MALANG, Tugumalang.id – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Malang Raya akan melakukan screening terhadap 2 ribu pelajar di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Screening ini dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit jantung pada anak-anak.
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari temuan bahwa penyakit jantung bawaan pada anak-anak bisa menyebabkan stunting. Seorang balita berusia 2,5 tahun asal Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang mengalami stunting dan sering sakit.
Baca Juga: Sekda Tak Hadir saat DPRD Kota Malang Evaluasi Penanganan Banjir Kota Malang
Balita berinisial AK tersebut hanya memiliki berat badan tujuh kilogram. Padahal, balita dengan usia 2,5 tahun semestinya memiliki berat badan sekitar 12 kilogram.
Usai dilakukan pemeriksaan, diketahui AK memiliki penyakit jantung bawaan. Ia pun segera mendapatkan penanganan medis dan saat ini menjalani observasi di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
“Belum lama ini ditemukan kasus stunting yang ternyata disebabkan adanya penyakit jantung bawaan. Balita ini awalnya stunting, kemudian ditelusuri dan ternyata penyebabnya adalah penyakit jantung,” terang Ketua YJI Malang Raya, Hanik Didik Gatot Subroto, Selasa (9/12/2025) kemarin.
Baca Juga: Warga Klayatan Kota Malang Dikeroyok dan Ditusuk Pemuda Mabuk
Berdasarkan temuan tersebut, screening dari YJI Malang Raya akan menyasar wilayah dengan angka stunting tinggi. Screening ini akan dilakukan pada siswa SMP dan SMA.
“Kami masih akan mencari lokusnya berdasarkan daerah yang banyak kasus stunting,” ujar Hanik.
Ia mengatakan, kasus penyakit jantung bawaan yang dialami anak-anak cukup banyak terjadi di wilayah Malang Raya. Namun, ia belum bisa menyebut angka persisnya karena perlu rekap data dari seluruh puskesmas.
Bahkan, data yang ada di puskesmas belum tentu akurat. Pasalnya, banyak penderita penyakit jantung bawaan yang tidak melakukan pemeriksaan di puskesmas, tidak paham gejala, dan sebagainya.
Selama ini, Hanik mendengar banyaknya kasus serupa dari kader-kader YJI yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui screening ini, ia berharap penyakit jantung bawaan yang dialami anak-anak bisa segera terdeteksi.
“Dari screening ini mungkin akan diketahui fenomena (kesehatan jantung) apa saja yang ada di Malang,” kata Hanik.
YJI Malang Raya akan menggandeng dokter spesialis jantung untuk kegiatan screening ini. Sementara teknis pelaksanaannya masih akan didiskusikan dengan kepala dinas kesehatan masing-masing daerah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























