Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Para Muhibbin Gus Baha

Redaksi by Redaksi
September 21, 2022 4:15 pm
in Catatan
Gus Baha

Ilustrasi: Irham Thoriq.dok/pribadi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Irham Thoriq*

Para muhibbin (pecinta) Gus Baha berkumpul. Pada 14 September 2022 lalu. Ini kegiatan rutin. Setiap hari Rabu. Dua minggu sekali. Namanya ngaji Raboan. Ngaji ini sudah digelar bertahun-tahun.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Khusus warga luar pesantren. Ketika momen ngaji Raboan itu, mayoritas santri di Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengambangan Ilmu Alqur’an (LP3IA) yang diasuh KH Ahmad Bahauddin atau Gus Baha, tidak mengikuti pengajian. Hari bebas. Para santri dibebaskan main handphone ketika itu. Para santri dalam sebulan, enam kali saja boleh main handphone. Dua hari diantaranya saat momen ngaji raboan itu.

Perkiraan saya, ada sekitar 400-500 orang yang ngaji raboan. Mereka mengaji kitab Ihya’ Ulumuddin yang dibacakan langsung oleh Gus Baha. Pesantren Gus Baha yang luasnya sekitar satu lapangan sepak bola, full parkirannya oleh para tamu yang hadir. Sudah sekitar 15-20 tahunan yang lalu ngaji rutin raboan ini digelar.

Mula-mula, yang ikut sekitar 10-15 orang. Minim. Baru membeludak sekitar lima tahun terakhir ini, pengajian itu ramai.”Ketika Gus Baha viral di YouTube, baru ngaji raboan ini banyak sekali,” kata Said, salah seorang warga yang ikut sejak pertama kali ngaji ini.
Saat ini, peserta ngaji raboan datang dari mana-mana. Mayoritas datang dari jarak yang tidaklah dekat dari pesantren Gus Baha yang berada di Narukan, Rembang, Jawa Tengah.

Suasana ngaji raboan di pesantren Gus Baha. Foto: Irham Thoriq/tugumalang.id

Ada dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Demak, Banyumas, dan lain sebagainya.
Rata-rata, para muhibbin itu harus menempuh perjalanan lebih dari dua jam. Kami, yang dari Malang, menempuh jarak kurang lebih enam jam. Baru pertama kalinya saya ikut ngaji raboan tersebut.

Para muhibbin itu mayoritas tahu Gus Baha mula-mula dari pengajian di YouTube. Seperti Nasir, salah seorang paman saya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Awalnya, saya bercerita kalau awal September lalu saya yang datang ke pesantren Gus Baha, gagal bertemu dengan Gus Baha.

Oleh para santri, saya diminta datang ketika ngaji raboan. Alasannya, Gus Baha sudah lama tidak menerima tamu. Ketika orang nge-fans ke seseorang, lebih baik suka ke ilmunya, bukan kepada orangnya.

Ketika saya bercerita itu, Nasir langsung tertarik untuk ikut. ”Semua video soal Gus Baha, hampir sudah saya tonton,” katanya yang sedang cuti kerja dan pulang kampung di Indonesia.”Saat pulang saya memang berniat ingin ngaji ke Gus Baha, sekali saja,” imbuhnya.

Alasan Nasir sama dengan orang lain yang menyukai Gus Baha. Yakni, apa yang disampaikan mudah dicerna oleh semua orang dari semua lapisan masyarakat. Paling penting, Gus Baha mengajarkan substansi.

Ya, Gus Baha umumnya tidak berceramah. Tapi, mengaji kitab kuning dan dari kitab kuning inilah, Gus Baha menafsiri dan menjelaskan dengan aneka macam contoh. Gus Baha tidak tekstual. Tapi, mampu mengkonteks-an apa yang dikaji dari kitab itu.

Gus Baha sangat jarang berceramah dengan tema-tema tertentu. Semua ada rujukan dari khasanah Islam klasik. Ini jugalah yang dirasakan oleh Khalil dan Bisri, paman dan sepupu saya yang lainnya, yang juga sangat menyukai pengajian Gus Baha.”Sambil kerja, hampir selalu saya putar pengajian Gus Baha,” kata Bisri.”Makanya karena ada ajakan ke Gus Baha, meski enam jam perjalanan, tanpa pikir panjang langsung saya iyakan,” imbuhnya.

Kesukaan terhadap Gus Baha itu jugalah yang memacu salah seorang pria asal Sidoarjo, yang rela naik bus ke Rembang, untuk bisa mengaji ke Gus Baha.”Sepeda motor saya taruh di Terminal Bungurasih, Sidoarjo, lalu naik bus ke sini,” kata pria yang kira-kira berumur 65 tahun itu.

Satu lagi yang menurut saya Gus Baha layak kita tiru. Saya lihat, Gus Baha tidak menjadikan kepopulerannya sebagai ajang untuk mencari duit. Ya, meski ratusan orang hadir di pengajiannya, Gus Baha tidak berkenan jama’ah-nya melakukan salam tempel kepada Gus Baha.

Permintaan itu benar-benar dilakukan oleh para jama’ahnya. Dan Gus Baha, tampaknya sangat menghindari hal itu. Ini terlihat dari langkah Gus Baha yang datang dan keluar dari pengajian dengan langkah yang begitu cepat.

Dalam sebuah ceramahnya, Gus Baha mengaku tidak ingin menyusahkan orang lain.”Jangan-jangan, mereka ngasih salam tempel ke kiai, dengan pinjam uang ke mertua,” katanya.

Kepada Gus Baha kita perlu banyak belajar. Kepada kegigihan para muhibbin Gus Baha, kita angkat topi.

*Penulis adalah CEO Tugu Media Group

Editor: jatmiko

Tags: gus bahaPesantrenPesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengambangan Ilmu Alqur’an

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Kota Batu butuh Assesment center

Kota Batu Butuh Assesment Center Khusus Layani Warga Difabel

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.