Malang – Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk menata Pasar Gadang Kota Malang. Wali Kota Malang turun langsung menagih janji pedagang sekaligus melakukan relokasi secara simbolis pada Rabu (1/4/2026).
Terpantau, sebagian pedagang mulai melakukan pembongkaran lapak untuk pindah ke tempat relokasi. Namun, masih terdapat sejumlah pedagang yang tetap berjualan di tepi jalan area Pasar Gadang.
Padahal, Pemkot Malang berencana melakukan penataan pasar sekaligus pembangunan jalan kembar. Relokasi awalnya ditargetkan pada Desember 2025. Namun, pedagang meminta relokasi dilakukan setelah Lebaran, tepatnya mulai H+7 Idul Fitri 2026 hingga akhir Maret 2026, dengan kesepakatan pedagang memindahkan lapak secara mandiri ke tempat relokasi.
“Jadi ini saya menagih janji. Pada saat puasa kemarin kami datang ke sini, mereka berjanji April semua tuntas. Tapi memang ada beberapa kendala hujan, kemudian masih ada pedagang yang ingin menunda dan lain-lain,” kata Wahyu.
Baca juga: Relokasi Pedagang Pasar Gadang Malang Dimulai, Sebagian Pedagang Berjualan di Tepi Jalan
Relokasi Simbolis Jadi Penegasan Keseriusan Pemkot
Wahyu bersama jajaran, termasuk Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono, melakukan relokasi lapak pedagang Pasar Gadang secara simbolis.
“Ini sebagai simbolis bahwa Pemerintah Kota Malang serius dan tidak main-main soal membatasi waktu,” ujarnya.
Setelah relokasi simbolis tersebut, Wahyu meminta seluruh pedagang Pasar Gadang segera pindah ke tempat relokasi. Pemerintah Kota Malang memberikan toleransi waktu selama satu minggu ke depan, termasuk bagi pedagang yang masih berjualan di tepi jalan Pasar Gadang.
“Sampai dengan satu minggu, kami kasih kesempatan satu minggu. Mereka yang berada di pinggir jalan untuk pindah ke dalam (tempat relokasi),” tegasnya.
Pembangunan Jalan Kembar Tunggu Relokasi Rampung
Setelah relokasi selesai, pembangunan jalan kembar Pasar Gadang akan segera dimulai. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,9 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, pelaksanaan pembangunan tersebut bergantung pada rampungnya relokasi pedagang tanpa gejolak.
“Tadi saya juga koordinasi dengan Kadis PUPR PKP bahwa terkait dengan DAK yang Rp 14,9 miliar ini sudah akan mulai proses. Jadi kami tidak bisa menunda,” jelasnya.
“Apabila dalam satu minggu ini pedagang yang di depan belum pindah, kami nanti yang akan menyelesaikan untuk bisa memindah,” imbuhnya.
Wahyu menjelaskan, akses jalan di Pasar Gadang akan dibangun menjadi jalan kembar lengkap dengan median jalan, mulai dari Jembatan Pasar Gadang hingga Simpang 4 Pasar Gadang. Ia berharap para pedagang dapat memahami bahwa penataan ini merupakan upaya perbaikan bersama.
Baca juga: Suasana Relokasi Pedagang Pasar Gadang Malang
Kondisi Pasar Gadang Dinilai Sudah Mendesak Ditata
Kondisi akses jalan di Pasar Gadang saat ini dinilai cukup memprihatinkan. Selain kemacetan akibat aktivitas bongkar muat kendaraan, kondisi jalan juga banyak berlubang, becek, serta tercium aroma tidak sedap.
“Kami sudah beriktikad baik. Kami rencana mulai Desember (relokasi), tapi pedagang minta setelah Lebaran. Lalu minta setelah ketupatan, sehingga kami batasi April. Jadi hari ini kami menagih janji bersama Wawali dan DPRD. Karena penataan pasar ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat Kota Malang,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Malang mencatat terdapat sekitar 1.200 pedagang di Pasar Gadang. Tempat relokasi juga telah disiapkan untuk menampung seluruh pedagang. Penataan Pasar Gadang diharapkan menjadi momentum perbaikan infrastruktur sekaligus peningkatan kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























