Sabtu, Agustus 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Redaksi by Redaksi
Mei 12, 2026 6:00 am
in Catatan
Prophetic Intelligence

Muhammad Anas Muttaqin

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Muhammad Anas Muttaqin*

FENOMENA di tengah percepatan perubahan zaman, lanskap politik hari ini tidak lagi cukup ditopang oleh kekuatan struktural dan mobilisasi konvensional semata. Kita telah memasuki era di mana data, persepsi publik, serta kemampuan membaca arah perubahan menjadi faktor penentu.

READ ALSO

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Dalam konteks inilah, konsep Prophetic Intelligence menemukan relevansi melalui sebuah pendekatan yang mengintegrasikan kecerdasan strategis dengan nilai-nilai kenabian seperti kejujuran (shiddiq), kepercayaan (amanah), kecerdasan (fathonah), dan kemampuan menyampaikan kebenaran (tabligh).
Bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), gagasan ini sejatinya bukan hal baru.

Sejak awal berdiri, partai ini telah dibangun di atas fondasi spiritual oleh para kiai dan intelektual Nahdlatul Ulama, termasuk tokoh visioner seperti Abdurrahman Wahid. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam mabda’ siyasi sebagai nilai dasar pedoman politik Partai Kebangkitan Bangsa yang menekankan kemanusiaan, keadilan, serta keberpihakan kepada kelompok rentan.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, berulang kali menegaskan bahwa politik masa depan harus berorientasi pada solusi nyata, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Pandangan ini menegaskan bahwa arah politik PKB selaras dengan semangat Prophetic Intelligence: menggabungkan nilai moral dengan ketajaman strategi.

Hal serupa juga ditekankan oleh Sekretaris Jenderal PKB, Hasanuddin Wahid, yang melihat pentingnya kemampuan membaca aspirasi generasi baru dan menerjemahkannya ke dalam gerakan politik yang konkret.

Pada titik temu inilah, kami para kader muda PKB sedang merajut sebuah narasi besar yang kami sebut sebagai “Arsitektur Pengabdian”. Bagi kami, politik bukan lagi sekadar instrumen kekuasaan, melainkan sebuah jalan panjang pengabdian yang digerakkan oleh Prophetic Intelligence sebagai sebuah frekuensi yang memadukan ketajaman rasional dengan kedalaman rohani.

Prophetic Intelligence sebagai Kerangka Berpikir

Prophetic Intelligence dapat dipahami sebagai kemampuan membaca realitas sosial-politik secara tajam tanpa kehilangan pijakan pada nilai ilahiah. Dalam perspektif Islam, kecerdasan ini bukan hanya rasional, tetapi juga reflektif serta mampu mengambil hikmah dari peristiwa, mengenali pola, dan memproyeksikan masa depan.

Prophetic intelligence (kecerdasan kenabian) menurut Hamdani Bakran Adz-Dzakiey adalah kemampuan manusia untuk berinteraksi, beradaptasi, dan memahami hikmah kehidupan dunia-akhirat, serta lahir-batin, dengan bimbingan Allah SWT melalui nurani.

Baca juga: Merawat Adab dalam Pendidikan: Refleksi Hari Pendidikan Nasional

Konsep ini didasarkan pada tauhid, tasawuf, dan filsafat Islam, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai role model tertinggi yang melampaui kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual konvensional.

Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama dalam hal ini, seorang pemimpin yang tidak hanya membawa risalah, tetapi juga memiliki kecerdasan strategis dalam membaca situasi, membangun aliansi, dan mengelola konflik. Kecerdasan yang dimaksud bukan sekadar intelektual, melainkan mencakup dimensi spiritual, sosial, dan emosional secara utuh.

Tantangan PKB di Era Gen Z

Generasi Z hadir sebagai kelompok yang kritis, independen, dan terbiasa dengan ekosistem digital. Mereka tidak mudah menerima narasi politik yang kaku atau elitis. Yang mereka cari adalah keotentikan, relevansi, dan makna.

Di sinilah tantangan sekaligus peluang bagi PKB. Ketika nilai-nilai mabda’ siyasi mampu diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan Gen Z yakni bahasa yang autentik, inklusif, dan berbasis aksi. Maka PKB tidak hanya akan tetap relevan, tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan utama di masa depan.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Ali Shariati yang menempatkan agama bukan sekadar ritual, melainkan sebagai kekuatan transformasi sosial. Namun, transformasi tersebut menuntut pendekatan baru yang lebih dialogis, partisipatif, dan berbasis realitas.

Strategi Prophetic Intelligence untuk Menjangkau Gen Z

Pertama, penting bagi PKB untuk membangun narasi profetik dalam ruang digital. Nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah perlu dikemas dalam konten kreatif yang relevan dengan isu-isu aktual seperti lingkungan, kesehatan mental, kesetaraan, dan keadilan sosial.

Kedua, penguatan ekosistem kader yang berbasis intelektual dan spiritual menjadi kunci. Generasi muda tidak tertarik pada politik transaksional, mereka mencari gerakan yang memiliki integritas, visi, dan makna.

Ketiga, penguatan intelijen sosial-politik berbasis komunitas harus dilakukan. Jaringan pesantren dan Nahdlatul Ulama merupakan kekuatan besar yang perlu dipadukan dengan pendekatan modern seperti analisis data dan respons cepat terhadap isu publik.

Relevansi dengan Mabda’ Siyasi PKB

Mabda’ siyasi PKB sejatinya bukan sekadar dokumen normatif, melainkan nilai hidup yang harus diimplementasikan. Prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) sangat relevan di tengah polarisasi politik saat ini.

Baca juga: Hari Pendidikan Nasional: Momentum Refleksi untuk Pendidikan yang Berkeadilan

Dalam perspektif Prophetic Intelligence, prinsip-prinsip tersebut tidak hanya bernilai moral, tetapi juga strategis. Moderasi, misalnya, bukan sekadar sikap, tetapi kemampuan merangkul berbagai kelompok tanpa kehilangan prinsip adalah sebuah kecerdasan sosial yang krusial di era fragmentasi ini.

Menuju Politik yang Mencerahkan

PKB memiliki modal besar berupa tradisi keilmuan, jaringan sosial, dan legitimasi moral. Namun tanpa inovasi dan kemampuan membaca zaman, potensi tersebut dapat menjadi stagnan. Prophetic Intelligence menawarkan jalan tengah dengan menggabungkan kedalaman spiritual dengan ketajaman strategi.

Seperti pesan Abdurrahman Wahid, bahwa kebaikan universal melampaui identitas, gagasan ini bukan hanya refleksi toleransi, tetapi juga strategi politik yang inklusif dan visioner. Jika semangat ini benar-benar diinternalisasi, maka bukan hanya Gen Z yang akan terhubung, tetapi juga masa depan Indonesia yang lebih adil, humanis, dan berkeadaban dapat terwujud.

Oleh karena itu, Bekal dasar yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah prophetic Intelligence agar melahirkan pemimpin yang transformatif sehingga membawa dampak yang visioner dalam kemajuan partai masa depan bangsa.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Ketua Komisi C DPRD Kota Malang / Wakil Ketua DPC PKB Kota Malang

redaktur: jatmiko

Tags: generasi zHasanuddin wahidMabda Siyasi PKBMuhaimin IskandarNahdlatul UlamapkbPolitik IslamProphetic Intelligence

Related Posts

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Jumat, 14 Agu 2026
Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita
Catatan

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

Senin, 10 Agu 2026
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang
Catatan

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
florist di malang

5 Florist di Malang yang Cocok untuk Bouquet Wisuda hingga Wedding

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.