Malang, Tugumalang.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatatkan capaian kinerja gemilang sepanjang 2025. Menjelang akhir tahun, realisasi pajak daerah Kota Malang telah menyentuh 99,8 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 863 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pengelolaan pendapatan daerah, sekaligus mempertegas peran strategis pajak sebagai tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
Realisasi Pajak Daerah Hampir Capai Target Penuh
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan bahwa realisasi pajak daerah tahun 2025 hanya kurang 0,2 persen untuk mencapai target penuh.
“Realisasi sudah 99,8 persen. Tentu kami optimistis bisa tercapai 100 persen di akhir tahun 2025 nanti,” kata Handi, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tren penerimaan pajak daerah yang terus membaik dan stabil hingga penghujung tahun anggaran.
Pajak Jasa Jadi Andalan Pendapatan Kota Malang
Pajak daerah Kota Malang berasal dari berbagai sektor, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hingga Pajak Barang dan Jasa Tertentu seperti makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, parkir, serta jasa kesenian dan hiburan.
Selain itu, penerimaan juga ditopang Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Baca juga: Semarak Gebyar Sadar Pajak 2025, Bapenda Kota Malang Umumkan Undian Tiket Umrah hingga Mobil
Handi menjelaskan, sebagai wilayah perkotaan yang tidak memiliki potensi hasil bumi seperti pertambangan, Kota Malang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa sebagai penggerak utama pajak daerah.
“Pajak daerah memiliki peran yang sangat vital dan strategis untuk mendukung pembangunan Kota Malang, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pajak daerah menempati porsi sekitar 94 persen dari PAD Kota Malang dan dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan jalan dan pembenahan sarana prasarana.
Digitalisasi Pajak hingga Apresiasi Wajib Pajak
Dalam mendukung optimalisasi penerimaan, Bapenda Kota Malang terus melakukan inovasi melalui digitalisasi layanan publik. Salah satunya lewat aplikasi Persada yang memudahkan monitoring dan transaksi pajak secara real time.
Saat ini, lebih dari 1.000 unit usaha dari berbagai sektor telah terhubung dengan aplikasi Persada. Aplikasi tersebut bahkan telah direplikasi dan digunakan di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Aplikasi ini menjadi solusi untuk mempermudah transaksi pajak secara real time,” jelas Handi.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang patuh membayar pajak, Bapenda Kota Malang juga rutin menggelar Gebyar Sadar Pajak setiap tahun. Pada Gebyar Sadar Pajak 2025, Bapenda menyediakan berbagai hadiah menarik, termasuk hadiah utama satu unit mobil, lima tiket umrah, 12 unit sepeda motor, serta sejumlah hadiah lainnya.
“Ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Malang melalui kepatuhan membayar pajak,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























