MALANG, Tugumalang.id – Griya Batik Seng yang berada di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang kebanjiran pesanan menjelang Lebaran 2026. Sejak Desember 2025 lalu, Griya Batik Seng telah menerima pesanan untuk Idulfitri 1447 H.
Penanggung Jawab Griya Batik Seng, Evi Wahyu Astutik mengatakan, pihaknya telah menerima 1.000 pesanan untuk Lebaran. Saat ini, sebanyak 200 pesanan telah selesai dikerjakan dan sisanya harus dikebut dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
“Memasuki bulan Ramadan, kami sudah tidak menerima pesanan untuk Lebaran. Kalau ada pesanan, kami baru bisa produksi setelah Lebaran,” ujar Evi saat ditemui wartawan Tugu Malang ID, belum lama ini.
Baca Juga: Bapenda Kabupaten Malang Turun ke Pabrik dan RSUD untuk Layani Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor
Evi menyebut, pesanan tersebut rata-rata berupa kain, udeng, dan selendang yang digunakan untuk souvenir. Ada juga pesanan kain yang digunakan untuk busana Lebaran keluarga. “Pesanan berasal dari dinas, lembaga swasta, maupun perseorangan,” sebut Evi.

Pesanan ini tak hanya berasal dari Kepanjen, tetapi juga dari Kota Malang dan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Meski pasar utama Batik Seng di sekitar Kabupaten Malang, namun nama UMKM ini sudah dikenal luas berkat pemasaran melalui media sosial.
Griya Batik Seng memiliki motif khas yang sudah dipatenkan seperti eceng gondok (egon) menari, egon sinaran, dan motif egon lainnya. Selain itu, Batik Seng juga kerap membuat motif yang terinspirasi kekayaan alam Malang selatan, seperti ikan dan ombak.
Baca Juga: Strategi Pemasaran Inovatif Tim PKM Polinema untuk Memperluas Pasar Relung Kerajinan Batik
Motif-motif yang natural ini rupanya digemari oleh pelanggan dan kerap dipesan. Ada juga yang meminta motif tertentu, seperti motif topeng malangan, teratai, gunungan, dan sebagainya.
“Di momen Lebaran, biasanya yang dipesan adalah motif natural yang tidak terlihat terlalu formal,” kata Evi.
Saat ini tantangan yang dihadapi oleh Griya Batik Seng adalah cuaca yang kerap hujan. Padahal, pembuatan batik membutuhkan angin dan sinar matahari.
Untuk menyiasati kendala akibat cuaca, Griya Batik Seng memproduksi batik di dalam ruangan. Akan tetapi, luas ruangan sangat terbatas sehingga jumlah batik yang diproduksi tidak bisa maksimal.
Evi mengatakan, saat cuaca cerah, Griya Batik Seng bisa menghasilkan 30-50 lembar kain batik. Namun, saat cuaca hujan, produksi menurun menjadi 20 lembar.
Ia menargetkan seluruh pesanan untuk Lebaran bisa rampung pada H-7 dan selambat-lambatnya pada H-3. Ia berharap seluruh karyawan yang berjumlah 23 orang bisa menikmati momen Lebaran mereka bersama keluarga dan pelanggan pun puas dengan pesanan mereka.
“Kami ada kesepakatan dengan seluruh karyawan, sebisa mungkin seminggu sebelum Lebaran sudah terkirim semua,” kata Evi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























