Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang menargetkan proses relokasi pedagang Pasar Gadang dimulai pada H+7 Idul Fitri 2026 hingga akhir Maret 2026. Namun hingga kini, relokasi belum berjalan secara masif. Sebagian pedagang baru mulai melakukan pembongkaran kios, bahkan masih banyak yang tetap berjualan di tepi jalan. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat rencana pembangunan jalan kembar Pasar Gadang.
Terpantau di lokasi, sejumlah pedagang yang berlapak di tepi jalan masih menjalankan aktivitas jual beli seperti biasa. Sebagian dari mereka yang tidak memiliki kios memilih menjadi pedagang kaki lima dengan berjualan di pinggir jalan, sehingga mempersempit ruas jalan. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi, ditambah kondisi jalan yang becek dan menimbulkan kesan kumuh.
“Sebagian sudah mulai bongkar-bongkar untuk relokasi. Saya belum dapat tempat relokasi,” kata salah satu pedagang kaki lima yang berjualan daging ayam.
Baca juga: Relokasi Pedagang Pasar Gadang Ditarget Tuntas H+7 Lebaran 2026
Aktivitas Pedagang Masih Padat, Jalanan Macet dan Kumuh
Tak hanya macet, aroma tak sedap juga tercium di sepanjang jalan area pasar yang becek dan rusak. Sejumlah pengendara motor terlihat menutup hidung, bahkan mengaku merasa mual saat melintasi kawasan tersebut.
“Ampun, baunya mengganggu sekali. Padahal ini jalan raya. Saya harap pemerintah segera melihat ini,” kata Riki, salah satu pengendara motor yang melintas, Selasa (31/3/2026).
Diketahui, Pemkot Malang sebelumnya telah merencanakan penataan Pasar Gadang, termasuk pembangunan akses jalan baru. Awalnya, relokasi pedagang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
Namun, para pedagang meminta penataan dilakukan setelah Lebaran agar perekonomian tetap terjaga pada momen tersebut. Pemkot Malang kemudian menyepakati relokasi dilakukan setelah Lebaran dengan sistem pemindahan secara mandiri oleh pedagang. Area relokasi juga telah dibangun di belakang Pasar Gadang.
Hingga penghujung Maret 2026, sebagian pedagang baru mulai membongkar kios. Bahkan, sebagian lainnya masih berjualan di tepi jalan.
Relokasi Bertahap, Pembangunan Jalan Ditargetkan April 2026
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan tempat relokasi telah rampung dibangun sehingga pedagang sudah dapat melakukan pemindahan kios mulai H+7 Lebaran 2026.
“Pembangunan tempat relokasi sudah selesai. Lalu relokasi pedagang dilakukan secara bertahap mulai H+7 Lebaran. Ini sudah berproses, tentu tak bisa tergesa-gesa, mereka juga menata tempat barunya,” ujarnya.
Disinggung mengenai masih banyaknya pedagang yang berjualan seperti biasa, Eko menegaskan bahwa proses relokasi memang dilakukan secara bertahap. Ia optimistis relokasi dapat berjalan sesuai jadwal.
“Ini bertahap, terpenting mereka komitmen mau pindah ke tempat relokasi. Semoga cepat selesai,” ujarnya.
Baca juga: Full Beton, Pemkot Malang Pastikan Jalan Kembar Pasar Gadang Malang Segera Dibangun
Sementara itu, Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa pembangunan jalan kembar Pasar Gadang dijadwalkan dimulai pada April 2026.
“Pengerjaan jalan kami harap April ini sudah bisa dimulai, sesuai yang disampaikan Pak Wali Kota Malang. Karena Maret ini semua pedagang pasar sudah harus pindah ke tempat relokasi,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan pembangunan jalan sangat bergantung pada rampungnya relokasi pedagang Pasar Gadang.
“Jadi diharapkan akhir bulan ini secara mandiri pedagang pasar itu sudah bisa melakukan pembongkaran sendiri terhadap kios-kiosnya,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























