi dikumpulkan terlebih dahulu hingga mencapai jumlah tertentu. Setelah itu, limbah tersebut diolah melalui proses pemanasan ulang dengan cara dimasukkan ke dalam air panas.

Baca Juga: Batik Kamulyan Bulukerto Angkat Elang Jawa sebagai Ikon Wastra Konservasi Kota Batu

Tahapan ini menghasilkan bahan yang dikenal sebagai malam lerop, yaitu malam hasil daur ulang. Malam lerop ini diolah dengan mencampurkan beberapa bahan tambahan seperti gondorukem, damar, sedikit minyak, dan parafin.

Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Malam lerop itu hasil malam (lilin) daur ulang yang nantinya akan ditambahkan beberapa bahan,” ujar Evi saat ditemui beberapa waktu lalu.

Komposisi bahan tersebut disesuaikan melalui resep tertentu, tergantung pada kebutuhan produksi. Batik tulis dan batik cap memiliki karakteristik berbeda, sehingga formulasi malamnya pun tidak sama.

Kualitas tetap terjaga

Salah satu kekhawatiran dalam daur ulang adalah penurunan kualitas. Namun, Evi memastikan kualitas malam hasil daur ulang tetap dapat dijaga. Kunci utamanya terletak pada komposisi resep yang digunakan.”Kualitas itu bisa diatur, tergantung resepnya,” kata Evi.

Baca Juga: Advokasi Belajar Membatik Bareng Penyandang Disabilitas: Langkah Kecil Celina dan Komunitas BBF

Ia menambahkan, perbedaan wilayah juga memengaruhi formulasi karena faktor suhu lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, setiap proses daur ulang selalu melalui tahap uji coba untuk memastikan kualitas tetap optimal.

Sebulan hasilkan 1 kuintal limbah padat

Dalam satu bulan, Batik Seng mampu memproduksi ratusan lembar kain batik. Dari proses tersebut, dihasilkan sekitar 100 kilogram limbah padat.

Limbah ini kemudian diolah dua kali dalam sebulan. Setelah melalui proses daur ulang dan penambahan bahan lain, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 150 hingga 200 kilogram malam siap pakai.

“Kami menunggu bahan-bahan terkumpul, baru kami lakukan daur ulang,” ucap Evi.

Tantangan limbah cair

Meskipun pengelolaan limbah padat telah berjalan baik, Batik Seng masih menghadapi tantangan limbah cair. Sisa air dari proses pewarnaan bisa mencemari lingkungan apabila tidak diolah terlebih dahulu.

Evi mengatakan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada saat ini sudah tidak memadai. Oleh karena itu, Batik Seng tengah membangun fasilitas IPAL baru di lokasi produksi yang akan dipindahkan ke Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupatem Malang.

“Dalam waktu dekat ini sudah mulai beroperasi,” kata Evi.

Melalui IPAL baru ini, Evi berharap produksi batik di Batik Seng bisa lebih ramah lingkungan. Ia juga berharap limbah cair yang dihasilkan dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: batik sengbatik sengguruhLimbahlimbah batik

Related Posts

Kebiasaan Unik Pelatih Puluhan Ribu UMKM di Malang, Selalu Salami Peserta Sebelum Kelas Dimulai
Insight

Kebiasaan Unik Pelatih Puluhan Ribu UMKM di Malang, Selalu Salami Peserta Sebelum Kelas Dimulai

Senin, 3 Agu 2026
Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri
Insight

Kebiasaan Kecil yang Konsisten Lebih Diandalkan Semangat Naik Turun, Coach Dr Fahmi Ungkap Alasan Pentingnya Disiplin Diri

Jumat, 31 Jul 2026
Coach Fahmi ungkap tantangan UMKM Indonesia dalam menghadapi tantangan arus digital. /Foto: Dok.
Insight

Menembus Arus Digital: Pandangan Coach Fahmi tentang Masa Depan dan Challenge Pelaku UMKM Indonesia

Rabu, 29 Jul 2026
Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis
Insight

Sisi Lain GBC Angkatan ke-74 by Coach Dr Fahmi, Pria Berusia 69 Tahun-pun Antusias Belajar Bisnis

Selasa, 21 Jul 2026
Coach1
Insight

Pelatihan GBC Coach Dr Fahmi Tuntas, Peserta Nilai Materinya Setara Pascasarjana

Minggu, 19 Jul 2026
Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi
Insight

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Jumat, 17 Jul 2026
Next Post
Acara puncak haul KH Achmad Dachlan Sanan dihadiri ratusan jemaah. Foto/Irham Thoriq

Digelar Empat Hari, Haul ke-50 KH Achmad Dachlan Sanan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kesan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.