Tugumalang.id – Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Kabupaten Malang menatap harapan baru dengan lahirnya lurah baru. Pelantikan lurah baru dilaksanakan bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat 27 Juni 2025.
Satu-satunya pesantren filsafat di Malang ini mendaulat Ahmad Farid Ramadhan sebagai lurah baru menggantikan Difan, lurah sebelumnya. Dalam sambutannya, Difan meminta kepengurusan baru untuk menjalankan tugas dengan hati.
“Kepemimpinan lurah ini harus diteruskan secara estafet ke generasi berikutnya. Harapannya, pengurus ini dapat menjalankan tugas dengan hati untuk pesantren yang kita cintai ini,” kata Difan dengan penuh haru.
Baca Juga: Santri Hadiahkan 12 Karya Buku untuk Ulang Tahun ke-12 Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Yayasan Al Farabi Kepanjen yang menaungi Pesantren Luhur Baitul Hikmah, Kiai Ach Dhofir Zuhry. Dalam pemaparannya penulis buku Filsafat Timur itu memberikan peghargaan pada pengurus sebelumnya. “Kepada Ustad Difan sebagai lurah demisioner saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya,” paparnya.
Menurutnya, Difan tetap memiliki kewajiban untuk membimbing para juniornya agar dapat menjalankan tugas dengan baik. “Bagi Ustad Farid, semoga dapat menjalankan harapan pesantren,” kata sosok yang akrab disapa Gus Dhofir itu.

Sosok yang juga penulis buku Filsafat untuk Pemalas itu memaparkan semangat filsafat di pesantren yang diasuhnya. Bahwa ontologinya adalah Spirit of CHANGE, (Creative, Holistic, Acceptability, Networking, Goal-oriented, Efficiency). Adapun epistemologinya adalahh SMART, yaitu Soft skill, Measurable, Actionable, Responsible dan Time-Bound,” katanya.
Baca Juga: Pesantren Luhur Baitul Hikmah Menenun Nalar Melalui Buku
“Sementara aksiologinya adalah kedalaman spiritual, keluhuran pekerti, kemajuan berpikir, dan pencapaian yang elegan,” pungkasnya.
Kemudian juga hadir sekretaris Yayasan Al Farabi, Ach. Faisol Arifin yang kemudian melantik lurah baru tersebut.

Ketua alumni Pesantren Luhur Baitul Hikmah, Ach Khoiron Nafis, saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa hal, terutama terkait meneladani hijrah Nabi yang menjadi awal perhitungan tahun Hijriah.
“Pada saat Nabi hijrah bersama Abu Bakar, beliau mengatakan jangan bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita. Makanya, nanti teman-teman usahakan menceritakan keluh kesah satu sama lain sebagaimana Abu Bakar,” kata dia.

Namun, berbeda ketika nanti para pengurus membicarakan masa depan. Teladannya adalah Nabi Musa, ketika dia lari dari Mesir dan bertemu dengan mertua Nabi Suaib. Saat itu Nabi Suaib bilang jangan takut dengan sesuatu yang ada di depan.
“Makanya nanti Ustad Farid jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan ustad Difan selaku pengurus sebelumnya. Jadi ada yang perlu diobrolkan dengan sahabat, dan ada juga di mana teman-teman perlu sudut pandang lain,” katanya.
Kemudian, dalam peristiwa Hijrah Nabi ditawarkan unta oleh Abu Bakar. Tetapi Nabi kemudian memilih untuk membeli unta tersebut. “Ini menunjukkan kalau kita mau berhijrah, entah dari satu tradisi ke tradisi yang lain, maka teman-teman harus punya modal. Jadi ada harga yang harus kita bayar,” paparnya.
Pesantren Luhur Baitul Hikmah sebagai pesantren filsafat memiliki beberapa program unggulan di antaranya English day dan kepenulisan. Pada program pertama para santri diajari berbahasa Inggris dengan sebaik-sebaiknya. Misalnya, dengan presentasi topik-topik filsafat menggunakan Bahasa Inggris.
Sementara pada program kedua diajari untuk menulis dan menerjemah. Diketahui sudah lahir dari para santri di sana berbagai karya buku dan terjemahan.
Selain itu, tentu saja penguasaan kitab kuning yang mumpuni. Yang tak kalah istimewanya, pesantren Luhur Baitul Hikmah juga diintegrasikan dengan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al Farabi.
Untuk infomasi lebih lebih lanjut dapat dibuka website Pesantren Luhur Baitul Hikmah (klik di sini).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Pesantren Luhur Baitul Hikmah
Editor: Herlianto. A





























