Minggu, Agustus 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi untuk NU yang Lebih Baik

Irham Thoriq by Irham Thoriq
Agustus 2, 2026 2:22 pm
in News
Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi untuk NU yang Lebih Baik

Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin foto bersama usai acara, sabtu malam (1/8/2026). Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Sejumlah kelompok yang tergabung dalam Jaringan Nahdliyin Muda (JNM) kembali menggelar pertemuan menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Pertemuan itu menghasilkan petisi berisi lima poin rekomendasi untuk kemajuan NU.

Pertemuan bertajuk Muktamar Rakyat An Nahdliyin tersebut digelar Sabtu malam (1/8/2026) di Pesantren Rakyat, Sumberpucung, Kabupaten Malang. Kegiatan itu merupakan kali kedua dalam rangkaian ‘Jagongan Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35′, setelah sebelumnya diselenggarakan di Bahrul Ulum Al Hamid pada 9 Juli lalu.

READ ALSO

Sidak Stadion Kanjuruhan, Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Temukan Puluhan Kerusakan

Catat! Jadwal Karnaval Malang Raya Awal Agustus 2026

Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi Untuk Nu Yang Lebih Baik 18
Suasana muktamar rakyat di pesantren rakyat.

Ada yang menarik dalam pertemuan itu. Seluruh peserta yang berjumlah sekitar 150 orang membubuhkan tanda tangan pada petisi hasil Muktamar Rakyat An Nahdliyin. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai ulama, kiai muda, petani, modin, wartawan, konten kreator, guru, hingga unsur masyarakat lainnya.

Dalam pertemuan itu, seluruh peserta juga menandatangani petisi yang memuat lima poin, yakni:

  1. Seyogyanya NU kembali bersemangat pada pemberdayaan melalui masjid dan musala. Diharapkan seluruh santri dan intelektual NU kembali ke masjid dan musala.
  2. Menjadikan pesantren sebagai basis pemberdayaan dan kemaslahatan umat sebagaimana mestinya.
  3. Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa sehingga revitalisasi di bidang pendidikan, baik formal maupun informal, perlu ditingkatkan.
  4. NU harus menerapkan gerakan filantropi yang berkelanjutan.
  5. Momentum Muktamar NU ke-35 menjadi waktu yang tepat untuk kembali ke jati diri melalui revolusi ruhani.

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kita membuat petisi untuk NU yang semakin lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” kata KH Abdullah Sam, tuan rumah kegiatan tersebut.

Baca juga: Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Kiai Sableng Beri Kritik Sosial Melalui Permainan Wayang

Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi Untuk Nu Yang Lebih Baik 35
Suasana acara muktamar rakyat an nahdliyin di pesantren rakyat, sumberpucung, kabupaten malang. Foto: dok.

Dalam acara yang berlangsung sekitar tiga jam itu, KH Abdullah Sam menyampaikan gagasannya dengan cara yang unik. Dia memainkan wayang dengan dialog antara Bagong dan Petruk.

Melalui pertunjukan tersebut, dia menyampaikan berbagai kritik sosial, khususnya terkait kehidupan warga NU.

Salah satunya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, warga kultural NU sejatinya sudah lama menjalankan semangat berbagi melalui tradisi slametan orang meninggal, brokohan, manaqiban, dan kegiatan sosial lainnya.

“Karena kita sudah banyak melakukan itu dengan adanya slametan orang wafat, brokohan, manaqib-an dan lain sebagainya,” katanya.

Melalui tokoh Bagong, KH Abdullah Sam juga menilai warga NU tidak perlu diajari soal pemberdayaan karena budaya gotong royong sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

“Karena kita sudah terbiasa saling tolong-menolong dan kerja bakti,” katanya.

Sementara melalui tokoh Petruk, dia mengajak para alumni pesantren, santri, dan tokoh NU kembali memakmurkan musala dan masjid.

“Ramaikan masjid dengan mengajar mengaji, kalau perlu tidak masalah kalau harus membersihkan WC masjid,” pungkasnya.

Baca juga: Sosok Mas Imam Aziz:  Pemikir yang Ngaktivis, Kyai yang Merakyat

Gus Atok: Ada Lima Hal yang Menjadi Daya Ungkit NU

Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid KH Athok Lukman Hakim menyampaikan bahwa NU memerlukan daya ungkit agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di dunia, dengan jumlah jamaah mencapai 140–160 juta berdasarkan hasil survei, daya ungkit pertama adalah musala dan masjid.

“Keduanya bisa menghubungkan kita pada Allah, pada Nabi, juga pada gerakan wakaf yang seharusnya bisa efektif memberdayakan umat,” katanya.

Daya ungkit berikutnya adalah pesantren, pendidikan, filantropi atau wakaf produktif, serta revolusi ruhani.

