Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Ternyata Terlalu Positif juga Berbahaya

Redaksi by Redaksi
November 2, 2021 9:08 am
in Catatan
Ilustrasi hidup damai tanpa berpikir berlebihan./tugu jatim

Ilustrasi hidup damai tanpa berpikir berlebihan. (Foto: Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Muhmmad Afif Aminudien*
Tugumalang.id– kamu pernah dengar istilah Toxic Positivity? Istilah ini adalah sisi gelap dari positif yang biasa kita kenal. “Kamu bersyukur dong sama apa yang sudah kamu punya”, “seenggaknya kamu nggak pernah ngalamin blabla”, “yaudah sabar aja”. Beberapa ungkapan ini adalah beberapa contoh toxic positivity.

Situasi Toxic Positivity biasanya berupa perilaku pasif agresif yang diharapkan terlihat sebagai wujud kepedulian namun ternyata justru akan berbalik memberikan tekanan mental kepadamu. Menurut Study Psychologycal Science (2019), anjuran untuk berpikir positif justru bakal memperburuk keadaan seseorang yang sudah menilai dirinya begitu rendah.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Bagi sebagian orang ucapan seperti jangan menyerah, hidup kamu lebih beruntung, bersyukur aja deh, coba kamu lihat dari sisi positifnya. Saran-saran tersebut bisa saja cukup ampuh dalam mematahkan perasaan buruk mereka. Namun, bagi sebagian orang hal ini justru membuat mereka makin merasa kecil diri, alih-alih dinilai sebagai sikap meremehkan bahkan bisa menjadi pemicu gangguan psikis.

Kita cenderung mengabaikan perasaan sesungguhnya. Seolah-olah perasaan negatif yang dialami dan ingin ikut diungkapkan itu tidak penting. Tidak semua orang butuh disemangati saat berhadapan dengan perasaan negatif, kata-kata yang diberikan di sekelilingnya bisa jadi bukan itu yang sedang dibutuhkan. Lalu apa alternatifnya ?

Menurut dr. Jiemy, seorang residen psikiatri di RS Muwardi Solo, kita bukan semerta-merta merespon dengan nasihat ketika berhadapan dengan orang yang terkena masalah. Merespon secara empati dengan mendengarkan terlebih dahulu orang yang mau berkeluh-kesah tanpa sikap menghakimi. Atau, memberikan kesempatan untuk mengekspresikan setiap emosi sampai mereda merupakan alternatif efektif yang bisa dilakukan.

Contohnya, bisa dengan mendengarkan cerita orang tersebut terlebih dahulu jangan terburu-buru menasehati, atau dengan menanyakan tentang hal yang membuatnya menyerah, gelisah atau bahkan tertekan.

Jadi, kadang hidup itu ada masanya naik dan turun. Kehidupan yang akan kita lalui. Kita tidak bisa selalu terlihat bahagia untuk memvalidasi orang lain bahwa hidup kita selalu bahagia.

Boleh kita merasa sedih, marah, kecewa atau tidak semangat. Menerima perasaan negatif dan positif sebagaimana mereka hadir. Beri jeda untuk dirimu sejenak, lalu cari solusi yang tepat untuk menghadapi perasaanmu. SAY NO TO POSITIVE VIBES ONLY

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi

Editor: Herlianto. A

Tags: Bahaya Terlalu PositifpsikologiToxic Positivy

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi pentingnya pengetahuan untuk menyampaikan pendapat./tugu malang

Susah Menyampaikan Pendapat? Lakukan 4 Cara Komunikasi Asertif

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.