Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Menelisik Bentuk Sanggul dan Busana di Candi Jago dan Candi Kidal

Perkumpulan Perempuan Bersanggul Nasional (PBN)

Redaksi by Redaksi
September 6, 2021 7:21 pm
in Sastra & Budaya
Sanggul

Ki Suryo memberikan penjelasan pada perkumpulan Perempuan Bersanggul Nasional (PBN)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG- Malang tergolong daerah paling tua di Jawa sehingga menyimpan banyak sejarah dengan catatan kejayaannya. Malang sebagai cikal bakal kerajaan besar di Jawa masih menyisakan beberapa benda, bangunan, struktur, Situs termasuk kawasan cagar budaya. Sebut saja masa kejayaan kerajan Kanjuruhan ada penggilan Candi Badhut. Sedangkan masa kerajaan Songosari masih tersisa Candi Jago dan candi Kidal

Berkaitan dengan pemanfaatan situs cagar budaya Ada banyak cara yang dilakukan oleh komunitas pelestari dan pecinta budaya. Salah satunya adalah belajar sejarah tentang situs cagar budaya. Minggu, 5 September 2021 Perkumpulan PBN (Perempuan Bersanggul Nasional) bertandang ke Candi Jago dan Candi Kidal yang keduanya berada di Kecamatan Tumpang kabupaten Malang. Mereka sebagian besar adalah ibu-ibu bersanggul dan berkebaya dan sebagian lainnya para remaja ingin belajar tentang candi dan relief yang mengelilinginya.

READ ALSO

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Doa-doa

Ki Suryo memberikan penjelasan kepada perkumpulan Perempuan Bersanggul Nasional (PBN). dok

Disampaikan Ries Handana Prawiradirja ketua PBN saat berkunjung ke situs-situs cagar budaya bahwa :”kunjungan ke peninggalan sejarah tidak sekedar untuk berwisata dan berfoto-foto saja akan tetapi selalu mempelajari latar belakang sejarah serta mempelajari cerita cerita yang ada di relief relief candi”. Tidak sekedar mengaguni keindahan arsitektur candi akan tetapi berupaya mendapatkan data dan informasi tentang candi yang di kunjungi

Saat di Candi Kidal rombongan PBN di temui Ki Suryo juru pelihara candi dijelaskan bahwa dalam susatra Jawa kuno, terdapat mitos yang terkenal di kalangan masrakyat, yaitu mitos Garudheya, seekor garuda yang berhasil membebaskan ibunya dari perbudakan dengan tebusan air suci amerta (air kehidupan).

Konon relief mitos Garudheya dibuat untuk memenuhi amanat Anusapati yang ingin meruwat Ken Dedes, ibunda yang sangat dicintainya. Mitos Garudheya tertuang secara lengkap dalam relief di seputar kaki candi. Untuk membacanya digunakan teknik prasawiya (berlawanan dengan arah jarum jam), dimulai dari sisi selatan

Setelah itu rombongan bergeser ke candi Jago dan Ki Suryo kembali menceritakan banwa Salah satu relief Buddhistis yang ada di Candi Jago adalah relief Kunjarakarna. Singkatnya, relief ini menceritakan tentang Kunjarakarna yang meminta kepada Hyang Wairocana untuk dapat mencapai pembebasan yang seutuhnya. Saat itu, Kunjarakarna yang sedang bertapa di gunung Semeru ingin bertemu Hyang Wairocana.

Ki Suryo menjelaskan bahwa menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton, pembangunan Candi Jago atas perintah Raja Kertanagara ini berlangsung sejak tahun 1268 M sampai dengan tahun 1280 M, sebagai penghormatan bagi ayahandanya Raja Singasari ke-4, Sri Jaya Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. “Walaupun dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari bahwa Candi Jago merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit”. Terang Ki Suryo

“Di relief candi tersebut dapat di katakan sangat mirip dengan gaya sanggul wanita-wanita bali pada saat ini” Ungkap Ries Handana Prawiradirja yang berprofesi sebagai seorang arsitek.Jawa. Saya menemukan di relief terdapat wanita mengenakan kemben dengan jarik yang diwiru dan dengan rambut disanggul, tata busana dan gaya rambut mirip sekali dengan tata busana dan gaya rambut perempuan Majapahit yang dapat dilihat di patung-patung wanita Majapahit koleksi Museum Empu Tantular.

Sementara itu Sany Repriandini Koordinator PBN Malang Raya menyampaikan Pada relief candi banyak digambarkan bagaimana busana perempuan Jawa pada waktu itu. bagaimana bentuk bentuk sanggul ornamen motif kain dan jarik waktu itu, yang diharapkan dapat mengispirasi untuk desain2 jarik dan busana di masa depan tanpa tercabut dari akar budaya.

“Harapan kami setelah mendapatkan penjelasan dari relief candi ini, kami bisa melestarikan ragam busana yang menjadi kebanggaan masyarakat jawa,” pungkasnya.(*)
Editor : Soejatmiko

Tags: Candi JagoCandi KidalPBNPerempuan Bersanggul Nasional

Related Posts

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang
Sastra & Budaya

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Selasa, 11 Agu 2026
Ilustrasi doa-doa. Foto/dok
Sastra & Budaya

Doa-doa

Minggu, 26 Jul 2026
Ayat-Ayat Luka
Catatan

Ayat-Ayat Luka

Minggu, 19 Jul 2026
Novel Alternate Universe
Sastra & Budaya

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Kamis, 25 Jun 2026
Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Jumat, 17 Apr 2026
5 Novel Chicklit
Sastra & Budaya

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Sabtu, 28 Mar 2026
Next Post
aqua dwipayana

Dr Aqua Dwipayana: Korsa yang Hebat Hanya Bisa Muncul dari Tim yang Kuat dan Kompak

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.