Rabu, November 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas

Bagus Rachmad Saputra by Bagus Rachmad Saputra
September 18, 2026 2:32 pm
in Ruang Cendekia
Islam dan Perdamaian Dunia Dimulai dari Ruang Kelas
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr. Aries Musnandar, M.Pd

Saat dunia masih mempertontonkan perang, kekerasan, diskriminasi, dan berbagai konflik kemanusiaan. Pertanyaan penting ditujukan bagi umat Islam, bagaimana bukan hanya menghentikan peperangan, tetapi juga bagaimana membangun manusia yang tidak mudah memilih kekerasan sebagai jalan penyelesaian masalah.

READ ALSO

Setelah Reuni, Lalu Apa?

Pendidikan untuk Menjadi Khalifah: Mengembangkan Tujuh Dimensi Manusia

Melihat masalah tersebut dalam perspektif Islam, agama ini memiliki akar makna yang kuat dengan keselamatan dan perdamaian.

Kalimat Salam, ini bukanlah sekadar ucapan yang disampaikan ketika bertemu, melainkan nilai yang seharusnya hadir dalam perilaku sosial. Karena itu, perdamaian dalam perspektif Islam tidak cukup diwacanakan di mimbar atau ditulis dalam buku. Ia harus menjadi karakter yang hidup dalam diri manusia.

Posisi Strategis Pendidikan Islam

Pendidikan Islam semestinya tidak berhenti pada kemampuan peserta didik menghafal ayat, hadist, atau konsep keagamaan. Pengetahuan agama harus melahirkan sikap yang membuat seseorang mampu menghargai manusia lain, mengendalikan diri, menyelesaikan perbedaan secara bijaksana, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

Dengan kata lain, Pendidikan Islam harus mengubah knowledge (pengetahuan) menjadi wisdom (kebijaksanaan) dan merubah wisdom menjadi tindakan.

Persoalannya, pendidikan agama sering kali masih lebih kuat pada aspek kognitif daripada pembentukan karakter. Seseorang dapat memperoleh nilai tinggi dalam mata pelajaran agama, tetapi belum tentu mampu menunjukkan empati ketika berhadapan dengan orang yang berbeda pandangan.

Ia mungkin fasih berbicara tentang ukhuwah, tetapi mudah merendahkan orang lain di ruang publik dan media sosial. Kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku inilah yang perlu mendapat perhatian serius.

Perdamaian Dimulai dari Manusia

Perdamaian dunia memang berkaitan dengan politik, ekonomi, diplomasi, hukum internasional, dan hubungan antarnegara. Namun, di balik setiap konflik selalu ada manusia dengan cara berpikir, nilai, emosi, dan keputusan tertentu.

Karena itu, membangun perdamaian juga merupakan pekerjaan pendidikan.Guru agama memiliki posisi yang sangat strategis. Setiap hari mereka berhadapan dengan generasi yang kelak akan menjadi pemimpin, birokrat, pengusaha, akademisi, orang tua, dan anggota masyarakat.

Cara seorang guru agama menjelaskan perbedaan, menyikapi konflik, dan memperlakukan peserta didik dapat meninggalkan jejak panjang dalam pembentukan karakter mereka.

Guru agama yang mengajarkan Islam sebagai rahmat akan berusaha menghadirkan suasana belajar yang aman dan manusiawi. Sebaliknya, pembelajaran yang hanya menekankan benar-salah secara kaku tanpa ruang dialog dapat membuat peserta didik kurang terbiasa menghadapi keragaman secara dewasa.

Karena itu, guru agama membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi keislaman. Mereka membutuhkan kemampuan pedagogis, komunikasi, keteladanan, literasi digital, kecerdasan sosial, serta kemampuan mengelola perbedaan.

Peran Dosen MPAI

Tanggung jawab tersebut tidak dimulai ketika seseorang sudah berdiri di depan kelas sebagai guru. Dimulai jauh sebelumnya, termasuk di bangku perguruan tinggi.

Magister PAI atau MPAI memiliki tanggung jawab penting dalam menyiapkan calon guru agama dan para profesional yang bekerja di lingkungan Kementerian Agama. Dosen MPAI bukan sekadar menyampaikan teori pendidikan Islam, tetapi ikut membentuk cara berpikir dan karakter calon praktisi pendidikan dan pelayanan keagamaan.

Mahasiswa MPAI perlu dibimbing agar mampu menghubungkan teks keagamaan dengan realitas kehidupan. Mereka harus belajar bahwa perbedaan bukan selalu ancaman, konflik tidak selalu diselesaikan dengan kemenangan salah satu pihak, dan keberagamaan tidak kehilangan martabat ketika disampaikan dengan bahasa yang santun.

