MALANG, Tugumalang.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang menggelar rukyatul hilal atau pengamatan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) sore di Kantor Bupati Malang yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen.
Kepala Stasiun Geofisika Malang, Mamuri mengatakan, hilal sudah dipastikan tidak terlihat meskipun pengamatan belum dilakukan. Hal ini didasarkan pada perhitungan sebelumnya yang menunjukkan hilal masih negatif di tanggal 17 Februari 2026.
“Hilal bisa dipastikan tidak terlihat di seluruh Indonesia,” ujar Mamuri kepada wartawan.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Wilayah Kota Malang
Ia menjelaskan, hari ini ketinggian hilal di Jayapura, Papua berada pada -2,41 derajat dan -0,93 di Tuapejat, Sumatra Barat. Artinya, hilal masih di bawah ufuk dan tidak terlihat.
Laporan ini akan diserahkan ke Kementerian Agama yang melakukan sidang isbat pada malam ini. Sementara itu, pihak BMKG Stasiun Geofisika Malang akan kembali melaksanakan rukyatul hilal pada Rabu (18/2/2026) sore di kantor mereka yang ada di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Mamuri menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan awal Ramadan 1447 H. Namun, diperkiraan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2/2026).
“Kalau hasil hilal hari ini masih negatif semua, kemungkinan awal Ramadan itu besok lusa,” kata Mamuri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























