Sabtu, September 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Irham Thoriq by Irham Thoriq
Agustus 8, 2026 9:55 am
in Ruang Cendekia
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Rombongan ngaji ke Gus Baha dari Sanan Community. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Irham Thariq*

Ada perjalanan yang memuaskan pikiran. Ada yang memuaskan hati. Ada yang memuaskan ruhani. Perjalanan ngaji ke Gus Baha, Rembang, Jawa Tengah, kali ini termasuk yang komplet memuaskan ketiganya.

Kami janjian kumpul pukul 03.00 dini hari, Rabu, 5 Agustus 2026. Kurang lebih pada jam itu, semua dari kami sudah berkumpul. Sekitar pukul 03.15, Kami berangkat dengan mobil Fortuner. Total isi delapan orang. Semuanya warga Sanan yang tergabung dalam Sanan Community. Ada Gus Bidin, Habib Rudy, Cak Solikhan, Mas Wiwid, Cak Sholeh, Mas Yudi, Daniel, dan saya sendiri.

READ ALSO

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan

Berdesak-desakan, tapi enjoy. Menuju perjalanan ruhani. Malang-Rembang. Subuh berkumandang. Kami berhenti di rest area Gresik. Di rest area, kami bertemu dengan rombongan serupa dari Pasuruan. Sudah sekitar dua tahun ngaji rutin setiap bulan ke Rembang. Setelah salat Subuh, foto-foto, merokok satu dua batang, kami tancap gas lagi menuju Tuban. Kami sampai Tuban sekitar pukul 06.30 WIB.

Di tempat ini, kami makan dan ngobrol-ngobrol. Sekitar pukul 08.00 WIB, kami tancap gas lagi menuju Rembang. Sekitar pukul setengah sepuluh pagi, kami tiba di Pondok Pesantren Al Qur’an LP3IA asuhan KH Ahmad Bahaudin Nursalim, kiai kondang tanpa akun media sosial pribadi, yang akrab disapa Gus Baha.

Kami langsung bersiap-siap ikut mengaji kitab Tafsir Jalalain yang rutin dikaji setiap Rabu pertama di setiap bulannya. Kajian ini untuk umum. Dulu dua minggu sekali. Sekarang sebulan sekali.

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang Rembang 35
Suasana Ngaji di Pondok Pesantren LP3IA yang diasuh oleh KH Ahmad Bahaudin Nursalim (Gus Baha). Foto: irham thoriq

Baca juga: Ngaji Bareng Gus Baha, Unisma Teguhkan Karakter Aswaja Lewat Alquran dan Hadits

Yang datang dari mana-mana. Pesantren penuh dengan mobil yang parkir. Selain dari Malang dan Pasuruan, ada juga dari Madura, Tuban, Bojonegoro, Pati, dan daerah lain yang tidak sempat penulis tanya-tanya. Lebih dari seribu orang yang hadir. Semua lesehan mengaji kitab legendaris.

”Biasanya ada yang dari Jakarta, ada juga yang dari luar Jawa. Mungkin kalau yang dari luar Jawa itu saat ada acara di Jawa, mampir ikut ngaji,” kata salah seorang peserta.

Ngaji baru dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelum ngaji dimulai, ada aneka macam snack yang dibagikan. Yang bawa para jamaah. Ada ketan. Ada kelepon. Tentu saja ada kopi dan teh yang disiapkan para santri. Obrolan masing-masing peserta cukup gayeng. Ada yang ngebul dengan rokok. Ada yang tidak.

**

Sekitar pukul 11.30 WIB, Gus Baha tiba di musala tempat beliau mengaji. Musala itu persis ada di samping rumah beliau. Saya yang berada di musala bagian luar sempat melihat Gus Baha lewat.

