MALANG, Tugumalang.id – Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T, M.T menyampaikan strategi lulusan bisa langsung terserap ke dunia kerja dan juga menekuni dunia kewirausahaan.
Hal ini disampaikan Supriatna dalam acara wisuda belum lama ini. Ia menyampaikan penyerapan lulusan Polinema ke dunia kerja mencapai sekitar 85 persen.
Pihak juga menyampaikan data terbaru per Agustus 2026 bahwa mayoritas alumni telah memperoleh pekerjaan dan sebagian memilih menekuni kewirausahaan. Namun, Supriatna menjelaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara.
Baca Juga: Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar
“Untuk tahun 2026 memang masih progres, jadi saya belum bisa menyebutkan data validnya. Tapi untuk pendataan sampai bulan Agustus, periode yang kemarin, kita berada di angka sekitar 85 persen dari alumni yang sudah selesai lulus dan sudah bekerja,” ujarnya.
Upgrade Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri
Lebih lanjut, Supriatna menanggapi kekhawatiran tentang kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa dunia usaha terus berbuah secara dinamis, Polinema menjawab tantangan tersebut dengan upgrade kurikulum secara berkelanjutan agar ilmu yang diajarkan tetap relevan di lapangan.
“Sepanjang kita terus memperbarui, relevansi dan kualitas yang dihasilkan masih relatif terjaga. Dari hasil tracer study, dari 100 persen lulusan, 85 persennya sudah bisa terserap ke dunia kerja,” jelas Supriatna.
Pembaruan kurikulum ini dilaksanakan sejak mahasiswa baru hingga menjelang menyelesaikan studi. Tidak hanya kurikulum yang menjadi perhatian, Polinema juga fokus di aspek pembelajaran yang adaptif dengan perkembangan teknologi saat ini.
Baca Juga: Tim Dosen Polinema Dampingi UMKM Alir Coffee Kembangkan Sabun Mandi Beraroma Kopi
Selain itu juga fokus pada pembentukan soft skill dan karakter khas lulusan Polinema. Evaluasi dijalankan setiap tahun melalui revisi kecil dan penyempurnaan, sedangkan evaluasi skala besar dilakukan setiap empat hingga lima tahun.
Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan
Untuk menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan di bidang kewirausahaan, Polinema membuka ruang seluas-luasnya. Mahasiswa khususnya mahasiswa baru disarankan untuk bergabung dengan unit kegiatan di bidang kewirausahaan, khususnya UKM Usaha Mahasiswa (USMA) yang mendampingi anggotanya melalui program pembinaan wirausaha.
Secara akademis, seluruh program studi mewajibkan mata kuliah pembinaan perusahaan minimal dua SKS. Kegiatan ini di bawah koordinasi pembinaan karier dan pembinaan perusahaan kampus menjalankan program mahasiswa perusahaan sebagai pintu bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis.
“Mahasiswa yang sudah punya ide bisnis bisa mengajukan proposal. Tim Inkubator Bisnis akan menilai kelayakan proposal tersebut. Jika layak, kampus akan memberikan modal awal sesuai kemampuan kampus dan proposal yang diajukan,” papar Supriatna.
Nantinya mahasiswa yang lolos seleksi, dana pembinaan diberikan sebagai modal awal untuk berlatih berwirausaha. Nilainya bervariasi tergantung proposal, secara keseluruhan kampus akan memberikan alokasi dana untuk mendukung program kewirausahaan, yang disesuaikan pada jumlah proposal yang masuk dan layak.
Gelar Karya Mahasiswa yang Rutin Digelar
Strategi kampus untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, salah satunya dengan rutin menggelar expo dan pameran kreativitas. Program ini dilaksanakan empat kali dalam setahun untuk mewadahi kreativitas mahasiswa.
Beberapa produk yang dihasilkan mahasiswa dipamerkan di expo tersebut. Kegiatan ini juga melibatkan mitra industri dalam dan dari luar negeri, salah satunya perusahaan asal Tiongkok yang turut berpartisipasi di program ini.
“Dengan kombinasi antara penyerapan lulusan yang tinggi dan dukungan penuh terhadap kewirausahaan. Polinema berharap lulusannya tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































