Malang, Tugumalang.id – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerapkan sistem termo separasi untuk meningkatkan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di UMKM VCO CKAL 58, Kabupaten Blitar.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Program itu menjadi upaya mendorong penguatan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Tim dosen Polinema menerapkan sistem termo separasi santan untuk meningkatkan proses produksi dan menjaga konsistensi mutu VCO. Teknologi tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan hasil samping pengolahan kelapa agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Ketua Tim PKM Polinema, Dr. Muhammad Rifa’i, S.T., M.T., mengatakan teknologi termo separasi dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mitra sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil samping produksi.
“Sistem termo separasi ini dirancang untuk membantu mitra mempercepat proses pemisahan santan, sekaligus menjaga mutu VCO. Kami juga mendorong pengelolaan limbah padat agar tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi yaitu minyak kelapa,” jelasnya.
Baca juga: Polinema Dampingi POS PAUD Asparaga Susun Safety Plan
Teknologi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kapasitas produksi mitra. Dengan penerapan sistem ini, proses pengolahan diharapkan berlangsung lebih efisien, higienis, dan konsisten tanpa mengabaikan kualitas VCO yang dihasilkan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan. Mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat, pengujian fungsi, penyerahan teknologi, demonstrasi pengoperasian, hingga pelatihan kepada pemilik dan pekerja.
Tim juga memberikan pendampingan mengenai prosedur keselamatan kerja, pengendalian suhu, pembersihan dan perawatan alat, pengendalian mutu, serta pencatatan hasil produksi.
Pendampingan tersebut diharapkan membuat mitra tidak hanya mampu menggunakan teknologi baru, tetapi juga memahami cara menjaga performa alat dan mengintegrasikannya ke dalam proses produksi sehari-hari.
Hasil Samping Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Program pengabdian Polinema tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi VCO. Program tersebut juga mendorong penerapan konsep produksi berkelanjutan melalui pemanfaatan hasil samping pengolahan kelapa.
Salah satu hasil samping berupa santan kental dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk menghasilkan minyak kelapa. Dalam proses tersebut, bahan diaduk secara terus-menerus hingga menghasilkan minyak kelapa dan blondo.
Pemanfaatan hasil samping ini diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan sekaligus menciptakan peluang sumber pendapatan tambahan bagi UMKM VCO CKAL 58.
Dengan demikian, teknologi yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat pada satu tahapan produksi, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pengolahan yang lebih efisien dan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya secara maksimal.
Baca juga: Polinema Beri Pendampingan BUMDes Wringinsongo untuk Memperkuat Pelaporan Keuangan Digital
Program yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Malang ini dilaksanakan oleh tim lintas bidang yang diketuai Dr. Muhamad Rifa’i, S.T., M.T. Tim terdiri atas Dr. Beauty Anggraheny Ikawanty, S.T., M.T., Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D., Dr. Widjanarko, S.T., M.T., dan Dr. Zakijah Irfin, S.T., M.T.
Tim berharap penerapan sistem termo-separasi mampu meningkatkan kapasitas produksi, konsistensi mutu, dan keselamatan kerja di UMKM VCO CKAL 58.
Efisiensi proses juga menjadi modal penting bagi mitra untuk memenuhi permintaan pasar dengan lebih baik.
Program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM. Kolaborasi antara keahlian Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Kimia menjadi bagian penting dalam pengembangan serta penerapan teknologi tersebut.
Ke depan, keberlanjutan program akan diarahkan melalui perawatan teknologi, evaluasi proses produksi, pengembangan produk samping, serta penguatan manajemen usaha.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, UMKM VCO CKAL 58 diharapkan semakin mampu mengoptimalkan teknologi, mengurangi limbah, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan produk bernilai ekonomi. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan memperkuat kemandirian dan daya saing UMKM pengolahan kelapa di Kabupaten Blitar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: RIlis Polinema
editor: jatmiko





























