Selasa, September 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Merayakan Kelulusan di Era Digital

Redaksi by Redaksi
Juni 28, 2026 11:59 am
in Ruang Cendekia
Gen-z

Abdul Hamid

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Abdul Hamid*

 

Hampir pada setiap akhir semester, kampus-kampus kembali dipenuhi suasana yang khas. Ruang-ruang sidang menjadi saksi perjuangan mahasiswa menyelesaikan tahap akhir perjalanan akademiknya. Sidang skripsi, tesis hingga sidang disertasi menjadi penanda berakhirnya sebuah proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kegelisahan, dan pengorbanan.

READ ALSO

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Saat dalam Kondisi Terpuruk, Benarkah Kita Tidak Sendirian?

Hari ini, kelulusan sering kali bukan berakhir ketika sidang selesai, tetapi ketika foto terakhir selesai diunggah ke media sosial, sidang skripsi mungkin hanya berlangsung satu jam. Namun selebrasinya bisa berlangsung berhari-hari di ruang digital.

Fenomena seperti ini hampir tidak pernah dijumpai pada dekade 1980-an, 1990-an, bahkan pada awal tahun 2000-an. Mahasiswa pada masa itu tentu merasakan kebahagiaan yang sama ketika dinyatakan lulus sidang. Mereka juga bersyukur, bangga, dan lega karena berhasil menuntaskan perjuangan akademiknya. Akan tetapi, ekspresi kegembiraan itu ditunjukkan secara lebih sederhana. Tidak ada sesi pemotretan berjam-jam, tidak ada dekorasi yang dirancang khusus, apalagi rangkaian konten yang dipersiapkan untuk diunggah ke berbagai platform media sosial.

Apakah generasi sekarang lebih berlebihan? Ataukah sebenarnya mereka hanya mengekspresikan rasa syukur dengan cara yang berbeda sesuai zamannya?

Baca juga: 7 Ide Bisnis Kreatif untuk Gen-Z, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Pertanyaan tersebut layak dijawab dengan kacamata sosiologis, bukan sekadar penilaian moral. Setiap generasi tumbuh dalam lingkungan sosial, budaya, dan teknologi yang berbeda. Perubahan cara merayakan kelulusan bukan semata-mata menunjukkan perubahan karakter individu, melainkan juga mencerminkan transformasi budaya yang sedang berlangsung.

Dalam perspektif Goffman, yang sedang dipertontonkan bukan hanya keberhasilan akademik, tetapi identitas sebagai pribadi yang berhasil menaklukkan perjuangan panjang.

Dalam konteks kelulusan, perayaan pasca sidang bukan sekadar ungkapan kegembiraan pribadi. Perayaan tersebut juga menjadi bagian dari proses menampilkan identitas diri. Buket bunga, balon, selempang, toga, dokumentasi profesional, hingga unggahan media sosial merupakan simbol-simbol yang menyampaikan pesan bahwa sebuah perjuangan telah berhasil dituntaskan. Simbol-simbol itu bukan hanya dinikmati oleh individu yang bersangkutan, tetapi juga dikomunikasikan kepada jejaring sosialnya.

Fenomena tersebut semakin relevan ketika ditempatkan dalam konteks masyarakat digital. Para ilmuwan sosial kontemporer menjelaskan bahwa masyarakat saat ini sedang mengalami transformasi dari culture of experience menuju culture of representation. Pada masa lalu, pengalaman dianggap selesai ketika seseorang benar-benar mengalaminya. Kini, dalam masyarakat digital, suatu peristiwa sering kali dianggap belum lengkap apabila belum didokumentasikan dan dibagikan kepada publik.

Ungkapan “no picture, it didn’t happen” secara tidak langsung menggambarkan perubahan cara masyarakat memaknai pengalaman. Dokumentasi tidak lagi sekadar menjadi arsip kenangan, tetapi telah berubah menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Momen kelulusan seolah memperoleh legitimasi sosial setelah hadir dalam linimasa media sosial dan mendapatkan apresiasi berupa komentar, tanda suka, maupun berbagai bentuk interaksi digital lainnya.

Dalam perspektif ini, perayaan kelulusan Gen-Z bukanlah sesuatu yang perlu dipandang secara sinis. Mereka lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang membentuk cara berpikir, berkomunikasi, dan membangun relasi sosial. Dunia digital merupakan ruang hidup mereka. Oleh karena itu, cara mereka merayakan keberhasilan pun secara alami mengikuti karakteristik zaman yang mereka alami.

Akan tetapi, fenomena ini juga mengandung ruang refleksi yang penting. Ketika dokumentasi menjadi bagian dari pengalaman, jangan sampai pengalaman itu sendiri kehilangan maknanya. Ketika perhatian lebih banyak diarahkan pada bagaimana sebuah momen ditampilkan, terdapat risiko bahwa substansi dari momen tersebut menjadi kurang mendapat perhatian.

