Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Batik Kamulyan Bulukerto Angkat Elang Jawa sebagai Ikon Wastra Konservasi Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Maret 1, 2026 5:36 pm
in News
Batik Kamulyan

Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman menunjukkan motif ikonik Elang Jawa pada Batik Kamulyan khas Desa Bulukerto. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Desa Bulukerto di Kota Batu, Jawa Timur, kini memiliki kerajinan khas berupa Batik Kamulyan. Karya wastra tersebut menonjolkan motif ikonik satwa endemik langka Elang Jawa yang hidup di kawasan hutan kaki Gunung Arjuna dan berbatasan langsung dengan wilayah Desa Bulukerto.

Produk batik tulis itu diresmikan pada Sabtu (28/2/2026) oleh Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, didampingi Ibu Wakil Wali Kota Batu, Rida Heli Suyanto, jajaran OPD, Camat Bumiaji, Kepala Desa Bulukerto, akademisi dari UMM, serta BNN Kota Batu.

READ ALSO

Pastikan Profesionalisme, Sekjen Imipas Kunjungi Kantin hingga Pembinaan Batik di Lapas Malang

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Kehadiran Batik Kamulyan semakin memperkaya potensi lokal berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Batu. Motif burung yang kerap disebut sebagai “Burung Garuda” tersebut tidak hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga mengandung pesan kuat tentang konservasi satwa dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan

Motif Elang Jawa dan Komitmen Konservasi

Batik KamulyanKepala Desa Bulukerto, Suhermawan, menjelaskan bahwa pemilihan motif tersebut berangkat dari keberadaan Elang Jawa yang masih bertahan di habitat alaminya di Kota Batu. Hingga kini, BKSDA telah mengidentifikasi tiga ekor Elang Jawa yang hidup di kawasan hutan Gunung Pucung, Desa Bulukerto.

Sejak 2023, Pemerintah Desa Bulukerto berkomitmen melindungi populasi burung tersebut dengan bekerja sama dengan BKSDA. Langkah itu selaras dengan visi program Batu SAE yang menitikberatkan aspek ekologi. Pemberdayaan ekonomi melalui batik diharapkan berjalan beriringan dengan pelestarian alam.

“Elang Jawa menjadi satu-satunya spesies endemik dan langka yang masih bertahan di Kota Batu. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita untuk menjaganya,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Mawan itu menambahkan, Batik Kamulyan dikerjakan oleh tujuh ibu-ibu pembatik yang berkarya di galeri batik milik desa.

Dari sisi penamaan, Kamulyan terinspirasi dari Sumber Umbul Gemulo. Kata “Gemulo” berasal dari kata “Mulyo” yang berarti sejahtera, mulia, atau bermartabat.

“Lewat filosofi pembuatan batik ini, kami berharap masyarakat Desa Bulukerto senantiasa memperoleh kemuliaan dan kesejahteraan dalam kehidupannya. Semoga langkah kecil ini menjadi titik tolak kemajuan besar bagi desa,” imbuhnya.

Baca juga: 5 Toko Batik Terbaik di Malang: Wisata Belanja dan Warisan Budaya dalam Satu Tempat

Dorongan Naik Kelas hingga Nasional

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, menyampaikan apresiasi atas lahirnya Batik Kamulyan yang sarat kisah dan pesan lokalitas. Ia berkomitmen memperkenalkan warisan wastra tersebut lebih luas ke depannya.

Meski demikian, ia menegaskan agar eksistensi Batik Kamulyan tidak berhenti pada seremoni peresmian. Ia mendorong agar batik tersebut mampu naik kelas dan dikenal hingga tingkat nasional melalui Dekranasda.

“Saya harap nantinya motif Elang Jawa pada batik ini tidak hanya diproduksi untuk busana saja, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif lainnya,” ujarnya.

Ke depan, ia juga akan merekomendasikan kepada seluruh perangkat desa dan lembaga adat untuk mengenakan Batik Kamulyan dalam berbagai kegiatan sebagai bentuk promosi nyata.

“Jika perangkat desa memakainya, itu akan menjadi sarana promosi yang efektif. Teruslah semangat dan ciptakan inovasi baru agar batik kita bisa go international,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: batik burung elang jawabatik desa bulukertobatik kamulyanBatik kamulyan bulukertoBatik Khas Kota Batuelang jawagaruda

Related Posts

F5785b1f 3c1f 4c98 A75b 4d1910b070cf
News

Pastikan Profesionalisme, Sekjen Imipas Kunjungi Kantin hingga Pembinaan Batik di Lapas Malang

Sabtu, 18 Jul 2026
Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
Next Post
Ayatollah Ali Khamenei

Warisan Abadi: Kata Menenangkan Hati dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.