MALANG, Tugumalang.id – Dalam rangka meningkatkan pemasaran kerajinan batik, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang (Tim PKM Polinema) menggelar kegiatan pelatihan pemasaran yang lebih inovatif.
Pelaksanaan kegiatan tersebut berkolaborasi dengan UKM Batik Bambu Kenanga Turen, Kabupaten Malang selaku mitra kegiatan pengabdian.
Ketua Tim PKM Polinema, Farika Nikmah menjelaskan kegiatan PKM bertujuan memberikan solusi kepada mitra untuk melakukan pemasaran yang lebih inovatif.
Baca Juga: Polinema Tekankan Peran Penting Pendidikan Vokasi dalam Aksi Iklim di Forum Internasional
Mengingat persaingan yang semakin ketat di industri batik, selain dengan sesama pengrajin batik juga dengan perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi batik.

“UKM Batik Bambu Kenanga merupakan industri kerajinan batik yang potensial, karena memiliki variasi atau ragam produk yang banyak,” tutur Farikha Nikmah.
“Batik yang dihasilkan berbahan sintetis dan natural dari alam. Kemudian caranya juga beragam, ada cap, tulis, dan eco print. Sehingga harus dibantu pemasarannya. Bukan hanya pemasaran biasa, namun harus dikenalkan dengan cara-cara yang baru strategi menemukan pasar yang potensial,” jelasnya.
Sambutan Positif dari Mitra Kegiatan Tim PKM Polinema
Apresiasi positif diberikan pemilik UKM Batik Bambu Kenanga, Sri yang merasa kegiatan pelatihan memberikan wawasan baru dan pengalaman.
Khususnya tentang keberadaan pasar relung, yaitu pasar potensial yang memiliki karakteristik konsumen yang spesifik dan bagaimana mengelola pasar ini.
Baca Juga: Polinema Tekankan Peran Penting Pendidikan Vokasi dalam Aksi Iklim di Forum Internasional
Mitra diajak untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, tidak hanya tentang produk batik yang sudah jadi. Namun juga menjual batik dengan cara memberikan pengalaman kepada konsumen tentang bagaimana proses membuat batik.
“Saya dikenalkan dengan model pemasaran yang baru, ternyata konsumen itu kenapa tidak cinta dengan batik, karena tidak tahu proses membuat batik itu panjang dan harus telaten,” ujar Sri.
“Dengan kegiatan ini, saya jadi mengerti tentang kebutuhan konsumen, selera mereka, sehingga ke depan saya dapat mengira-ngira motif seperti apa yang dapat diterima oleh konsumen,” sambungnya.
Kegiatan PKM ini mencoba pasar spesifik, seperti dosen dan tenaga kependidikan di Polinema. Mitra juga dibekali pengalaman untuk bertemu dengan konsumen spesifik, kemudian dapat mencari pasar lain, seperti di kantor-kantor, sekolah, atau bekerja sama dengan pihak-pihak yang dapat membantu memasarkan batik ke pasar relung yang lebih luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























