Malang, Tugumalang.id – DPUPR-PKP Kota Malang memberikan alarm soal eksistensi mata air di Kota Malang. Sejauh ini, sudah ada 3 sumber air penopang layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Malang yang sudah kering.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR PKP Kota Malang, Ade Herawanto mengungkapkan bahwa ada 50 SPAM yang tersebar di Kota Malang. Namun yang aktif saat ini tinggal 47 SPAM dan dikelola oleh Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM).
“Dulu ada 50, yang mati 3 baik mati airnya maupun pengurusnya. Sekarang tinggal 47,” kata Ade, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Air PDAM atau Air Sumur? Pilihan Bijak Penggunaan Sumber Air di Kota Malang
Menurutnya, rata rata SPAM yang ada di Kota Malang memanfaatkan sumur bor dengan kedalaman 200-250 meter di bawah permukaan tanah untuk penyediaan air baku. Berhentinya operasional 3 SPAM tersebut menurutnya adalah indikasi kuat bahwa mata air telah mengering.
“Itu salah satu indikasi bahwa ternyata sumur yang dibor 21 tahun yang lalu, salah satunya di Hamit Rusdi itu mati sumbernya. Berarti airnya sudah nggak ada,” ungkapnya.
Ia memandang bahwa eksistensi sumber air masa depan telah mendapat alarm. Ade berharap mata air di Kota Malang tetap eksis untuk generasi selanjutnya.
“Bagaimana untuk tahun 3000 sekian, jangan sampai anak cucu kita malah nggak bisa minum. Atau mungkin seperti di Arab Saudi ngambil dari Laut Merah disuling dan segala macam,” ujarnya.
Sebagai upaya pembatasan sumur bor baru yang juga berpotensi menurunkan permukaan tanah, Ade menyebutkan bahwa Pemkot Malang melalui DPUPR PKP Kota Malang juga tengah menggodok penyusunan Perda tentang Konservasi Sumber Daya Air.
“Salah satu semangatnya adalah sudah tidak boleh ngebor lagi sekarang,” ucapnya.
Baca juga: PDAM Kota dan Kabupaten Malang Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Pemanfaatan Mata Air Sumber Pitu
Dikatakan, keberadaan 47 SPAM dan operasional Perumda Tugu Tirta saat ini sudah mencukupi untuk pemenuhan air baku di Kota Malang.
“Yang ada sekarang sudah cukup. Jangan ada pengeboran sumur baru lagi,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























