Tugumalang.id – Festival kuliner Batu Street Food Festival (BSFF) ke-9 resmi dibuka di Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026). Mengusung tema “Pesta Rasa di Kota Wisata – Sae Rasane, Sae Suasanane”, event kuliner garapan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (19/9/2026).
Ajang tahunan ini menghadirkan 40 gerai kuliner dari hotel dan restoran berstandar bintang lima hingga kaki lima. Masing-masing gerai menyajikan beragam sajian hidangan berkualitas tinggi dengan patokan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
Suasana pembukaan BSFF ke-9 kian meriah saat Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto secara langsung turun ke area festival untuk melakukan aksi live cooking. Kedua pimpinan daerah tersebut memasak nasi goreng apel, olahan khas berbahan pangan lokal unggulan Kota Batu.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menjelaskan konsistensi gelaran BSFF sejak 2018 merupakan bentuk komitmen pelaku industri perhotelan dan restoran dalam memperkuat ekosistem gastronomi serta pariwisata daerah.
“Di setiap stan, kami menyajikan makanan berkualitas hotel bintang lima, tetapi tetap dengan harga kaki lima,” ujar Sujud.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Kuliner Batu yang Masih Viral hingga Juli 2026
Wali Kota Batu Nurochman menuturkan keberlanjutan agenda tahunan ini. Menurutnya, BSFF bukan sekadar tempat transaksi kuliner, melainkan tulang punggung pengembangan ekosistem gastronomi yang mempertemukan petani, koki (chef), UMKM, pelaku usaha, hingga wisatawan.
Guna memperkuat identitas merek festival, Cak Nur mendorong agar BSFF segera didaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya (HKI) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Langkah ini penting agar BSFF tak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan memiliki identitas resmi yang dapat dikembangkan dan dipromosikan ke tingkat nasional maupun internasional,” tegas Cak Nur, sapaan akrabnya.
Penguatan ekosistem kuliner ini juga dinilai sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Batu yang saat ini tengah memperjuangkan nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 di bidang Gastronomi, setelah sebelumnya berhasil lolos Seleksi Nasional Tahap I di Kementerian Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, memberikan apresiasi khusus kepada PHRI Kota Batu atas kemandirian penyelenggaraan BSFF ke-9. Pasalnya, event tahun ini digelar penuh tanpa mengandalkan anggaran dari APBD.
“Peran PHRI sangat luar biasa karena tahun ini tidak didukung anggaran APBD. Teman-teman PHRI melaksanakan kegiatan secara mandiri,” ungkap Onny.
Onny menambahkan, pelaksanaan BSFF yang berbarengan dengan agenda Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kota Batu diharapkan mampu menciptakan efek sinergi (multiplier effect) untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan secara signifikan.
”Terkait usulan Wali Kota mengenai pendaftaran HKI untuk BSFF, pihak Disparta menyatakan siap menindaklanjutinya bersama instansi terkait,” ujar dia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