Kelulusan sejatinya bukanlah garis akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan kehidupan yang jauh lebih panjang. Sidang skripsi, tesis, maupun disertasi bukanlah kemenangan yang berdiri sendiri, melainkan pengakuan bahwa seseorang telah memiliki bekal akademik untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga: 5 Rekomendasi Slow Bar Coffee di Malang

Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan antara selebrasi dan refleksi. Merayakan keberhasilan adalah sesuatu yang wajar, bahkan diperlukan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan. Orang tua, keluarga, dosen pembimbing, dan sahabat tentu memiliki alasan untuk ikut bergembira. Namun, selebrasi sebaiknya tidak menggeser makna utama dari pendidikan itu sendiri, yaitu membangun ilmu pengetahuan, karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Perjalanan akademik sesungguhnya tidak diukur dari seberapa banyak bunga yang diterima, seberapa besar buket yang dibawa, atau seberapa ramai unggahan yang memperoleh apresiasi di media sosial. Nilai pendidikan justru terlihat dari bagaimana ilmu yang diperoleh diterjemahkan menjadi solusi bagi persoalan masyarakat, bagaimana integritas dijaga ketika menghadapi tantangan kehidupan, dan bagaimana pengetahuan digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Baca juga: Gen Z di Kota Malang Lebih Pilih Kerja di Kafe Ketimbang Pabrik Rokok

Generasi Z memiliki potensi luar biasa. Mereka kreatif, adaptif terhadap teknologi, cepat belajar, dan mampu membangun jejaring secara global. Potensi tersebut akan menjadi kekuatan besar apabila dipadukan dengan kedalaman ilmu, etika akademik, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan inspirasi, membangun kolaborasi, dan memperluas manfaat, bukan sekadar ruang untuk mempertontonkan pencapaian.

Pada akhirnya, setiap generasi memang memiliki cara sendiri dalam merayakan keberhasilan. Kita tidak perlu membandingkan mana yang lebih baik atau lebih buruk, karena setiap zaman memiliki ekspresinya masing-masing. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa di balik setiap selebrasi tetap tumbuh kesadaran akan makna pendidikan yang sesungguhnya.

Sebab, bunga yang hari ini menghiasi kelulusan akan layu dalam beberapa hari. Balon yang mengudara perlahan akan mengempis. Kue perayaan akan habis dinikmati. Bahkan unggahan media sosial yang hari ini ramai mendapat perhatian akan segera tenggelam oleh ribuan konten baru yang terus bermunculan.

Namun, ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan, integritas akademik yang dijaga, serta kontribusi nyata kepada masyarakat akan tetap hidup jauh setelah euforia kelulusan berakhir. Itulah perayaan sejati yang nilainya tidak lekang oleh waktu, tidak bergantung pada algoritma, dan akan selalu dikenang dalam perjalanan panjang kehidupan seorang insan terdidik.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malik Ibrahim Malang

 

editor-jatmiko

Tags: budaya digital.gen zidentitas digitalkampuskelulusan mahasiswaMedia Sosialopini pendidikanPendidikan Tinggisidang skripsisosiologi pendidikan

Related Posts

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Saat dalam Kondisi Terpuruk, Benarkah Kita Tidak Sendirian?
Ruang Cendekia

Saat dalam Kondisi Terpuruk, Benarkah Kita Tidak Sendirian?

Minggu, 27 Sep 2026
Belajar dari Nabi Ibrahim AS, Membangun Anak yang Siap Menghadapi Kehidupan
Ruang Cendekia

Belajar dari Nabi Ibrahim AS, Membangun Anak yang Siap Menghadapi Kehidupan

Sabtu, 26 Sep 2026
Ancaman Rudal Houthi di Langit Kota Suci
Ruang Cendekia

Ancaman Rudal Houthi di Langit Kota Suci

Jumat, 25 Sep 2026
Grit dan Resilience dalam Kehidupan Sehari-Hari
Ruang Cendekia

Grit dan Resilience dalam Kehidupan Sehari-Hari

Senin, 21 Sep 2026
Ketika Artificial Intelligence Bisa Menjawab Hukum, Bagaimana Peran Konsultan Hukum?
Ruang Cendekia

Ketika Artificial Intelligence Bisa Menjawab Hukum, Bagaimana Peran Konsultan Hukum?

Minggu, 20 Sep 2026
Next Post
SunThai Street Food Festival di JTP 3 Hadirkan 60 Lebih Kuliner Thailand

Direktur Pascasarjana Unisma, Prof Mas’ud: Wisudawan Perlu Skill for The Future untuk Hadapi Tantangan Global

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.