Malang, Tugumalang.id – Susu sapi yang tidak terserap pabrik pengolahan masih memiliki peluang menghasilkan nilai ekonomi. Salah satunya dengan mengolah susu segar menjadi permen susu yang memiliki daya simpan lebih lama sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga peternak.
Peluang tersebut dikembangkan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Naik Kelas Bersama Permen Susu” di Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 istri peternak yang tergabung dalam Kelompok Peternak Sri Rejeki.
Program tersebut berangkat dari persoalan pemasaran susu segar yang selama ini dihadapi peternak. Tidak seluruh hasil produksi dapat diterima pabrik pengolahan, termasuk PT Nestlé, karena harus memenuhi standar kualitas dan spesifikasi tertentu. Kondisi ini membuat sebagian susu berpotensi tidak termanfaatkan secara optimal.
Baca juga: Wakil Rektor II Unikama Beri Pelatihan Audit ISO 19011:2026 di Tugu Tirta
Melalui pengolahan menjadi permen susu, surplus produksi tersebut diharapkan memiliki nilai tambah. Selain menjadi alternatif pemanfaatan susu yang tidak terserap pasar, produk ini juga membuka peluang bagi keluarga peternak untuk merintis usaha mandiri berbasis potensi lokal.
Peternak Dibekali Manajemen Usaha
Meski keterampilan dasar pembuatan permen susu sebelumnya telah diperkenalkan, Unikama menilai kemampuan produksi saja belum cukup untuk membangun usaha berkelanjutan. Para peserta juga perlu memahami pengelolaan bisnis, mulai dari kebutuhan modal, biaya produksi, penentuan harga jual hingga perhitungan margin keuntungan.
Anggota tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Pendidikan Ekonomi Unikama, Udik Yudiono, S.E., M.Pd., menekankan pentingnya memisahkan keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. Menurutnya, pencatatan yang terpisah akan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih transparan.
Dengan pengelolaan tersebut, pemasukan dan pengeluaran usaha dapat dipantau secara berkala. Keuntungan yang diperoleh pun bisa diketahui lebih jelas tanpa tercampur dengan kebutuhan konsumtif keluarga sehari-hari.
Baca juga: Ajak Mahasiswa Melek Digital dan Karier, Fakultas Peternakan Unikama Siap Cetak Pengusaha Muda
Selain manajemen keuangan, pengembangan produk juga menjadi perhatian dalam pendampingan tersebut. Dr. Rahaju, M.Pd., dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika Unikama, menyoroti pentingnya inovasi kemasan atau packaging agar permen susu memiliki tampilan menarik dan mampu menjangkau konsumen lebih luas.
Menurutnya, kemasan bukan sekadar pembungkus produk, tetapi juga bagian dari strategi pemasaran. Pemilihan desain serta merek yang unik dan mudah diingat diperlukan untuk membangun identitas produk agar mampu bersaing di pasaran.
Ketua Kelompok Peternak Sri Rejeki, Suhadi Mulyono, menyambut positif pendampingan yang diberikan Unikama. Ia menilai kegiatan tersebut membuka wawasan anggota kelompok mengenai peluang usaha baru sekaligus memberikan gambaran konkret tentang cara mengembangkan produk olahan susu.
Suhadi berharap pendampingan serupa dapat terus berlanjut, terutama setelah fasilitas mesin pengemasan modern yang tengah diupayakan pengadaannya tersedia. Menurutnya, keberadaan peralatan tersebut perlu diikuti pendampingan intensif agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas kemasan dan daya saing produk.
Libatkan Dosen Lintas Bidang Keilmuan
Tim pengabdian masyarakat Unikama melibatkan dosen lintas bidang keilmuan, yakni Udik Yudiono dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, serta Dr. Rahaju dan Dr. Tatik Retno Murniasih, S.Si., M.Pd., dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa, Rahmad Firmansyah Yasin dan Achmad Rizal Affandi.
Kolaborasi tersebut memadukan pengetahuan ekonomi dan matematika dalam pemberdayaan masyarakat. Aspek ekonomi memberikan pemahaman mengenai tata kelola bisnis, sedangkan kemampuan matematis membantu peserta menghitung modal, biaya produksi, harga jual hingga proyeksi keuntungan secara lebih terukur.
Keterlibatan para istri peternak juga menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Mereka tidak hanya berperan mendukung aktivitas peternakan, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pelaku usaha yang mampu mengolah hasil peternakan menjadi produk bernilai jual.
Melalui program “Naik Kelas Bersama Permen Susu”, Unikama berharap permen susu dapat berkembang menjadi produk unggulan Kelompok Peternak Sri Rejeki. Program ini sekaligus diharapkan membuka sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi keluarga peternak di Dusun Blendongan, Lawang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































