Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Redaksi by Redaksi
Mei 10, 2026 12:41 pm
in Ruang Cendekia
Sains dan Agama

Sunardji Dahri Tiam & Aries Musnandar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Sunardji Dahri Tiam & Aries Musnandar*

SELAMA berabad-abad, dunia pendidikan seolah dipisahkan oleh tembok besar. Di satu sisi terdapat perguruan tinggi yang dipandang sebagai simbol kemodernan, rasionalitas, dan keterbukaan. Di sisi lain, pesantren identik dengan tradisi, kehidupan pedesaan, serta keteguhan dalam menjaga moralitas.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Pemisahan tersebut bukan sekadar persoalan lokasi pendidikan, melainkan menyangkut cara pandang atau dikotomi keilmuan. Dampaknya, lahir sosok-sosok dengan pribadi yang timpang. Ada yang sangat cerdas secara intelektual dan menguasai teknologi, tetapi kering secara etika. Sebaliknya, ada pula yang kuat secara moral, namun kesulitan menghadapi realitas perkembangan zaman.

Pesantren: Tradisi Besar yang Dihadapkan pada Perubahan Zaman

Secara historis, pesantren merupakan akar pendidikan asli Indonesia. Tokoh intelektual Muslim, Nurcholish Madjid atau Cak Nur, bahkan pernah berandai-andai bahwa jika Indonesia tidak mengalami penjajahan, universitas ternama saat ini mungkin bukan UI atau UGM, melainkan Universitas Tremas atau Tebuireng.

Pesantren memiliki kekuatan besar dalam pembentukan karakter dan internalisasi nilai. Salah satu contohnya adalah Pesantren An-Nuqayah di Madura yang pernah meraih penghargaan Kalpataru berkat kepeduliannya terhadap lingkungan.

Namun demikian, tantangan besar tetap ada. Pola manajemen yang terlalu sentralistik pada figur kiai, serta metode pembelajaran yang cenderung mengulang khazanah klasik tanpa banyak improvisasi, membuat sebagian pesantren masih tertatih dalam merespons perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

Baca juga: Kultur Pesantren dan Peradaban Internet of Things

Fenomena “Saling Mendekat” antara Kampus dan Pesantren

Dalam beberapa tahun terakhir, dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum mulai menunjukkan tanda-tanda mencair. Fenomena ini terlihat dari banyaknya pesantren yang mendirikan universitas, seperti di Paiton, Genggong, hingga Jombang.

Di sisi lain, sejumlah perguruan tinggi negeri juga mulai menghadirkan sistem pesantren di lingkungan kampus, sebagaimana dilakukan UIN Malang dan UIN Jakarta.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesadaran baru bahwa manusia tidak dapat hidup hanya dengan satu dimensi keilmuan. Dunia pendidikan mulai bergerak menuju konsep unitas atau kesatuan ilmu.

Pola pendidikan lama yang memisahkan “ilmu umum” dan “ilmu agama” perlahan mulai dipertanyakan. Alam semesta hanya akan memberi manfaat optimal bagi manusia yang mampu menyeimbangkan zikir dan fikir, sebagaimana konsep Ulul Albab dalam Al-Qur’an.

Integrasi Keilmuan Tidak Cukup Sekadar Label

Meski demikian, penyatuan agama dan sains tidak cukup dilakukan secara simbolik atau administratif semata. Banyak lembaga pendidikan yang hanya menyandingkan dua kurikulum dalam satu atap, seperti sekolah umum di siang hari dan pengajian kitab pada malam hari.

Sebagian lainnya hanya menambahkan label “Islam” pada cabang ilmu tertentu, seperti Ekonomi Islam atau Hukum Islam. Pendekatan seperti ini dinilai belum mencerminkan integrasi yang substansial.

Integrasi sejati harus menyentuh akar filosofis pendidikan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah membongkar miskonsepsi warisan kolonial yang memisahkan ilmu umum dari nilai-nilai ketuhanan.

Pandangan bahwa ayat Tuhan hanya terdapat dalam kitab suci dianggap terlalu sempit. Hukum-hukum alam yang dipelajari dalam fisika, biologi, sosiologi, hingga teknologi kedokteran sejatinya juga merupakan bagian dari Sunnatullah atau ayat kauniyah.

Baca juga: Menguatkan Partisipasi Semesta: Pendidikan sebagai Jalan Damai dan Peradaban

Teknologi ponsel, eksplorasi ruang angkasa, hingga kemajuan medis bukanlah ilmu yang terpisah dari agama. Seluruhnya bersumber dari hukum Allah yang bekerja di alam semesta.

“Al-Qur’an dan Hadis bukan sekadar bagian dari ilmu, melainkan harus menjadi fondasi bagi seluruh ilmu pengetahuan.”

Jika umat Islam ingin mengejar ketertinggalan dari dunia Barat, paradigma lama yang memojokkan ilmu umum sebagai sesuatu yang asing harus segera ditinggalkan. Paradigma baru pendidikan Islam menuntut setiap peneliti, baik sosiolog, dokter, maupun insinyur, untuk berpijak pada nilai-nilai ketuhanan.

Sebaliknya, para ahli agama juga dituntut membuka diri terhadap validitas hukum alam dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Hanya dengan menyatukan moralitas dan rasionalitas, antara IPTEK dan IMTAQ, akan lahir Insan Kamil atau manusia paripurna yang mampu membawa rahmat bagi semesta alam atau rahmatan lil-‘alamin.

Sudah saatnya dunia pendidikan berhenti memisahkan sesuatu yang sejatinya telah disatukan oleh Sang Pencipta.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis :
Prof. (Emeritus) Dr. Sunardji Dahri Tiam, M.Pd.
Guru Besar Emeritus dan Direktur Pascasarjana UNIRA Malang. Pakar filsafat ilmu dan pendidikan Islam.

Dr. Aries Musnandar
Wakil Direktur Pascasarjana UNIRA Malang. Doktor pendidikan dengan pengalaman 40 tahun sebagai praktisi manajerial korporasi dan akademisi, serta kolumnis aktif di media nasional dan internasional.

redaktur: jatmiko

Tags: Filsafat Ilmu Islamintegrasi sains dan agamaIPTEK dan IMTAQparadigma pendidikanpendidikan Islampendidikan pesantrenPesantren ModernUlul Albab

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Chatour Travel

Ketua PW Ansor Jatim Apresiasi Transparansi Chatour Travel Terkait Kenaikan Biaya Umroh

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.