MALANG, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang melakukan jemput bola ke pabrik, RSUD, dan tempat umum lainnya untuk memberi pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Pada Kamis (19/2/2026), Bapenda Kabupaten Malang membuka layanan Jemput Bola Malang Selatan (Jempol Mase) di RSUD Kanjuruhan. Sejumlah pengunjung rumah sakit memanfaatkan layanan tersebut untuk membayar kewajiban mereka.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (18/2/2026), kegiatan yang sama digelar di Kantor Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Melalui pelayanan tersebut, masyarakat bisa membayar PKB tahunan dan pengesahan STNK tahunan.
Baca Juga: Capaian Mentereng Bapenda Kota Malang, Realisasi Pajak Daerah Sentuh 99,8 Persen
Syaratnya pun mudah. Masyarakat hanya perlu membawa KTP/SIM/Paspor/KK asli serta STNK asli. Identitas di dokumen-dokumen tersebut harus sama.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, target Opsen PKB di tahun 2026 ini mencapai hampir Rp165 miliar. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp157 miliar.
Hingga Kamis (19/2/2026), realisasi Opsen PKB sudah mencapai Rp19,6 persen atau 11,9 persen dari target tahun 2026. Meski capaian ini sudah terbilang cukup baik, namun Bapenda terus mengerahkan berbagai upaya agar target benar-benar tercapai.
Baca Juga: Capaian Mentereng Bapenda Kota Malang, Realisasi Pajak Daerah Sentuh 99,8 Persen
“Kami turun ke pasar dan rumah sakit untuk jemput bola. Selain itu, kami juga sering melakukan sosialisasi serta edukasi di media sosial,” kata Made.
Di samping itu, Bapenda Kabupaten Malang juga membagikan helm serta payung gratis pada pengendara sepeda motor yang patuh administrasi PKB. Melalui pembagian ini, diharapkan masyarakat semakin tertib membayar pajak.
“Operasi gabungan tebar helm dan payung gratis ini juga merupakan aksi simpatik budaya tertib berlalu lintas serta keselamatan bermotor di jalan raya,” ujar Made.
Secara keseluruhan, target pajak daerah di tahun 2026 berada di angka Rp754,6 miliar. Besar target ini naik sebesar Rp24,4 miliar dari target tahun sebelumnya, yakni Rp730,2 miliar.
Hingga Kamis (19/2/2026), realisasi pajak daerah telah mencapai Rp83 miliar atau 11,09 persen dari target. Realisasi pajak daerah terbesar sementara ini berasal dari PBJT Tenaga Listrik, yakni sebesar Rp25,6 miliar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























