TEHERAN, Tugumalang.id – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026).
Kepergian Khamenei tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi rakyat Iran, tetapi juga memantik eskalasi yang lebih tinggi di kawasan Timur Tengah pasca Amerika Serikat serang Iran.
Hingga berita ini ditulis, konflik semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel serta beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sebelum berpulang, Khamenei sempat menyampaikan pidato yang santer disebut sebagai pesan terakhir kepada keluarga dan bangsa Iran, mengandung kutipan Al-Quran untuk menenangkan hati di tengah konflik dengan Israel-AS yang semakin memanas.
Pidato dari Khamenei menjadi warisan spiritual, menekankan keteguhan iman saat menghadapi cobaan.
Ayat Al-Quran: Jangan Lemah dan Bersedih
Dalam konteks perlawanan terhadap tekanan eksternal seperti serangan militer yang dilancarkan Israel dan didukung Amerika Serikat. Khamenei sering mengutip Surat Ali Imran ayat 139 yang berbunyi:
“Janganlah kamu merasa lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamu orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman,” kata Khamenei mengutip ayat tersebut dilansir dari kantor berita Iran, IRNA.
Ayat tersebut diturunkan pasca Perang Uhud untuk membangkitkan semangat umat Islam, menjanjikan derajat tinggi bagi yang beriman meski dalam kesulitan.
Khamenei menggunakannya sebagai landasan moral bagi rakyat Iran, mengingatkan bahwa iman menjamin kemenangan spiritual.
Kesyahidan Jalan Menuju Kehormatan Abadi
Dalam pidato terakhir yang diklaim disampaikan kepada keluarga, Khamenei mengutip Al-Ahzab ayat 23 yang berbunyi:
“Di antara orang-orang yang beriman ada orang-orang yang menepati janji mereka kepada Allah. Ada sebagian di antara mereka yang telah menepati janji mereka, sebagian lagi yang masih menunggu, dan mereka tidak berubah sedikit pun,” begitu pidato Khamenei mengutip ayat ini.
Sebagai pemimpin tertinggi Iran, Khamenei menegaskan bahwa Bangsa Iran telah sepenuhnya mempelajari pelajaran Islam dan Syiah.
“Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Menekankan keteguhan seperti Imam Husain yang tak tunduk pada kezaliman,” ujarnya.
“Pesan ini menenangkan hati dengan keyakinan bahwa kesyahidan adalah jalan menuju kehormatan abadi, bukan akhir yang sia-sia.
Makna Menenangkan untuk Jiwa
Ayat-ayat ini membawa ketenangan dengan menegaskan bahwa kesulitan sementara, sedangkan pertolongan Allah dekat.
Seperti dalam pidato Khamenei yang mengutip dari As-Saff ayat 13 tentang pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Warisan ini tidak hanya menenangkan hati tetapi juga menginspirasi umat untuk tetap tegar, melihat ujian sebagai arena menuju surga.
Kata-Kata Penggugah Hati dari Ali Khamenei
Berikut ini adalah beberapa kata-kata penggugah hati dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. “Jika Anda ingin dunia, lakukanlah salat malam. Jika Anda ingin akhirat, lakukanlah salat malam. Salat Tahajjud begitu luar biasa”
2. “Ya Allah, penuhilah hati kami dengan kerinduan kepada-Mu, rasa takut kepada-Mu, keyakinan dan keimanan kepada-Mu, kemampuan membedakan dari-Mu, dan kerinduan menuju-Mu”
3. “Ya Allah, gabungkanlah kami dengan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang saleh yang tersisa”
4. “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keteguhan kepada kami, keteguhan dalam agama-Mu, kekuatan dalam beribadah kepada-Mu, pemahaman terhadap makhluk-Mu, dan dua bagian dari rahmat-Mu”
5. “Tujuan hidup adalah penghambaan, tujuan hidup adalah dekat dengan Allah dan jalan untuk mencapainya adalah berdamai dengan siapapun, yang berdamai denganmu, dan memerangi mereka yang memerangimu”
6. “Surga berada di bawah telapak kaki ibu. Maksudnya adalah surga itu berada dalam jangkauan mereka (umat Muslim). Jika engkau mencari surga, maka datanglah kepada ibumu”
7. “Agar kita tidak melupakan predikat Umat Islam, lakukanlah sesuatu agar kita menjadi sadar”
8. “Bacalah Al-Quran setiap hari, meskipun hanya setengah halaman.Karena pemuda kita di zaman ini yang penuh tantangan, tidak mungkin bisa benar-benar mengucapkan dengan makna sesungguhnya”
9. “Bersandar dan bertawakal kepada Allah SWT dan pada kekuatan ilahi”
10.“Kita harus terus-menerus mendidik diri untuk memerangi ketidaktahuan dan prasangka”
11.“Al Quran menjadi obat dari segala penyakit seperti kemalasan, bakhil (pelit), hasud, riya, berburuk sangka, dan yang lainnya”
12.“Al Quran juga menumbuhkan motivasi dalam diri kita”
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