“Dan yang terakhir saya menyebutnya revolusi ruhani, jadi bagaimana yang semua kita lakukan, yang semua dilakukan pengurus NU, semata untuk khidmah dan untuk Allah, tidak untuk yang lain misal untuk ambisi politik dan lain sebagainya,” katanya.

“Jika revolusi ruhani dilakukan, maka ulama bisa menjalankan perannya sebagai pembimbing ruhani umat dan pengingat bagi kekuasaan,” pungkasnya.

Keluhan Pak Modin

Hadir dalam kegiatan ini salah seorang modin atau petugas keagamaan dari Lowokwaru, Kota Malang yakni Sulis. Dalam kegiatan itu, dia menyampaikan unek-uneknya agar modin diperhatikan intensifnya.

“Di kota itu, ada anggapan kalau mudin itu gak ada gak masalah, itu kan berbahaya, jadi aspirasi saya itu,” pungkasnya.

NU Harus Punya Perbankan untuk Kaum Dhuafa

Ratusan Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin Sepakati Petisi Untuk Nu Yang Lebih Baik 52
KH Abdullah Sam (kanan) dan KH Athok Lukman Hakim (kiri) menunjukan hasil petisi peserta Muktamar Rakyat. Foto: dok.

CEO Tugu Media Group Irham Thoriq mengawali penyampaiannya dengan mengenang Pesantren Rakyat yang pertama kali dia kunjungi pada 2008.

“Dua tahun lagi sudah 20 tahun. Dulu Pesantren Rakyat ada di kontrakan kecil. Jadi, siapa pun yang mengingat ketika awal dia berdiri serta apa niat baiknya, maka akan baik-baik semua. Kalau NU mengingat apa niat dia didirikan, maka akan baik-baik saja semuanya,” katanya.

Thoriq kemudian mengemukakan gagasan agar pemberdayaan ekonomi di lingkungan NU dilakukan secara lebih terstruktur melalui pembentukan bank bagi kaum dhuafa.

Menurut dia, konsep tersebut dapat mencontoh model yang dijalankan Muhammad Yunus di Bangladesh, yakni memberikan pinjaman tanpa agunan kepada masyarakat kecil.

“Kan banyak penjual gorengan, UMKM yang kecil banget, dan semuanya tidak punya agunan. Misal NU memberi pinjaman tanpa bunga bagi mereka, akan sangat membantu. Bukan tak mungkin orang yang dibantu modal Rp 5 juta, misalnya, lima sampai sepuluh tahun lagi bisa mempekerjakan banyak orang. Maka di situ ekonomi berputar,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu antara lain Kholiq S.Pd, H Zaenuddin, Abdurrohman Al Mubarok, Lintar Bayu, Muhammad Mahrus, Yasin Arief, Gus Arif Billah, Alaudin Alex, serta sejumlah tokoh lainnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

Tags: Jaringan Nahdliyin Mudakabupaten malangkh abdullah samKH Athok Lukman HakimMuktamar NU 2026Muktamar Rakyat An NahdliyinNahdlatul UlamaPesantren Rakyat

Related Posts

DPRD Kabupaten Malang - Sidak Stadion Kanjuruhan, Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Temukan Puluhan Kerusakan
News

Sidak Stadion Kanjuruhan, Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Temukan Puluhan Kerusakan

Minggu, 2 Agu 2026
Jadwal karnaval malang raya - Catat! Jadwal Karnaval Malang Raya Awal Agustus 2026
News

Catat! Jadwal Karnaval Malang Raya Awal Agustus 2026

Minggu, 2 Agu 2026
Tumbang1
News

Pohon Tumbang Tutup Jalan di Pakisaji, Sembilan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Minggu, 2 Agu 2026
Geger Video Asusila di Tepi Sungai Brantas, Polres Malang Lakukan Penyelidikan
News

Geger Video Asusila di Tepi Sungai Brantas, Polres Malang Lakukan Penyelidikan

Sabtu, 1 Agu 2026
323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Bantur
News

323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Bantur

Sabtu, 1 Agu 2026
Pertamax Turun! Update Harga BBM Terbaru per 1 Agustus 2026
News

Pertamax Turun! Update Harga BBM Terbaru per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agu 2026
Next Post
DPRD Kabupaten Malang - Sidak Stadion Kanjuruhan, Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Temukan Puluhan Kerusakan

Sidak Stadion Kanjuruhan, Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Temukan Puluhan Kerusakan

BERITA POPULER

  • 5 Tempat Piknik di Malang yang Sejuk dan Tenang untuk Liburan Bersama Keluarga

    5 Tempat Piknik di Malang yang Sejuk dan Tenang untuk Liburan Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.