Jumat, Oktober 9, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Bagus Rachmad Saputra by Bagus Rachmad Saputra
September 12, 2026 10:20 am
in Ruang Cendekia
Marah dan Cara Mengelolanya dengan Bijak

Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog

MALANG, Tugumalang.id – Bolekah saya marah? Pertanyaan sederhana ini ternyata sering muncul dari berbagai kalangan usia, latar pendidikan, bahkan jenis kelamin.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Entah mengapa pertanyaan ini begitu ramai belakangan ini, dengan pemicu yang beragam. Marah karena masa lalu, marah karena keadaan, marah karena pengkhianatan, marah karena terlalu sering melihat kepura-puraan, kamuflase, dan ketidakadilan, sampai pada rasa marah terhadap keadaan dunia saat ini, “in this economy”.

Banyaknya stimulus atas kemarahan ini, nampaknya memicu kebutuhan akan validasi. Maka muncul kesimpulan sementara, bahwa untuk sekadar mengekspresikan emosi pun, manusia di era ini butuh persetujuan dan penguatan dari orang lain.

Pertanyaannya kemudian, apakah ini benar-benar pertanyaan yang butuh jawaban, atau justru sudah menjadi ekspresi dari kemarahan itu sendiri?.

Mengapa Orang Takut Marah?

Marah adalah ekspresi emosi dan sah-sah saja untuk diekspresikan. Lantas mengapa banyak orang justru takut untuk marah?. Jawabannya ada pada konsep moral tentang baik dan buruk yang terlanjur melekat pada kemarahan.

Marah kerap diidentikan dengan keburukan, sehingga demi diterima secara sosial, seseorang bahkan takut untuk marah, padahal setiap orang punya hak untuk merasakannya.

Ketakutan ini bukan tanpa alasan. Stigma buruk tentang marah bahwa ia identik dengan merusak, kekerasan, dan berbagai tindakan negatif lainnya, sudah terlanjur melekat. Padahal faktanya, marah tidak sama dengan menyakiti, marah tidak sama dengan kekerasan, dan marah tidak sama dengan merusak.

Bisakah Marah Tanpa Merusak?

Bisakah kita marah tanpa menyakiti, tanpa kekerasan, tanpa merusak? tentu saja bisa. Ada banyak cara mengekspresikan marah yang lebih sehat dan elegan, misalnya dengan cara SPB(T)U yaitu:

1. Sadari bahwa diri sedang marah;

2. Pahami apa yang memicu kemarahan itu dan mengapa hal tersebut memicu rasa marah;

3. Beri jarak dari sumber pemicu dan bergeser ke tempat yang lebih nyaman;

4. Tarik napas dalam dan panjang, ulangi beberapa kali;

5. Ucapkan istighfar atau afirmasi positif, sampai rasa marah perlahan mereda.

Cara ini jauh lebih ciamik dan elegan dibandingkan sekadar melampiaskan marah lewat kata-kata kotor atau makian.

Perubahan citra tentang marah tidak akan terjadi dalam semalam. Ia butuh proses kolektif, dibangun dari kebiasaan kecil setiap orang yang memilih mengekspresikan marahnya dengan cara yang tepat.

Jika semakin banyak orang melakukannya mungkin suatu hari nanti tidak akan ada lagi orang yang bertanya, bolehkah saya marah?. Karena marah sudah pulih citranya lewat perilaku orang-orang yang marah secara positif.

Jadi, Bolehkah Kita Marah?

Jawabannya boleh, yang tidak boleh adalah marah-marah. Apalagi sampai memancing dan memicu orang lain untuk ikut marah.

Mungkin validasi terbaik atas rasa marah bukan datang dari persetujuan orang lain, melainkan dari diri sendiri yang memahami cara marah yang sehat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang)

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com

editor: jatmiko

Tags: Cara Mengelola MarahFakultas Psikologi UIN MalangFuji AstutikRuang CendekiaUIN MalangUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Tiket Arema FC vs Persik Kediri Dibuka H-7, Ini Jadwal Pertandingannya

Tiket Arema FC vs Persik Kediri Dibuka H-7, Ini Jadwal Pertandingannya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.