Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 937 mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi dikukuhkan sebagai lulusan dalam Wisuda ke-75 di Graha Polinema, Sabtu (31/10/2026). Para lulusan didorong tidak sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pada wisuda kali ini, 937 lulusan berasal dari 27 program studi. Mereka merupakan lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai diploma, sarjana, hingga magister. Termasuk peserta program joint degree, beasiswa, dan kerja sama kemitraan.
Sepanjang 2026, Polinema telah mewisuda sedikitnya 2.404 lulusan. Sementara itu, sebanyak 1.200 calon lulusan dijadwalkan mengikuti wisuda pada akhir tahun 2026.
Direktur Polinema Ir Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Terlebih, dunia kerja saat ini mengalami perubahan cepat akibat perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam momentum yang masih hangat dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, ia mengajak para lulusan benar-benar menjadi generasi yang mampu menciptakan perubahan. Termasuk menghadirkan solusi atas persoalan di tengah masyarakat serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
“Generasi muda ini adalah salah satu harapan kita di masa depan. Kami berharap para lulusan bisa menjadi agen perubahan, menjadi manusia-manusia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara,” tuturnya.
Menurutnya, kontribusi lulusan tidak hanya diukur dari keberhasilan memperoleh pekerjaan atau membangun karier. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, dan memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Direktur Polinema Paparkan Strategi Lulusan Terserap Dunia Kerja dan Kewirausahaan Mahasiswa
Supriatna juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin sulit diprediksi. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Terlebih, perkembangan AI tidak lagi bisa dihindari. Teknologi tersebut telah mengubah cara manusia bekerja dan berpotensi menggeser sejumlah pekerjaan lama sekaligus melahirkan profesi baru.
“Perubahan teknologi itu tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mengadaptasikan perubahan tersebut sehingga kita tidak tertinggal, tetapi justru bisa memanfaatkannya untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan, penggunaan AI harus disertai tanggung jawab dan kebijaksanaan. Teknologi dapat memberikan manfaat besar, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan apabila disalahgunakan. Karena itu, para lulusan diharapkan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal positif.
Supriatna juga menyoroti perubahan pola kerja masa depan. Mulai dari meningkatnya sistem kerja fleksibel, kebutuhan keterampilan digital, hingga munculnya profesi baru seiring perkembangan otomatisasi dan AI.
Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup. Lulusan juga perlu memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat.
Baca juga: Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika
Untuk menjawab tantangan tersebut, Polinema terus menyesuaikan proses pendidikan melalui pembaruan kurikulum, penguatan praktik dan magang industri, hingga digitalisasi pembelajaran.
Kampus juga memperluas keterlibatan dunia industri dalam penyusunan kurikulum, pembelajaran, dan pendampingan tugas akhir mahasiswa.
Upaya tersebut diarahkan agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Penerapan Outcome Based Education (OBE), Outcome Based Curriculum (OBC), dan Outcome Based Assessment (OBA) turut diperkuat untuk memastikan capaian pembelajaran mahasiswa.
Baginya, keberhasilan di masa depan bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling unggul saat ini. Melainkan oleh mereka yang mau terus berkembang dan mampu menyesuaikan diri.
Dengan bekal kompetensi, karakter, dan kepedulian sosial, lulusan Polinema diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang berdampak bagi lingkungan sekitarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































