Tugumalang.id – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus memacu lahirnya calon guru masa depan yang berkompeten, termasuk kompetensi teknologi digital. Terbaru, kampus ini menggelar pelatihan bertajuk Membangun Kompetensi Guru Masa Depan Melalui Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI).
Para mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unikama dengan antusias mengikuti pelatihan yang melibatkan lembaga pelatihan dan sertifikasi International Better Learning Upgrader (IBLU) Academy.
Baca Juga: Unikama Jadi Lokasi Uji Petik Sistem Pengukuran Kinerja Dosen LLDIKTI VII
Kaprodi PPG Unikama, Dr. Dyah Tri Wahyuningtyas, S.Si., M.Pd. menjelaskan bahwa Coding dan AI penting untuk dikuasai calon guru masa depan. Baginya, kompetensi tersebut merupakan kebutuhan mutlak untuk menatap era transformasi digital yang kian bertumbuh pesat.
Ia menekankan, pembelajaran Coding dan AI menjadi pilar krusial dalam membangun kompetensi guru masa depan yang tangguh teknologi digital.

“Coding dan kecerdasan artifisial ini bukan sekadar keterampilan teknis saja, melainkan sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional, pemecahan masalah, inovasi, dan etika dalam memanfaatkan teknologi,” kata Dyah.
Di masa depan, guru tak hanya dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Tetapi juga harus mampu memadukan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. Meski begitu, integrasi teknologi ini juga membawa potensi tantangan moral yang besar.
Baca Juga: Menko Kumham Imipas Yusril Bawa Pesan Rawat Etika dalam Berdemokrasi di Unikama
“Sayangnya sekarang praktik yang menerobos etik dalam penggunaan AI itu sudah menjadi hal yang biasa. Tanggung jawab kita bukan sekadar membuat siswa bisa memakai AI, tapi bagaimana agar tools ini bisa dipakai dengan bijak dan dipahami koridor koridor etiknya,” tutur perwakilan IBLU Academy.
Sementara itu, Dekan FIP Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., memandang bahwa pengenalan coding dapat melatih para calon pendidik untuk berpikir logis, sistematis dan solutif.

Sedangkan, pemahaman mendalam mengenai AI membekali guru agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, baik untuk pembelajaran, personalisasi metode mengajar bagi siswa, maupun sebagai media pendukung kreativitas di dalam kelas.
Proses ini lantas diibaratkan seperti meracik sebuah hidangan yang matang, di mana mahasiswa PPG berperan sebagai bahan baku utamanya.
“Membangun kompetensi guru masa depan itu tidak gampang. Ibarat membuat kue, ramuannya harus lengkap dan bahannya juga harus jelas. Kesiapan anda di dalam berproses belajar itu sangat kami butuhkan,” tegasnya.
Meski teknologi menawarkan kecanggihan yang luar biasa, Cicilia juga menyoroti tantangan krusial terkait etika pemanfaatannya di kalangan mahasiswa saat ini. Ia mengingatkan agar para calon guru tidak terjebak pada budaya jalan pintas, seperti asal menyalin atau copy paste tugas menggunakan AI tanpa memahami esensi data lapangan yang riil.
“Kami berharap, lewat kolaborasi intensif dengan IBLU Academy yang dipimpin oleh Pak Hadis selaku manager beserta tim, pelatihan coding dan AI ini dapat melahirkan generasi pendidik hebat yang siap menjawab tantangan zaman,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlinto. A























