Malang, Tugumalang.id – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Seminar Literasi Pasar Modal di Gedung FEB Unikama, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa baru dan masyarakat dengan pemahaman investasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Seminar bertaraf nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) OMBAK sekaligus perayaan Dies Natalis FEB Unikama ke-24. Materi yang disampaikan berfokus pada strategi inklusi keuangan di pasar modal.
Melalui kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur dan PT Phintraco Sekuritas, FEB Unikama menghadirkan ruang edukasi interaktif yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri keuangan.
Direktur Galeri Investasi (GI) BEI FEB Unikama, Dr. Supami Wahyu Setiyowati, SE., MSA., mengatakan seminar tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas literasi finansial generasi muda. Pemahaman keuangan yang baik diharapkan membuat mereka tidak mudah terjebak dalam persoalan finansial.
“Setelah keluar dari ruangan ini, peserta diharapkan tidak hanya paham secara teori, tetapi juga berani mengambil langkah nyata menjadi investor muda yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Sementara itu, Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., menegaskan tema seminar selaras dengan visi fakultas untuk melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi global.
Baca juga: Yudisium Pascasarjana Unikama Tekankan SDM Unggul Berbasis Kearifan Lokal
Dia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti tren investasi. Mereka juga harus mampu mengkaji berbagai instrumen investasi secara objektif dan rasional berdasarkan pengetahuan yang valid.
“Tema kegiatan hari ini Strategi Inklusi Keuangan di Masa Muda dan Cerdas Berinvestasi Bagi Generasi Muda’ sangat relevan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi saat ini,” kata dia.
Rita juga menekankan pentingnya memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif untuk membangun masa depan finansial. Namun, langkah tersebut harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai.
Mahasiswa dan generasi muda diharapkan tidak hanya tergiur keuntungan sesaat. Mereka perlu memahami instrumen dan risiko investasi, memastikan legalitas produk, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang tepat.
Investor Muda Mendominasi Pasar Modal
Sesi inti seminar berfokus pada pengenalan mekanisme investasi yang aman, rasional, dan berbasis manajemen risiko. Melalui pemaparan para pimpinan instansi keuangan, peserta diajak memahami investasi saham sebagai instrumen untuk membangun kekayaan jangka panjang.
Investasi saham di pasar modal juga dijelaskan sebagai aktivitas yang sah, transparan, dan berada di bawah pengawasan otoritas jasa keuangan.
Sesi pertama menghadirkan Kepala Wilayah Jatim Kantor Perwakilan BEI Jatim, Cita Mellisa, SE., MM. Dia memaparkan potret dan struktur pasar modal Indonesia.
Cita menjelaskan, partisipasi investor domestik dari kelompok usia di bawah 30 tahun telah mendominasi lebih dari 55 persen total investor pasar modal nasional. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran generasi muda dalam perkembangan pasar modal Indonesia.
Baca juga: Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi
Dia juga mengupas empat hambatan utama yang kerap dikeluhkan calon investor pemula. Mulai anggapan bahwa saham tidak halal, kebutuhan modal yang besar, risiko tinggi, hingga rumitnya analisis investasi.
Berdasarkan data pasar modal syariah yang didukung 24 fatwa DSN-MUI serta pengakuan global sebagai Best Islamic Capital Market, investasi saham dinilai aman dan sesuai prinsip syariah.
Perkembangan teknologi digital juga membuat investasi saham semakin terjangkau. Mahasiswa kini dapat memulai investasi dengan modal berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
Mahasiswa Dikenalkan Manajemen Risiko Investasi
Pada sesi berikutnya, perwakilan PT Phintraco Sekuritas Kantor Cabang Surabaya, Fajar Imanuddin, AASI., memberikan pembekalan teknis mengenai gaya investasi saham yang sehat dan terarah.
Mengacu pada modul pelatihan, Fajar menekankan pentingnya mengubah pola pikir investor pemula. Mereka tidak cukup hanya bertanya, “besok harganya naik nggak?” tetapi perlu mulai menganalisis, “apakah bisnis perusahaannya akan tumbuh?” dalam jangka panjang.
Peserta juga diajak mengenali roadmap finansial mahasiswa melalui konsep “Ceban jadi Investor”. Kebiasaan menyisihkan uang saku secara disiplin dapat menjadi fondasi untuk mencapai level investor profesional.
Selain itu, Fajar memaparkan pentingnya manajemen risiko. Di antaranya menghindari pembelian saham menggunakan dana utang, tidak terjebak fenomena Fear of Missing Out (FOMO), serta melakukan diversifikasi portofolio.
Melalui aplikasi Profits Anywhere dari Phintraco Sekuritas, mahasiswa juga dibekali keterampilan praktis untuk memantau pergerakan pasar secara real-time. Aplikasi tersebut sekaligus digunakan untuk mempraktikkan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