Gayanya tetap sederhana: kopiah hitam, baju putih berkerah, dan sarung goyor. Semua peserta pengajian sudah paham aturan main ngaji di tempat ini: dilarang salaman, dilarang memotret, dilarang memvideo, dan dilarang merekam. Sebagaimana kita tahu, Gus Baha tidak menerima tamu di ndalem beliau. Jika ingin bertamu, maka diharapkan ikut mengaji sebulan sekali. Itu pun para peserta pengajian tidak bisa salaman, juga tidak bisa memberi apa pun kepada Gus Baha. Sebaiknya para pecinta Gus Baha mengaji saja. Karena mengaji dan ilmu adalah kesenangan Gus Baha. Dan para pecintanya juga diharapkan suka terhadap ilmu.

Ngaji kali ini sampai pada surat Al-Mutaffifin, Juz 30. Gus Baha begitu njelentreh menjelaskan setiap ayat. Bahkan, beliau menjelaskan dengan referensi kitab-kitab lain. Tentu saja, dengan gaya ger-geran. Kurang lebih 4,5 jam mengaji, pendakwah kondang KH Thoha Abrori, yang merupakan santri lawas Gus Baha, sering menjadi bahan gojlokan Gus Baha.

”Gimana kira-kira rasanya ya Abror, saat pengajian disambut dengan selawat dan sangat dihormati, tiba-tiba di rumah dimarahi istri dan disuruh ngepel,” kata Gus Baha disambut tawa para peserta pengajian.

Baca juga: Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Gus Baha juga menjelaskan agar kita selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Bahkan, orang yang miskin akan terhindar dari kemiskinan kalau dalam pikirannya dia tidak merasa miskin. ”Kita juga harus sadar sepenuhnya bahwa kita adalah hamba, yang tidak bisa mengatur semuanya. Saya juga tidak pernah protes kepada pengurus pesantren kalau ada, karena saya sadar saya ini cuma hamba yang tidak bisa mengatur segalanya,” kata Gus Baha.

Gus Baha, sebagaimana ciri khas beliau, selalu menekankan tauhid yang kuat kepada para santri-santrinya. Kata beliau, Allah kita adalah Allah yang sama, yakni yang menciptakan Nabi Musa, Nabi Muhammad SAW, Donald Trump, dan lain sebagainya.

Kita juga harus sadar menjadi hamba saat di dunia, jangan sampai kita baru sadar saat di akhirat. Gus Baha juga melontarkan guyonan. ”Kira-kira kamu jawab gimana, kalau salat di musala tidak khusyuk, kalau salat di Masjidil Haram khusyuk, kira-kira kamu jawab gimana?” kata Gus Baha disambut ger-geran lagi.

Gus Baha juga mengingatkan bahwa sejatinya yang ada di dunia ini bukan milik kita. Maka dari itu, beliau jarang sekali komplain. Ini juga yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, bahwa banyak hal-hal penting, tapi tidak beliau wajibkan.

Nabi Muhammad SAW juga sempat dapat protes dari sahabatnya. Dengan demikian, Nabi Muhammad adalah ‘abdun’ atau hamba yang juga pernah diprotes. ”Lha sekarang ulama kok mintanya dimuliakan terus, bahkan kadang ulama oleh umat dimuliakan melebihi nabi, dakwah ada panggungnya megah. Dulu Nabi khutbah terakhir di Arafah, cuma menginjak batu kecil,” kata Gus Baha.

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang Rembang 1
Suasana pesantren Gus Baha saat pengajian kitab Tafsir Jalalain untuk umum, Rabu (5/8/2026). Foto: irham thoriq.

Baca juga: Para Muhibbin Gus Baha

Gus Baha juga mengingatkan agar manusia senantiasa bersyukur. Termasuk bersyukur kepada orang di sekitar kita. ”Karena yang tidak mensyukuri manusia, tidak mensyukuri Allah,” imbuhnya.

Gus Baha juga mendefinisikan orang abror atau orang baik itu adalah orang yang beriman. Karena, sebaik-baiknya amal itu adalah iman, dan seburuk-buruknya amal itu adalah kafir.

