Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Sejarah Hari Buruh, Berkembang Berkat Kesadaran Buruh di Amerika Serikat dan di Indonesia Dimulai Sejak Era Kolonial Belanda

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2024 10:48 am
in News
Sejarah Hari Buruh yang ditetapkan setiap tanggal 1 Mei /Foto: pexels.com/ Kateryna Babaieva

Sejarah Hari Buruh yang ditetapkan setiap tanggal 1 Mei /Foto: pexels.com/ Kateryna Babaieva

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh dan menjadi hari libur nasional setiap tahunnya. Hari Buruh identik dengan aksi para buruh yang menuntut hak-hak kesejahteraan mereka sebagai pekerja.

Peringatan Hari Buruh pada tanggal 1 Mei diperingati oleh para buruh di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sejarah Hari Buruh atau May Day terjadi karena kesadaran buruh dalam menuntut hak-hak mereka sebagai pekerja.

READ ALSO

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Dimulai sekitar tahun 1880-an di Amerika Serikat, gerakan serikat buruh di Negeri Paman Sam itu menuntut jam kerja selama delapan jam sehari. Sebelumnya waktu bekerja para buruh tidak diatur dengan jelas berapa lama waktu mereka harus bekerja dalam sehari.

Baca Juga: Kenapa Hari Buruh Harus Demo? Begini Sejarahnya

Merasa tereksploitasi oleh para pemilik modal, para buruh di Amerika Serikat kemudian membuat aksi menuntut waktu bekerja selama delapan jam dalam sehari.

Berikut ini Tugumalang.id telah merangkum sejarah perkembangan Hari Buruh di dunia dan juga di Indonesia hingga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Sejarah Hari Buruh

Bermula dari tuntutan kaum buruh di Amerika Serikat perihal kejelasan waktu bekerja. Kemudian diiringi dengan peristiwa kerusuhan Haymarket pada tanggal 4 Mei 1886 di beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Para buruh melakukan aksi untuk mengakhiri dominasi kelas borjouis sebagai pemilik modal. Mereka menuntut jam kerja secara jelas dengan mempertimbangkan rasa kemanusiaan terhadap buruh. Kaum buruh menuntut jam bekerja selama delapan jam dalam sehari.

Baca Juga: Partai Buruh di Kota Batu Belum Terdaftar Peserta Pemilu 2024

Tetapi aksi buruh tersebut justru mendapat tindakan represif dari aparat keamanan setempat sehingga terjadilah peristiwa kerusuhan yang mengakibatkan banyaknya buruh meningal dunia dalam aksi tersebut.

Peristiwa Haymarket di Amerika Serikat itulah yang kemudian memantik kesadaran kaum buruh di seluruh penjuru dunia.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Pergerakan kesadaran buruh di Indonesia dimulai pada tanggal 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Twang Hee. Kaum buruh mengkritik harga sewa tanah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dirasa memberatkan para buruh dan tidak masuk akal.

Selain itu, para buruh harus bekerja dalam waktu yang lama dengan upah jauh dari kata layak. Kemudian selepas Indonesia merdeka, di era Kabinet Sjahrir saat Republik Indonesia menerapkan sistem pemerintahan parlementer.

Kabinet Sjahrir menaruh perhatian terhadap kaum buruh melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 1948 yang setiap tanggal 1 Mei mempersilahkan hak buruh untuk tidak bekerja atau libur.

Tetapi saat pemerintahan Soekarno berganti ke pemerintahan Soeharto atau Orde Baru, peringatan Hari Buruh di Indonesia dilarang karena dianggap identik dengan komunisme. Karena setelah terjadinya peristiwa G30S/PKI, ideologi komunis menjadi ideologi terlarang di Indonesia.

Hal itu sebagai bagian dari upaya Orde Baru membendung pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ditetapkan sebagai partai terlarang di Indonesia.

Setelah pemerintahan Orde Baru tumbang melalui gerakan Reformasi 1998, Presiden Ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie meninjau kembali soal kebebasan berserikat bagi kaum buruh sesuai hasil konvensi ILO Nomor 81.

Di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanggal 1 Mei ditetapkan pemerintah sebagai Hari Buruh sekaligus hari libur nasional.

Demikian informasi sejarah perkembangan Hari Buruh di dunia dan juga di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat!.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Amerika SerikatburuhHari buruhindonesiaSejarah Hari BuruhSejarah Hari Buruh di IndonesiaTanggal 1 Mei

Related Posts

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Paitun, lansia 92 tahun asal Bululawang yang akan berangkat haji. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Keinginan Beribadah Haji Terwujud, Lansia 92 Tahun Asal Bululawang Berangkat Sendiri ke Tanah Suci

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.