Jumat, Juni 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2026 1:02 pm
in Insight
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)

Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Heri Cahyono alias Sam HC menantang diri untuk menaklukkan perjalanan panjang mengelilingi dunia melintasi 14 negara dengan jarak ribuan kilometer dengan mengendarai sepeda motor. Tekat bulat mental kuat menjadi bekal utamanya. Perjalanan petualangan ini akan dimulai dari Malang pada 2 Mei 2026.

Perjalanan ini bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan sebuah tantangan untuk menguji batas fisik dan mental. Sebab diperkirakan, petualangan bertajuk Jelajah Bumi itu akan menghabiskan waktu sekitar 4-6 bulan. Sam HC akan mengelilingi dunia berdua bersama temannya dari Semarang.

READ ALSO

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Baca Juga: Nyoblos di TPS, Sam HC Optimis Raih 37,5 Persen Suara di Pilkada Kota Malang

Sam HC telah merancang rute darat dari Indonesia melintasi Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Uzbekistan, Iran, Pakistan dan kemungkinan Irak dan Afghanistan. Opsi jalur tambahan seperti Armenia, Azerbaijan, atau bahkan Arab Saudi juga masuk dalam pertimbang.

“Yang kami rencanakan ada 14 negara, tapi di lapangan bisa saja berubah,” kata Sam HC.

Diantara semua negara itu, China menjadi tantangan terbesar. Sebab hanya untuk menyeberangi China mengendarai motor, butuh waktu sebulan. Tak hanya itu, China juga memiliki aturan ketat bagi kendaraan darat asing yang hendak sekeradar melintas.

“Untuk masuk China, administrasinya ketat sekali. Harus ada izin, jadwal perjalanan jelas, bahkan sampai persetujuan otoritas setempat,” jelasnya.

Meski begitu, Sam HC mengaku telah mempersiapkan semua dokumen administrasi untuk melintasi setiap negara tujuan itu. Tantangan terbesar justru datang dari kondisi fisik Sam HC. Cidera kakinya saat ini belum pulih sepenuhnya akibat kecelakaan dua bulan lalu.

“Saya masih belum bisa lari, baru jalan aja. Tapi ya sudah, penyembuhannya sekalian di perjalanan,” katanya ringan.

Baca Juga: Junjung Nilai Toleransi, Para Pendeta Kristen di Kota Malang Beri Dukungan ke Sam HC-Ganis

Di sisi lain, ia percaya mentalnya telah teruji oleh berbagai pengalaman sebelumnya. Tekatnya juga sudah bulat. Ia akan berangkat dengan membawa hastag guyonan “Jangan Bilang Mamaku”.

Kecintaan Sam HC pada petualangan bukan hal baru. Sejak muda, ia sudah akrab dengan medan ekstrem seperti gunung, hutan hingga jalur panjang. Bahkan, ia pernah menjajal trek hutan di Indonesia selama 16 hari tanpa jeda.

Tahun 2017 lalu, ia juga sudah menjelajah Amerika hingga Kanada dan Meksiko dengan rute sepanjang 5 ribu kilometer. Lalu berlanjut ke Eropa melintasi Bosnia, Montenegro, Slovakia, hingga Italia dengan jarak tempuh 5 ribu kilometer.

Perjalanan paling membuat mentalnya terbentuk justru saat ia tersesat di Himalaya. Saat itu, ia terlalu percaya diri dan mendahului rombongan hingga memasuki hutan belantara. Namun ternyata jalur yang ia lalui salah. Tak ada sinyal, GPS hilang, tak rau peta, bekal makanan habis.

Perjalanan berjam jam tak menemukan ujung hingga larut malam datang. Fisiknya mulai menggigil, demam, tumbang dan pingsan. Sekitar pukul 23.00 ia bangkit dan menentukan arah perjalanan dengan berbekal “Bismillah”.

“Akhirnya saya menemukan permukiman warga Mongolia. Dalam kondisi fisik yang sangat lemah, saya dibantu mereka meski tak tau bahasanya,” ungkapnya.

Dari Himalaya ia belajar bahwa setiap perjalan harus punya persiapan dan pertimbangan yang matang. Lalu keyakinan harus kuat dalam memilih arah perjalanan apapun.

Sam HC yang berlatar belakang pengusaha juga memiliki filosofi bahwa seorang pengusaha harus mampu melihat cahaya dalam gelap. Ia menyebut hal ini ternyata bisa diterapkan di semua tempat.

“Pengusaha itu harus bisa melihat cahaya dalam gelap. Artinya dalam kondisi sulit tetap menemukan peluang. Ini ternyata bisa dipakai di manapun, termasuk dunia petualangan,” katanya.

Baginya perjalanan panjang ini bukan hanya tentang menembus batas geografis, tetapi juga menembus batas fisik dan mental. Dari Malang, dengan motor dan tekadnya, Sam HC memulai perjalanan yang mungkin tak semua orang berani jalani.

“Ini sebuah ekspedisi yang bukan hanya melintasi negara, tapi juga menggali makna tentang keberanian, ketahanan dan keyakinan pada diri sendiri. Saya ingin petualangan ini jadi sejarah pribadi,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Sam HC

Related Posts

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Next Post
2 iPhone yang menjadi pilihan untuk budget terbatas di tahun 2026 (Foto: YouTube @gadgetin)

2 Rekomendasi iPhone Turun Harga yang Masih Layak Pinang di 2026 ala David Gadgetin

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Tukar Uang THR Lebaran? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.