Kota Batu, Tugumalang.id – Libur Sekolah 2026 membawa angin segar bagi sektor pariwisata Kota Batu. Hingga data final per 15 Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan domestik mencapai 340.600 orang, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya meski kondisi ekonomi global masih melambat.
Data tersebut berasal dari laporan People Movement Insight, hasil kolaborasi Dinas Pariwisata Kota Batu dengan Telkomsel yang memanfaatkan analisis sinyal Base Transceiver Station (BTS). Laporan itu mencatat 340.600 kunjungan yang berasal dari total 337.552 trip atau perjalanan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan 2,22 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencatat sekitar 333,2 ribu kunjungan. Menurut dia, tren wisatawan juga terus membaik setelah sempat berada di titik terendah pada Februari 2026 dengan sekitar 217 ribu kunjungan.

Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 261,0 ribu pada Maret dan 268,7 ribu pada April. Tren positif berlanjut hingga Juni dengan rasio indeks mencapai 1,01 per trip.
“Ini jadi tren yang cukup baik di tengah kondisi ekonomi global yang melesu hari ini,” ujar Onny, Kamis (15/7/2026).
Sebagian besar wisatawan yang datang ke Kota Batu berasal dari wilayah Surabaya dan Malang Raya. Kota Surabaya menjadi daerah asal terbanyak dengan 55.904 wisatawan.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Malang dengan 46.605 wisatawan, disusul Kota Malang sebanyak 37.960 wisatawan. Selain itu, wisatawan juga banyak datang dari Sidoarjo dan Gresik.
Baca juga: Getok Parkir hingga Karcis Bekas, Aksi Jukir Problematik Kembali Coreng Wisata Kota Batu
Oro-oro Ombo Masih Jadi Magnet Wisata
Berdasarkan lokasi tujuan, kawasan Oro-oro Ombo menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi dengan total 64.647 kunjungan.
Di bawahnya terdapat kawasan Songgoriti yang mencatat 44.691 kunjungan, kemudian Desa Tulungrejo sebanyak 24.807 kunjungan, Alun-alun Batu 14.541 kunjungan, dan Kawasan Sumberbrantas 12.016 kunjungan.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kota Batu masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan. Sebab, mayoritas pengunjung masih datang dalam kategori day tripper.
Sebanyak 81,68 persen wisatawan menghabiskan waktu kurang dari atau sama dengan satu hari di Kota Batu. Sementara wisatawan yang menginap selama 1–2 hari tercatat sebesar 12,55 persen.
Onny berharap tren kunjungan tetap meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Pemkot Batu menargetkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini bisa melampaui 10 juta orang.
“Kami akan terus mencari cara agar kunjungan wisata bida terus mencapai target,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko
























