Tugumalang.id – Pembangunan Gedung Parkir Kayutangan telah rampung dan diresmikan operasionalnya pada Sabtu (10/1/2026). Kini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mewacanakan ekspansi daya tarik kawasan Kayutangan Heritage.
Rencananya, Kayutangan akan diintegrasikan dengan Alun Alun Merdeka, Dewan Kesenian Malang (DKM), Pasar Splendid, Tarekot, Alun Alun Tugu hingga Stasiun Malang.
Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa titik titik di sekitar Kayutangan tersebut memiliki potensi masing masing. Ia berencana mengintegrasikan titik titik tersebut menjadi kawasan wisata baru.
Baca Juga: Motor Dilarang Parkir di Kayutangan Heritage Mulai 7 Januari 2026
“Jadi nanti ini (Kayutangan) akan menyambung dengan kawasan yang ada. Seperti Splendid, DKM, Tarekot, Alun Alun Tugu, stasiun, termasuk Alun Alun Merdeka yang saat ini direvitalisasi. Kami akan tata,” ungkapnya.
Ia menggambarkan potensi menarik di gedung DKM sebagai rumah para seniman dan budayawan yang kerap menyuguhkan seni budaya nusantara. Rencananya, akan ditetapkan jadwal rutin seni budaya yang ada di DKM.
Di sisi lain, sejumlah lokasi itu juga akan dipoles agar bisa menjadi satu kawasan wisata terintegrasi. Misalnya Tarekot yang akan kembali dihidupkan daya tariknya.
Tak hanya itu, Wahyu menyebut juga akan menghidupkan kembali keberadaan Pasar Senggol di kawasan wisata terintegrasi tersebut. Untuk lokasinya, Wahyu berencana menempatkan Pasar Senggol di sekitar Pasar Splendid.
Baca Juga: Wajah Kayutangan Heritage Akan Diekspansi, Diintegrasikan dengan Pertunjukan Seni Budaya di DKM
Wahyu menyebut, Pasar Senggol akan menjadi solusi bagi keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini kadang ada di Alun Alun Merdeka hingga kawasan Kayutangan Heritage.
“Dulu saya kecil ada namanya Pasar Senggol. Nah, untuk mengatasi permasalahan PKL yang ada di alun alun, itu bisa dengan aktivasi Pasar Senggol,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























