Selasa, September 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Redaksi by Redaksi
Agustus 14, 2026 12:37 pm
in Ruang Cendekia
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Mastur Sonsaka*

Ada sesuatu yang menarik sekaligus menggelitik ketika kita menempatkan tiga peristiwa yang terpisah jauh oleh waktu di atas peta yang sama: Sungai Tambakberas. Di sana, pada 1295, darah kesatria Majapahit mengalir. Di sana pula, dua abad lalu, sebuah pesantren sederhana tumbuh dari hutan. Dan di sana, pada Agustus 2026, organisasi Islam terbesar di Indonesia akan menentukan nasibnya sendiri.

READ ALSO

Surat Imajiner Buat Gus Kikin

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Pertempuran Tambakberas bukan sekadar catatan sejarah lokal. Ia adalah cermin paling awal dari kerapuhan politik internal sebuah kekuatan besar. Ranggalawe memberontak bukan karena ia ingin menghancurkan Majapahit, melainkan karena merasa diabaikan dalam pembagian kekuasaan. Intrik, kecurigaan, dan pembunuhan antar-kerabat sendiri menjadi harga yang harus dibayar.

Majapahit menang secara militer, namun kehilangan sebagian legitimasi moral dan wilayah. Pelajaran yang seharusnya tidak dilupakan: konflik internal yang tidak dikelola dengan adil dan bijak selalu meninggalkan luka yang lebih dalam daripada musuh dari luar.

Baca juga: Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Enam abad kemudian, di tanah yang sama, KH Abdussalam membuka padepokan. Dari tempat penjemuran beras milik keluarga Kiai Hasbullah, lahir nama Tambakberas. Dari sana pula lahir KH Abdul Wahab Hasbullah-tokoh yang tidak hanya mendirikan pesantren, tetapi turut merancang Nahdlatul Ulama.

Ironis sekaligus indah: tempat yang pernah menjadi arena perebutan kekuasaan duniawi berubah menjadi pusat pembentukan kekuatan moral dan intelektual. Mbah Wahab tidak memilih jalan konfrontasi berdarah. Ia memilih organisasi, pendidikan, dan ukhuwah. Itu adalah jawaban sejarah atas trauma politik masa lalu.

Kini, ketika PBNU menetapkan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35, keputusan itu tidak bisa dibaca sekadar sebagai pilihan teknis atau nostalgik. Ia mengandung pesan politik yang sangat kuat. Di tengah dinamika internal yang sempat membuat banyak pihak khawatir akan fragmentasi, NU seolah dipanggil pulang ke rumahnya sendiri.

Bukan ke hotel berbintang atau gedung konvensi modern, melainkan ke pesantren yang di dalamnya masih terasa napas para muassis.

Pertanyaannya: apakah NU mampu membaca simbolisme ini dengan sungguh-sungguh?

Jika Muktamar di Tambakberas hanya menjadi ajang penghitungan suara dan konsolidasi kubu, maka sejarah hanya akan berulang dalam bentuk yang lebih halus. Konflik Ranggalawe dan Mahisa Anabrang akan kembali dalam versi modern: saling curiga, saling mengklaim legitimasi, saling menyingkirkan.

Namun, jika forum tertinggi itu mampu menjadikan tempat tersebut sebagai ruang penyembuhan-bukan sekadar tempat pemungutan suara-maka Tambakberas akan menulis babak baru. Bukan lagi sebagai saksi pertumpahan darah atau sekadar tempat lahirnya organisasi, melainkan sebagai titik balik di mana NU membuktikan bahwa ia mampu mengelola perbedaan tanpa mengorbankan persatuan.

Baca juga: Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi untuk NU yang Lebih Baik

Sejarah tidak pernah netral. Ia selalu menawarkan pilihan. Di tepi sungai yang sama, dulu orang saling bunuh demi jabatan. Nanti, di tanah yang sama, orang-orang yang mengaku pewaris Mbah Wahab akan memutuskan: apakah mereka ingin mengulangi pola lama atau menulis cerita yang berbeda.

Pilihan itu ada di tangan mereka yang akan duduk di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said bulan Agustus nanti. Dan sejarah, seperti biasa, akan mencatat dengan teliti.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Muhibbin NU dan calon rombongan lillah Muktamar 35

editor: jatmiko

Tags: KH Wahab HasbullahMuktamar NUNahdlatul UlamaRanggalaweTambakberas

Related Posts

Surat Imajiner Buat Gus Kikin
Ruang Cendekia

Surat Imajiner Buat Gus Kikin

Selasa, 15 Sep 2026
Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial
Ruang Cendekia

Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Senin, 14 Sep 2026
Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional
Ruang Cendekia

Membaca Pesantren dari Akar Jawa: Mengurai Dikotomi Kelembagaan Tradisional

Minggu, 13 Sep 2026
Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak
Ruang Cendekia

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Sabtu, 12 Sep 2026
Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan
Ruang Cendekia

Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan

Jumat, 11 Sep 2026
Munir dan Jawaban “Gustiallah” di Lesehan Melawai
Ruang Cendekia

Munir dan Jawaban “Gustiallah” di Lesehan Melawai

Senin, 7 Sep 2026
Next Post
Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

Unikama Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Talkshow Karir

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Bunuh Diri, Mahasiswa Kedokteran UB Lompat dari Lantai 6

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.