Dalam konteks ini, dosen menjadi role model. Mahasiswa tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan dosen, tetapi juga dari bagaimana dosen memperlakukan mahasiswa, menghadapi perbedaan pendapat, memberikan kritik, dan menyelesaikan persoalan.

Pembelajaran tentang perdamaian dengan demikian tidak cukup menjadi satu mata kuliah. Ia harus menjiwai proses pendidikan.

Baca juga: Sinergi Kurikulum: Mengakhiri Warisan Dualisme Pendidikan Kolonial

Calon guru agama perlu dipersiapkan menjadi pendidik yang mampu menanamkan nilai Islam sekaligus membangun ruang dialog. Sementara calon pegawai dan profesional Kementerian Agama perlu memiliki kemampuan menjalankan tugas secara profesional, objektif, melayani masyarakat, serta mampu bekerja di tengah keragaman sosial dan keagamaan.

Profesionalisme dan keberagamaan tidak semestinya dipertentangkan. Justru keduanya perlu berjalan bersama.

Dari Kampus untuk Dunia

Kampus Islam memiliki peluang besar menjadi laboratorium perdamaian. Mahasiswa datang dari latar belakang yang beragam. Mereka belajar berdiskusi, melakukan penelitian, bekerja dalam kelompok, dan berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat.

Jika proses tersebut dikelola dengan baik, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi manusia yang mampu hidup bersama secara dewasa.

Dosen MPAI karena itu memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar mengejar capaian pembelajaran. Ia ikut menyiapkan manusia yang kelak berdiri di ruang kelas sebagai guru agama atau bekerja sebagai aparatur dan profesional pelayanan keagamaan.

Apa yang terjadi di ruang kuliah hari ini dapat memiliki konsekuensi sosial yang panjang. Seorang mahasiswa yang dibimbing untuk menghargai perbedaan dapat membawa nilai tersebut ke sekolah tempat ia mengajar.

Seorang lulusan yang dibentuk dengan integritas dapat membawanya ke institusi tempat ia bekerja. Dari sanalah nilai perdamaian bergerak: dari pribadi, ke keluarga, sekolah, institusi, masyarakat, lalu ke ruang publik yang lebih luas.

Mungkin kita tidak dapat menghentikan seluruh konflik dunia dari sebuah ruang kelas. Namun, kita dapat membantu melahirkan manusia yang tidak menjadi bagian dari rantai kekerasan.

Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan di muka bumi. Maka pendidikan Islam seharusnya tidak hanya bertanya, Seberapa banyak yang diketahui mahasiswa tentang Islam? tetapi juga, Manusia seperti apa yang lahir dari pengetahuan Islam tersebut?. Pertanyaan kedua inilah yang menjadi pekerjaan besar pendidikan Islam.

Perdamaian dunia pada akhirnya bukan hanya agenda para pemimpin negara dan diplomat. Ia juga merupakan agenda guru, dosen, mahasiswa, dan setiap orang yang sedang mendidik manusia. Dan mungkin, jalan panjang menuju perdamaian dunia itu memang harus dimulai dari tempat yang paling dekat, yakni ruang kelas.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) dan Magister PAI Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com.

Tags: Aries Musnandarislamperdamaian duniaRuang CendekiaUnira MalangUniversitas Raden Rahmat Malang

Related Posts

Setelah Reuni, Lalu Apa?
Ruang Cendekia

Setelah Reuni, Lalu Apa?

Selasa, 3 Nov 2026
Pendidikan untuk Menjadi Khalifah: Mengembangkan Tujuh Dimensi Manusia
Ruang Cendekia

Pendidikan untuk Menjadi Khalifah: Mengembangkan Tujuh Dimensi Manusia

Senin, 2 Nov 2026
Mendidik Mahasiswa untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Lulusan
Ruang Cendekia

Mendidik Mahasiswa untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Lulusan

Sabtu, 31 Okt 2026
Hujan Kita Rindukan, Banjir Tak Kita Harapkan
Ruang Cendekia

Hujan Kita Rindukan, Banjir Tak Kita Harapkan

Rabu, 28 Okt 2026
Dari Kampus Sederhana ke Panggung Dunia: Ujian Sesungguhnya UIN Maliki Malang di Usia 65 Tahun
Ruang Cendekia

Dari Kampus Sederhana ke Panggung Dunia: Ujian Sesungguhnya UIN Maliki Malang di Usia 65 Tahun

Selasa, 27 Okt 2026
65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat
Ruang Cendekia

65 Tahun UIN Malang: Kampus Besar Harus Terasa Dekat

Senin, 26 Okt 2026
Next Post
15 Mahasiswa Unisma Ikuti PPL-KSM Internasional 2026 di Malaysia

15 Mahasiswa Unisma Ikuti PPL-KSM Internasional 2026 di Malaysia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.