Kota Batu, Tugumalang.id – Destinasi baru Museum Mega Science Center & Budaya milik Jatim Park Group resmi dibuka pada Rabu (16/9/2026). Pembukaan itu turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menilai eduwisata tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan.
Khofifah menilai kehadiran destinasi baru dari Jatim Park ini membawa angin segar bagi perkembangan dunia pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics) hingga Artificial Intelligence (AI).
Museum seluas tiga hektare ini memadukan konsep sains, teknologi, seni, sejarah, dan budaya dalam satu tempat. Hingga kini, museum tersebut sudah mengoleksi 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya. Koleksinya akan terus bertambah.
Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pejabat penting. Selain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hadir Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Sri Susuhunan Pakubuwana XIV (Hangabehi), serta jajaran kepala dinas pendidikan se-Jawa Timur.
Baca juga: Wali Kota Batu Nurochman Tinjau Museum Mega Science Center dan Budaya Jatim Park
Khofifah meyakini eduwisata dengan perpaduan sains dan teknologi modern dan interaktif ini akan membuat proses belajar anak-anak menyenangkan.

“Saya sering berkunjung ke museum, termasuk Petrosains di Kuala Lumpur. Sekarang di Jawa Timur sudah ada. Ini menjadi angin segar bagaimana STEAM diajarkan dalam suasana menyenangkan,” kata Khofifah.
Khofifah juga menambahkan bahwa perpaduan teknologi canggih seperti AI dengan artefak budaya akan membentuk karakter anak bangsa yang kuat tanpa kehilangan akar tradisinya.
“Anak-anak pasti sangat menikmati suasana itu. STEAM di Indonesia punya referensi bagaimana menyajikannya dalam bentuk bermain, learning by doing, kemudian dalam teknologi yang canggih seperti AI. Saya rasa ini akan menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung,” imbuhnya.
Dia berharap museum tersebut menjadi ruang pembelajaran alternatif bagi peserta didik di Jatim. Pengenalan STEAM, lanjut Khofifah, bahkan dapat dimulai sejak jenjang TK.
“Kami mengajak peserta didik ke sini. Terutama menurut saya mulai dari anak TK bisa mulai dikenalkan kepada mereka akan cinta STEAM,” tuturnya.
Museum Mega Science Center Jadi Laboratorium Besar
Senada, Wali Kota Batu Nurochman (Cak Nur) menyebut tempat ini layaknya sebuah “laboratorium besar”. Pengunjung bisa mengeksplorasi praktik sains secara langsung yang mungkin belum sempat diajarkan di sekolah.
“Saya sebut ini laboratorium besar, di sini anak-anak tak hanya bisa berkreasi, tetapi juga mempraktikkan banyak hal yang mungkin belum mereka pelajari di sekolah. Kami berharap museum ini lebih dikenal luas di sekolah-sekolah di Jatim,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Jatim Park Group Rio Imam Sendjojo menjelaskan bahwa gagasan mendirikan museum ini berawal dari studi banding ke berbagai science center ternama di luar negeri. Ke depan, sejumlah fasilitas dan alat peraga akan terus disempurnakan.
“Trial opening ini untuk mengetahui sejauh mana animo masyarakat. Memang belum 100 persen. Ke depan akan kami maksimalkan, alat-alat peraga akan kami tambah lagi,” jelas Rio.
Saat ini terdapat 617 alat peraga yang tersebar di berbagai zona dan jumlahnya masih akan ditambah. Dia menjelaskan fokus pengembangan diarahkan pada STEAM, robotika, dan AI. Selain koleksi sains dan teknologi, museum memiliki 1.023 artefak budaya.
Lima Zona Edukasi
Sebagai informasi, Museum Mega Science Center & Budaya menghadirkan sejumlah zona yang menarik untuk dikunjungi.
- Zona Robotic & AI
Di zona ini terdapat berbagai macam permainan edukasi interaktif lewat Brain Race Car, Jumping Grid, Robot Anjing G02, hingga Robot Humanoid G1. - Zona Antariksa
Zona edukasi ini dilengkapi dengan berbagai macam properti dunia antariksa seperti wahana Lunar Walk, Tesla Coil, simulator roket, hingga Space Suit. - Zona Bencana Alam
Di zona ini, pengunjung disuguhi berbagai macam teknologi simulasi kejadian bencana alam seperti simulasi gempa bumi, angin Hurricane, dan First Twister. - Zona Fisika & Area Luar
Zona ini menghadirkan wahana uji adrenalin Gravity Coaster hingga eksperimen transmisi serat optik. - Zona Budaya & Islam
Di zona ini menyajikan beragam edukasi lengkap dengan berbagai artefak bersejarah di era Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga rekam jejak sejarah perkembangan Islam.
Selain wahana interaktif, museum ini juga bakal rutin menggelar berbagai workshop kreatif, seperti pembuatan wayang suket, terakota, hingga pertunjukan tari keris dan Srimulat. Ke depannya, Jatim Park Group berjanji akan terus menambah koleksi alat peraga agar museum ini jadi destinasi eduwisata terlengkap di Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






