Dan orang paling baik di muka bumi ini adalah Nabi Muhammad SAW. Karena, Nabi Muhammad SAW tidak ikut melakukan dosa, yang melakukan dosa umatnya, tapi yang diminta bertanggung jawab beliau. ”Bahkan, ada hadis, syafaatku untuk para pelaku dosa besar untuk umatku,” katanya.

Pengajian sempat break sekitar pukul 14.00 WIB untuk salat Zuhur berjamaah dan makan siang. Semua yang ngaji makan. Ada yang prasmanan, ada yang nasi bungkus. Tidak tahu asal nasi bungkus ini dari mana. Bisa jadi Gus Baha yang menyiapkan, bisa juga para jamaah yang membawa.

Pengajian dimulai lagi sekitar pukul 14.50 WIB. Di sesi kedua saya ikut mengaji dari luar musala. Saya sempat jalan-jalan saat sesi kedua. Ternyata yang ikut pengajian banyak sekali. Semua lesehan. Parkir mobil juga full. Kami memperkirakan sekitar 1.000 orang lebih yang mengikuti pengajian tersebut.

Pada sesi kedua tersebut, salah satu yang dijelaskan Gus Baha adalah soal doa nabi yang meminta miskin. Dalam artian, bukan meminta miskin tidak punya uang, tapi makna miskin di sini Nabi meminta sesuatu keadaan hati yang selalu butuh kepada Allah SWT.

Gus Baha juga menekankan salah satu wirid yang bisa dilakukan, yakni wirid tidak melakukan maksiat.

**

Pengajian selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, karena banyaknya mobil yang parkir, mobil kami tidak bisa keluar. Sehingga kami baru bisa keluar sekitar pukul 17.00 WIB.

Perjalanan pulang tidak ada hambatan berarti. Kami berhenti untuk ngopi di Tuban, lalu makan juga di Tuban. Lalu gaspol lagi menuju Gresik.

Baca juga: Di Pesantren Gus Baha, Disambut Para Santri Muda Penghafal Al-Qur’an

Kami masuk tol Gresik. Lalu berhenti untuk ngopi lagi di rest area Sidoarjo. Setelah itu gaspol lagi hingga akhirnya sampai Sanan, Kota Malang, sekitar pukul 00.30 WIB. Dengan demikian, kurang lebih total 21 jam kami melakukan perjalanan, ngaji, lalu perjalanan lagi.

Benar-benar perjalanan ruhani yang memberi makna. Semua peserta, delapan orang dari Sanan, Malang, tampak puas dengan perjalanan ruhani ini.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis CEO Tugu Media Group*

editor: jatmiko

Tags: gus bahamalangNgaji Gus BahaPengajian Gus BahaPerjalanan RuhaniRembangSanan Community

Related Posts

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak
Ruang Cendekia

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Sabtu, 12 Sep 2026
Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan
Ruang Cendekia

Nusantara Serumpun dan Poros Intelektual Islam yang Terlupakan

Jumat, 11 Sep 2026
Munir dan Jawaban “Gustiallah” di Lesehan Melawai
Ruang Cendekia

Munir dan Jawaban “Gustiallah” di Lesehan Melawai

Senin, 7 Sep 2026
Menata Ulang Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Pesantren
Ruang Cendekia

Menata Ulang Pencegahan Kekerasan dan Bullying di Pesantren

Senin, 7 Sep 2026
 Tiga Nahdliyin: Orkestrasi NU Pasca-Muktamar di Abad Kedua
Ruang Cendekia

Tiga Nahdliyin: Orkestrasi NU Pasca-Muktamar di Abad Kedua

Sabtu, 5 Sep 2026
NU First, Setelah Kita Masuk Rumah yang Sama
Ruang Cendekia

NU First, Setelah Kita Masuk Rumah yang Sama

Sabtu, 5 Sep 2026
Next Post
Modus Komplotan Pencuri Baterai Tower di Malang, Bobol dengan Linggis dan Putus Alarm

Modus Komplotan Pencuri Baterai Tower di Malang, Bobol dengan Linggis dan Putus Alarm

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Bunuh Diri, Mahasiswa Kedokteran UB Lompat dari Lantai 6

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.