Tugumalang.id – Akses masuk ke Kawasan Wisata Bendungan Lahor, Malang kini menerapkan sistem gate atau gerbang. Untuk melewatinya, pengendara roda empat maupun dua diwajibkan membayar retribusi menggunakan pembayaran non-tunai atau memakai kartu elektronik.
Diketahui, gerbang Kawasan Wisata Bendungan jadi objek vital dan bagian dari keamanan bendungan yang sebenarnya bukanlah jalan umum.
Namun seiring waktu jalan ini seolah menjadi jalan alternatif tidak sesuai peruntukannya. Maka pemberlakuan sistem gate ini diberlakukan.
Baca Juga: Jalan Pintas Malang-Blitar, Bendungan Lahor Terapkan Pembayaran Non Tunai Mulai 25 Desember 2024
Untuk mendukung hal tersebut penerapan gate pembayaran non tunai ditujukan untuk merekam jumlah, jenis dan identifikasi kendaraan yang melintas. Setiap kendaraan yang keluar masuk akan dikenakan biaya menggunakan metode non tunai.
Dalam perkembangannya, Perum Jasa Tirta (PJT) I sebagai BUMN pengelola bendungan akan membagi menjadi dua tahap. Untuk kendaraan roda empat atau mobil pembayaran non tunai sudah mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2025 lalu.
”Namun khusus roda dua kami baru melakukan sosialisasi dan baru akan mulai diberlakukan per 5 Januari 2026 mendatang,”ungkap Kepala Divisi Operasional Bisnis PJT I, Inni Dian Rohani, Selasa (15/7/2025).
Dian menerangkan pembayaran non tunai ini bisa dilakukan di gerbang masuk Kawasan Wisata Bendungan Lahor yang sudah menggunakan pintu portal otomatis seperti gerbang tol.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Minta Penghapusan Aset Tak Produktif, Termasuk Rumah Dinas di Cibubur
Pemberlakuan pembayaran non tunai ini untuk memudahkan proses pembayaran. Tentunya juga akan lebih efisien dibandingkan melalui pembayaran tunai.
Adapun, tarif kendaraan bagi masyarakat umum yang melintas untuk kendaraan roda 2 atau motor sebesar Rp1 ribu dan kendaraan roda 4 atau mobil sebesar Rp3 ribu.
Sedangkan bagi warga sekitar Bendungan Lahor baik di wilayah Malang dan Blitar yang setiap hari melintas bisa berlangganan dengan tarif yang lebih terjangkau dengan kartu member.
“Untuk roda 2 atau motor bagi pelajar sebesar Rp5 ribu per bulan dan roda 2 umum Rp15 ribu per bulan. Sedangkan tarif roda 4 berlangganan senilai Rp50 ribu per bulan,” jelas Dian.
Lebih lanjut, jauh sebelum penerapan gerbang dengan portal otomatis menggunakan kartu tol elektronik, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan uji coba. “Artinya pemberlakuan ini tidak mendadak.
Sejak Desember 2024 lalu kami sudah sosialisasi juga pada masyarakat dan sudah mulai diujicoba. Namun pemberlakuan memang kami terapkan secara bertahap,” ungkapnya.
Pihaknya menyarankan bagi pengendara yang sudah memiliki kartu tol elektronik tidak perlu membuat kartu lagi dan bisa langsung digunakan. Namun bagi yang belum memiliki kartu bisa mengurus di kantor pelayanan di dekat Gerbang Bendungan Lahor.
“Kami berharap melalui sosialisasi yang dilakukan dengan memasang baliho dan pengumuman melalui media sosial dan media online Ini bisa memberikan informasi bagi masyarakat yang akan melintas Bendungan Lahor atau mau berwisata,” jelasnya.
Sebagai informasi, sejumlah fasilitas yang didapat pengunjung atau wisatawan di Bendungan Lahor terbilang lengkap. Mulai tempat bermain anak, sentra kuliner, gazebo hingga wisata air menggunakan perahu yang cocok untuk liburan bersama keluarga.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























