Malang, Tugumalang.id – Pegadaian Cabang Malang mencatat 2 ribu nasabah baru program cicil emas sepanjang Januari hingga pertengahan Oktober 2026. Capaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang terus tumbuh.
Kepala Pegadaian Cabang Malang, Mulyono Edy Susanto, menjelaskan bahwa sejak Januari 2026, masyarakat mulai mempertimbangkan emas sebagai alternatif untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang.
“Jadi investasi emas itu bukan untuk bisnis, tapi untuk investasi jangka panjang. Karena cenderung lebih safe haven,” kata Mulyono.
Perubahan pola pikir tersebut turut didorong kegiatan literasi dan edukasi yang rutin dilakukan Pegadaian. Sosialisasi menyasar masyarakat umum, instansi, hingga lingkungan kampus untuk memperkenalkan berbagai pilihan investasi emas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.
Mulyono menilai, masih banyak masyarakat yang sebelumnya belum memahami cara berinvestasi emas. Setelah mendapat penjelasan, sebagian mulai tertarik membuka tabungan emas atau mencicil emas karena dinilai lebih mudah dijangkau dibandingkan investasi yang membutuhkan modal besar.
Baca juga: Masyarakat Kian Melek Investasi, Ada yang Cicil Emas Seberat 2 Kilogram di Pegadaian Malang
“Banyak yang belum tahu tentang investasi emas. Setelah ada literasi, mereka akhirnya tahu ternyata ada cicil emas, tabungan emas dan yang lain,” jelasnya.
Pilihan Cicilan dan Layanan Digital
Program cicil emas Pegadaian memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki emas batangan bersertifikat resmi. Pilihan ukurannya beragam, mulai 10 gram, 50 gram, 100 gram, 500 gram hingga 1.000 gram.
Nasabah juga dapat menyesuaikan tenor cicilan dengan kemampuan finansial. Pilihan tenor tersedia mulai 6 hingga 60 bulan. Transaksi bisa dilakukan melalui aplikasi Tring by Pegadaian maupun langsung di outlet Pegadaian.
“Tentu aplikasi digital ini sebagai upaya kami untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan emas. Jadi masyarakat gak harus selalu datang ke outlet, sekarang masyarakat juga bisa memgakses layanan kami lewat ponsel,” ujarnya.
Baca juga: Pegadaian Malang Buka Literasi Emas Setiap Sabtu, Masyarakat Bisa Belajar Investasi
Manager Bisnis Pegadaian Cabang Malang, Jarwadi, menambahkan bahwa penggunaan aplikasi digital untuk mengakses layanan Pegadaian Malang menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam sebulan terakhir, aplikasi tersebut turut meningkatkan transaksi emas sebesar 20 persen.
“Sampai hari ini, nasabah baru cicil emas di Pegadaian Malang ada 2 ribu nasabah,” ujarnya.
Jarwadi mengungkapkan, transaksi emas di Pegadaian Malang sepanjang 2026 mencapai Rp 36 miliar.
Pegadaian Jatim Miliki 70 Kantor Cabang
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan masyarakat bisa berinvestasi melalui program cicil emas dan memanfaatkan promo di berbagai cabang Pegadaian, termasuk di Malang.
“Investasi emas melalui cicil emas menghadirkan promo yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya. Wilayah ini membawahi tujuh deputy, yakni Deputy Bisnis Area Surabaya 1, Deputy Bisnis Area Surabaya 2, Deputy Bisnis Area Pamekasan, Deputy Bisnis Area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, dan Deputy Bisnis Area Jember.
Secara keseluruhan, terdapat 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

















