Malang, Tugumalang.id – Poltekkes Kemenkes Malang melatih kader posyandu balita Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, untuk mendeteksi dini stunting dan memantau tumbuh kembang anak menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Pelatihan berlangsung dalam tiga pertemuan selama Juli–Oktober 2026 di Balai Desa Petungsewu.
Tim pengabdian kepada masyarakat itu dipimpin Gita Kostania, S.ST., M.Kes., bersama anggota Asworoningrum Yulindahwati, S.ST., M.Keb., dan Naimah, SKM., M.Kes. Ketiganya menjadi pemateri sekaligus mendampingi praktik.
Sebanyak 37 kader mengikuti evaluasi melalui tes awal dan tes akhir.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas kader agar mampu menerapkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu. Buku KIA menjadi acuan pembelajaran dan praktik, sehingga materi dapat diterapkan dalam tugas kader saat memberikan pelayanan.
Baca juga: Poltekkes Malang Berdayakan Kader Kesehatan Cegah Stunting Lewat Pelatihan Edukasi MP-ASI dengan Metode EMO-DEMO
Materi deteksi dini stunting dan integrasi pemantauan pertumbuhan serta perkembangan anak berbasis Buku KIA disampaikan Asworoningrum Yulindahwati. Gita Kostania membahas pemantauan pertumbuhan, sedangkan Naimah menyampaikan materi pemantauan perkembangan.
Kader Berlatih dalam Tiga Kelompok

Selain menerima materi, peserta mengikuti praktik kelompok untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari. Kader dibagi menjadi tiga kelompok dengan fokus pengukuran antropometri, pemantauan pertumbuhan, dan pemantauan perkembangan.
Asworoningrum mendampingi kelompok pertama dalam praktik pengukuran antropometri. Kelompok kedua berlatih memantau pertumbuhan bersama Gita, sementara kelompok ketiga mempraktikkan pemantauan perkembangan dengan pendampingan Naimah. Buku KIA digunakan sebagai acuan dalam praktik pemantauan pertumbuhan dan perkembangan.
Nilai Evaluasi Meningkat

Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan tes akhir pada tiga aspek. Nilai dari 37 kader dikonversi ke skala 100. Rata-rata pengetahuan tentang deteksi dini stunting dan Buku KIA naik dari 78,82 menjadi 95,59. Rata-rata sikap dan keyakinan diri meningkat dari 81,41 menjadi 90,66, sedangkan keterampilan pemantauan dengan Buku KIA naik dari 78,38 menjadi 95,16.
Hasil tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata nilai pada seluruh aspek yang dinilai. Setelah mengikuti tiga pertemuan, kader diharapkan semakin mampu memanfaatkan Buku KIA dalam kegiatan posyandu, memantau balita secara teratur, dan mengenali lebih dini masalah tumbuh kembang. Kader juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk tindak lanjut yang sesuai.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Gita Kostania / Poltekkes Kemenkes Malang
editor: jatmiko






































