Malang, Tugumalang.id – Memiliki rumah sendiri menjadi salah satu impian keluarga muda. Namun, tingginya harga properti kerap membuat rencana tersebut sulit diwujudkan dalam waktu singkat. Di tengah kondisi itu, Pegadaian Malang mengungkapkan bahwa menabung emas bisa menjadi alternatif untuk mempersiapkan aset jangka panjang sebelum membeli hunian.
Kepala Pegadaian Cabang Malang Mulyono Edy Susanto mengatakan, investasi emas dapat dimulai dengan nominal relatif terjangkau. Masyarakat tidak harus memiliki modal besar untuk mengumpulkan emas sebagai bekal membeli rumah di masa mendatang.

Menurutnya, hal terpenting sebelum berinvestasi adalah menentukan tujuan keuangan. Emas sebaiknya tidak sekadar dijadikan instrumen untuk mencari keuntungan dari aktivitas jual beli jangka pendek, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana membangun aset jangka panjang.
“Emas itu jangan dianggap untuk bisnis atau trading. Harus punya tujuan terlebih dahulu. Misalnya, pasangan yang baru berumah tangga ingin punya rumah, bisa mulai investasi emas sedikit demi sedikit,” tuturnya.
Baca juga: 70 Persen Nasabah Baru Pegadaian Malang Pilih Tabungan Emas
Mulyono mencontohkan, keluarga muda dapat menyisihkan uang sesuai kemampuan, misalnya sekitar Rp 400 ribu setiap bulan untuk membeli emas secara bertahap. Dengan pola tersebut, masyarakat bisa membangun kepemilikan emas tanpa harus mengganggu kebutuhan rumah tangga.
Bagi keluarga yang memiliki target lebih besar, pembelian emas juga bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial dan jangka waktu yang direncanakan. Bahkan, fasilitas cicilan emas memungkinkan masyarakat mengatur pembelian dengan tenor hingga lima tahun.
“Investasinya tidak harus besar. Di Pegadaian, ada produk cicilan emas. Kalau ingin mengumpulkan lebih banyak, bisa mengambil 100 gram atau 200 gram, disesuaikan dengan kemampuan. Setelah lunas, emasnya bisa dijual untuk membeli rumah,” jelasnya.
Ia menilai, salah satu pertimbangan menggunakan emas sebagai persiapan membeli properti adalah potensi kenaikan nilainya dalam jangka panjang. Sebab, harga rumah maupun tanah juga dapat berubah seiring perkembangan kawasan dan kondisi ekonomi.
Mulyono memberikan gambaran, seseorang yang menabung uang selama lima tahun untuk membeli rumah perlu memperhitungkan kemungkinan kenaikan harga properti selama periode tersebut. Rumah yang awalnya seharga Rp 1 miliar, misalnya, bisa mengalami kenaikan harga ketika dana pembelian terkumpul beberapa tahun kemudian.
Cicilan Emas Bisa Sampai Lima Tahun
Pegadaian Malang juga memiliki produk tabungan emas yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki emas batangan bersertifikat resmi melalui skema cicilan. Ukurannya beragam, mulai 10 gram, 50 gram, 100 gram, 500 gram hingga 1.000 gram.
Nasabah dapat menyesuaikan tenor cicilan dengan kemampuan finansial. Pilihannya mulai 6 hingga 60 bulan. Untuk mempermudah pelayanan, transaksi juga dapat dilakukan melalui aplikasi Tring by Pegadaian maupun outlet Pegadaian di Malang.
Menurut Mulyono, emas dapat menjadi alternatif penyimpanan aset yang nilainya berpotensi meningkat dalam jangka panjang. Dengan begitu, ketika target kepemilikan emas tercapai, aset tersebut dapat dicairkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pembelian rumah.
Baca juga: Pegadaian Malang Catat 2 Ribu Nasabah Baru Cicil Emas 2026
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar memahami karakter investasi emas. Instrumen ini lebih tepat dipertimbangkan untuk tujuan jangka panjang, bukan untuk mengejar keuntungan dalam waktu singkat.
Bagi keluarga muda, perencanaan menjadi kunci agar investasi tidak justru membebani kondisi keuangan. Menentukan target kepemilikan rumah, memperhitungkan kemampuan menyisihkan pendapatan, serta memilih jangka waktu investasi perlu dilakukan sejak awal.
“Kalau sudah paham tujuannya, masyarakat akan mengerti bahwa emas ini bisa menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang. Daripada hanya menabung uang, mereka bisa mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk mengumpulkan emas,” ujarnya.
Dengan perencanaan yang terukur, kebiasaan menyisihkan uang dalam jumlah kecil dapat menjadi langkah awal membangun aset. Bagi keluarga muda yang belum mampu membeli rumah secara langsung, menabung emas bisa menjadi salah satu strategi untuk mempersiapkan kepemilikan hunian pada masa depan.
Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya Ahmad Zaenudin menekankan pentingnya perencanaan keuangan untuk menjaga kestabilan finansial pada masa depan.
“Perencanaan yang baik dalam mengelola uang akan memberikan kestabilan finansial di masa depan,” katanya.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya. Wilayah tersebut membawahi tujuh deputy, yakni Deputy Bisnis Area Surabaya 1, Deputy Bisnis Area Surabaya 2, Deputy Bisnis Area Pamekasan, Deputy Bisnis Area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, dan Deputy Bisnis Area Jember.
Total, terdapat 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































