MALANG, Tugumalang.id – Tempat menuntut ilmu akan membentuk karakter dan pemikiran seseorang, kalimat ini nampaknya pas untuk menggambarkan kisah Nur Abidin, M.Ed. Ed.D (Cand.), alumni Universitas Islam Malang (Unisma) yang kini sukses mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) ini, menceritakan bagaimana pengalamannya selama menempuh pendidikan memberi inspirasi untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa dan agama melalui pendidikan.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Tak Perlu Khawatir! Unisma Beri Promo Menarik bagi yang Belum Lolos SNBP
Abadin mengakui selama menjadi mahasiswa Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma, penanaman nilai keislaman yang dikombinasikan dengan wawasan pengetahuan secara global telah membentuk pribadinya seperti saat ini.
“Selama saya di Unisma, saya mendapatkan banyak insight bagaimana Islam menjadi value of life, bagaimana Islam menjadi guidance of life yang itu saya temukan di Unisma dan menjadi bagian dari diri saya,” ungkapnya.
“Menjadi value dalam diri saya yang selalu muncul dan hadir dalam pengalaman-pengalaman yang telah saya lalui,” imbuh Abidin.
Unisma: Reputasi dan Jangkauan Networking yang Luar Biasa
Sebagai pengelola lembaga pendidikan yang telah 10 tahun berdiri dan memiliki citra sebagai lembaga pendidikan bertaraf global. Abidin menjelaskan bahwa nilai dan konsep yang ia tanamkan di Thursina IIBS merupakan buah dari pengalamannya selama menempuh studi di Unisma.
Ia merasakan betul bagaimana Unisma sebagai perguruan tinggi memiliki reputasi dan jangkauan networking yang luar biasa. Hal inilah yang menurutnya sangat membantu alumni dalam mengembangkan karier di berbagai bidang.
“Unisma termasuk salah satu lembaga yang paling unggul dengan reputasi yang baik. Unisma memiliki jejaring yang memiliki reputasi dan jangkauan networking yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Baca Juga: Unisma Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah
“Dengan reputasi ini, maka saya berpikir bagaimana nilai-nilai yang ditanamkan di Unisma, menggabungkan nilai Islam yang dalam tanda kutip penuh dengan nilai ke Nu-annya. Tapi juga hadir sebagai lembaga perguruan tinggi yang betul-betul baik dan menjadi yang terbaik di lingkungan NU, khususnya,” sambung Abidin.
“Maka ini menjadi inspirasi sebenarnya untuk saya, bagaimana menyuguhkan pesantren dengan konsep yang berbeda. Pesantren yang tidak hanya tumbuh dengan kultur pesantren saja, tetapi juga bisa bisa mengakomodir, kalau bahasa saya inline dengan kebutuhan masyarakat global saat ini,” tegas alumni Master of Education dari Flinders University of South Australia ini.
Inspirasi inilah yang kemudian membuat Abidin mampu mengembangkan Thursina IIBS sebagai salah satu lembaga pendidikan kelas dunia yang tidak hanya unggul secara akademik untuk dapat bersaing di level global. Tetapi juga memiliki kecakapan spiritual yang baik melalui nilai-nilai kultur Islam yang ditanamkan pada peserta didik.
Abidin merasakan bagaimana konsep nilai keislaman yang dibentuk di Unisma ketika dikombinasikan dengan konsep pendidikan modern, menjadi konsep pendidikan modern kelas dunia dengan akar karakter yang kuat dari nilai-nilai Islam. Sebagaimana tagline dari Thursina IIBS yakni “Unique Blend of Pesantren and World Class Education”.
Harapan untuk Almamater Tercinta
Merasakan langsung bagaimana Unisma membentuk karakter dan juga kemampuannya sebagai seorang founder lembaga pendidikan bertaraf global. Abidin berharap Unisma dapat terus meningkatkan reputasinya sebagai perguruan tinggi unggulan yang ada di Indonesia.
“Untuk almamater tercinta. Unisma adalah kampus yang sudah sangat berpengalaman, sudah lama eksis di negeri ini, kampus yang memiliki reputasi yang luar biasa,” ucapnya.
Kepada alumni dan juga calon mahasiswa baru, Abidin membagikan pengalaman yang diperolehnya bahwa kampus Unisma menjadi partner dalam pengembangan karir mahasiswa maupun alumni, melalui reputasi yang telah terbangun dengan baik dan juga jejaring di dalam dan luar negeri yang begitu luas.
“Dengan reputasi long standing eksistensinya, Unisma ini menjadi semacam partner dalam pengembangan karir kota nanti. Saya merasakan bagaimana Unisma menjadi support system yang betul-betul kita butuhkan ketika mengawali atau memulai karir, apapun karir kita,” terang Abidin.
10 tahun memimpin Thursina IIBS, beragam inovasi telah dihadirkan Abidin dengan menyiapkan staf pengajar profesional yang rata-rata berasal dari lulusan kampus ternama dari dalam dan luar negeri.
Santri Thursina IIBS juga berasal dari dalam dan luar negeri dengan komitmen menjadi One Of The Leading and World Class Islamic Boarding School dengan terus melakukan inovasi.
Wujud dari komitmen tersebut adalah pengembangan kurikulum yang mengadopsi kurikulum internasional Cambridge untuk program akademik dan juga kurikulum Al Azhar As Syarif untuk program Diniyah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















