MALANG, Tugumalang.id – Warga di sekitar Bendungan Lahor membuka paksa portal jalan yang menjadi tembusan dari arah Malang ke Blitar dan sebaliknya. Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes dan penolakan penarikan retribusi.
Sejak dibuka paksa pada Senin (30/3/2026), pengendara sepeda motor dan mobil bebas keluar masuk wilayah Bendungan Lahor tanpa membayar retribusi. Sebelumnya, setiap kendaraan wajib membayar retribusi sebesar Rp1 ribu untuk sepeda motor dan Rp3 ribu untuk mobil.
Hingga Rabu (1/4/2026) siang, portal masih terbuka lebar. Kendaraan roda dua maupun roda empat bebas masuk dan melintasi jalan di kawasan Bendungan Lahor.
Di pintu masuk, terpasang spanduk bertuliskan “Portal Gratis untuk Seluruh Rakyat Indonesia”. Terpasang juga beberapa spanduk bertuliskan “Roda 2 Gratis”.

Baca juga: Warga Perbatasan Malang-Blitar Gelar Demo, Desak Pembebasan Pungutan Jalan Bendungan Lahor
Perwakilan warga, Hadi Wiyono mengatakan aksi ini mereka lakukan karena merasa keberatan dengan kebijakan Perum Jasa Tirta I yang mewajibkan kendaraan membayar retribusi apabila hendak melintas di wilayah Bendungan Lahor.
“Pertimbangannya karena (menurut kami) nggak boleh ditarik retribusi. Itu bukan aset pemda, tapi milik BUMN,” ujar Hadi yang juga akrab disapa Pak Dur tersebut.
Ia menyebut, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2010, tentang Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I, BUMN tersebut hanya boleh mengelola air dan saluran irigasi.
“Bukan (mengelola) jalan,” kata Hadi.
Ia menambahkan, warga yang merasa keberatan tidak hanya yang tinggal di sekitar Bendungan Lahor saja. Bahkan ada juga warga dari Kepanjen hingga Dampit yang merasa keberatan dengan adanya retribusi.
Baca juga: Akses Keluar Masuk Kawasan Wisata Bendungan Lahor Kini Wajib Retribusi Non-Tunai, Ini Penjelasannya
Ia pun berharap jalan tembusan tersebut bisa digratiskan selamanya. Apabila Perum Jasa Tirta I kembali memberlakukan retribusi, ia yakin warga tidak akan tinggal diam.
“Pokoknya tuntutannya tidak boleh ada retribusi. Apakah (aksi protes dilakukan) sampai ada pembongkaran atau bagaimana, kami belum tahu,” tutup Hadi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























