MALANG, Tugumalang.id – Candi Kidal yang merupakan peninggalan Kerajaan Singosari menjadi salah satu pilihan wisata edukatif pada momen Libur Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Candi yang berada di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini memiliki Relief Garudeya yang dikenal sebagai cikal bakal lambang negara Garuda Pancasila.
Juru Pelihara Candi Kidal, Mulyanto, mengatakan Candi Kidal dikunjungi lebih dari 700 orang setiap bulan. Jika dirata-rata, jumlah kunjungan mencapai sekitar 20-25 orang per hari. Namun hingga Senin (1/6/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat lebih dari 30 pengunjung telah datang ke kawasan candi.
“Hari ini dan libur panjang kemarin cukup banyak pengunjung,” ujar Mulyanto.
Baca juga: Penutupan ICCF 2025 di Candi Kidal, Malang Raya Sukses Jadi Tuan Rumah
Ia menjelaskan, sebagian besar pengunjung datang untuk melihat langsung bangunan yang menjadi tempat pendarmaan raja kedua Kerajaan Singosari, Anusapati. Selain itu, tidak sedikit wisatawan yang tertarik mendalami sejarah yang melekat pada candi tersebut.
“Di saat ada Hari Raya Hindu, banyak tamu yang datang untuk bersembahyang,” ujar pria berusia 62 tahun itu.

Pesona Candi Kidal juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Setiap bulan, sekitar 50 wisatawan asing tercatat berkunjung ke situs bersejarah tersebut.
“Biasanya wisatawan mancanegara datang bersama pemandu atau tour guide,” imbuh Mulyanto.
Candi Kidal berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Malang. Letaknya yang berada cukup jauh dari pusat kota membuat situs sejarah ini belum menjadi destinasi wisata yang populer. Meski demikian, setiap hari selalu ada pecinta sejarah yang datang untuk menyaksikan langsung peninggalan Kerajaan Singosari tersebut.
Baca juga: Menelisik Bentuk Sanggul dan Busana di Candi Jago dan Candi Kidal
Ruang sembahyang yang berada di dalam candi hingga kini masih dibuka bagi umat Hindu yang ingin beribadah. Namun, area tersebut tidak diperkenankan untuk dimasuki wisatawan yang hanya ingin berkunjung atau mengambil foto.
“Selain untuk menjaga struktur candi, kita juga harus menghormati tempat ibadah. Jadi tidak bisa dimasuki sembarangan,” tutup Mulyanto.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























