Tugumalang.id – Wali Kota Batu Nurochman memberi instruksi percepatan administrasi agar program nasional Sekolah Rakyat bisa segera bergulir lancar. Sejauh ini, kesiapan sekolah rakyat di kota wisata ini sudah siap.
Hingga saat ini, sudah ada 75 anak dari keluarga kurang mampu di Kota Batu telah mendaftar sebagai peserta didik. Mereka akan mengikuti pembelajaran jenjang SMP dalam sistem asrama penuh. Tercatat 35 laki-laki dan 40 perempuan akan membentuk tiga rombongan belajar (rombel) di sekolah yang akan segera difungsikan ini.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan komitmennya untuk segera menuntaskan proses administrasi dan penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi para siswa.
Baca Juga: Kemensos Gandeng LPI Al-Hikmah Tata Sistem Belajar Mengajar di Sekolah Rakyat
”Saya menyambut baik antusiasme masyarakat. InsyaAllah, 75 anak ini segera kami tetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Kota Batu,” ungkap Cak Nur, sapaan akrabnya, Rabu (21/5/2025).
Sejauh ini, kesiapan bangunan sekolah rakyat yang berlokasi di PSPA Bhima Sakti ini juga terus dikebut. Tempat ini dipilih karena memiliki fasilitas memadai, seperti kamar-kamar serta ruang belajar yang mendukung sistem pendidikan berbasis boarding school. Konsep ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.
Sebelumnya, lokasi sekolah ini juga sempat ditinjau langsung oleh Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Jatim Khofifah.
Baca Juga: Mensos RI Pastikan Ijazah Sekolah Rakyat Setara dengan Sekolah Umum
Mereka juga bertemu langsung dengan para calon wali murid. Mensos Gus Ipul melihat langsung bagaimana Sekolah Rakyat mendapat sambutan hangat dari para orang tua calon siswa.
Sebelum berdialog dengan para orang tua, Gus Ipul terlebih dahulu menayangkan video pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen negara menghapus kemiskinan melalui akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Dalam sesi dialog, para orang tua menyampaikan harapan besar terhadap keberadaan Sekolah Rakyat. Pujiati, seorang buruh cuci, menilai sekolah ini dapat menumbuhkan kedisiplinan anak.
“Senang sekali, anak-anak jadi bisa ngaji teratur, sekolahnya juga teratur, nggak main HP terus,” ujarnya.
Orang tua lainnya, Anis Berti, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. “Alhamdulillah, saya terbantu sekali. Anak-anak punya semangat tinggi untuk sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Mensos,” katanya dengan haru.
Dari luar Kota Batu, dukungan serupa datang dari Suhadi, warga Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang. Ia menyambut baik program ini dan berharap keberlangsungannya tetap terjaga.
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program berkelanjutan yang menjadi komitmen negara. Melihat besarnya minat masyarakat dan kesiapan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat di Kota Batu akan menjadi salah satu percontohan nasional dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























