Kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Acara dihadiri jajaran pimpinan akademisi Unikama, pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, serta guru SMK se-Kabupaten Malang.
Baca juga: Unikama Latih Guru BK Malang Konseling Digital Lewat Metaverse
Workshop dibuka dengan sambutan Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Malang Edy Sudarmawan, S.Pd. Dilanjutkan perwakilan Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dra. Sri Rahajoe, M.Si., M.Pd., dan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unikama Dr. Siti Mafulah, M.Pd.
Pelaksanaan workshop ini menjadi salah satu upaya Unikama merespons perkembangan teknologi digital yang turut mengubah dunia pendidikan. Termasuk metode pembelajaran dan pendekatan pedagogi di ruang kelas.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Unikama merancang pelatihan yang memadukan landasan teori dengan kebutuhan praktis guru. Dengan demikian, materi yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam pemaparan utama, Dr. Siti Mafulah, M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran teknologi seperti AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru.
Sebaliknya, pemanfaatan AI secara tepat dapat memperkaya metode pengajaran. Teknologi tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa.
“Artificial Intelligence bukanlah pengganti guru, melainkan mitra yang dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih kreatif, personal, dan efektif. Yang terpenting adalah bagaimana guru tetap menjadi pengarah utama dalam proses pembelajaran sehingga teknologi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa,” tuturnya.
Empat akademisi Unikama menjadi pemateri
Dalam workshop tersebut, Unikama menghadirkan empat akademisi dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris. Mereka adalah Dr. Siti Mafulah, M.Pd.; Dr. Agus Sholeh, M.Pd.; Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd.; dan Dr. Lasim Muzammil, M.Pd.
Keempat narasumber membahas sejumlah isu strategis. Mulai transformasi pedagogi digital, strategi penyusunan materi ajar berbasis teknologi, hingga pengembangan literasi digital dan pemanfaatan AI secara etis di lingkungan sekolah.
Workshop dikemas secara interaktif dan aplikatif. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diajak mengeksplorasi berbagai platform AI untuk menyusun perangkat pembelajaran, merancang aktivitas kelas, hingga membuat instrumen evaluasi secara otomatis dan presisi.
Melalui praktik terbimbing tersebut, para guru mendapatkan pengalaman langsung yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya Unikama menghadirkan solusi praktis bagi kebutuhan dunia pendidikan.
Baca juga: Wakil Rektor II Unikama Beri Pelatihan Audit ISO 19011:2026 di Tugu Tirta
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi interaktif, banyaknya pertanyaan, serta keaktifan guru saat mencoba berbagai fitur AI menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan.
Kolaborasi tersebut mendapat respons positif dari pemangku kebijakan dan praktisi pendidikan. Unikama dinilai berhasil mempertemukan kebutuhan guru di lapangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara MGMP dengan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unikama. Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini yang dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga kualitas pembelajaran di kelas,” ungkapnya.
Sinergi peningkatan kompetensi guru
Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dra. Sri Rahajoe, M.Si., M.Pd., juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi pendidik.
“Peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting dalam membangun kualitas pendidikan. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, MGMP, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan profesional yang berkelanjutan,” tuturnya.
Penyelenggaraan workshop tersebut turut didukung fasilitas sarana dan prasarana Unikama. Salah satunya Auditorium Multikultural Unikama yang menjadi tempat kegiatan ilmiah dan kebudayaan.
Dengan lingkungan kampus yang kondusif, dosen berkualitas bergelar doktor, serta jaringan kerja sama dengan instansi pemerintah dan sekolah, Unikama terus mengembangkan perannya dalam dunia pendidikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































