Perempuan yang akrab disapa Nurul itu mengutamakan kemudahan dan pendekatan langsung kepada nasabah. Ia aktif mendatangi nasabah yang membutuhkan layanan transaksi sehingga mereka tidak perlu datang dan mengantre di outlet Pegadaian.
Nurul mulai bergabung sebagai Agen Pegadaian pada 2018. Kala itu, ia masih berstatus sebagai nasabah yang kerap menerima titipan dari orang-orang di sekitarnya untuk membayar angsuran maupun melakukan transaksi gadai.

Dari kebiasaan tersebut, Nurul melihat peluang untuk mengembangkan usaha. Setelah mempelajari sistem keagenan dan mengetahui keuntungan yang bisa diperoleh, ia akhirnya memutuskan bergabung.
“Awalnya saya ini dulu nasabah. Terus banyak yang nitip gadai, nitip bayar angsuran. Akhirnya saya ditawarin jadi agen Pegadaian. Setelah mengetahui keuntungannya, saya mau jadi agen,” cerita Nurul kepada wartawan Tugu Malang ID, belum lama ini.
Bisa Taksir Emas dan Proses Gadai dari Rumah
Saat awal bergabung, Nurul menjalankan layanan sebagai agen pembayaran. Ia melayani berbagai transaksi, mulai pembayaran angsuran hingga pembiayaan mikro. Untuk transaksi gadai, saat itu ia hanya menjadi perantara dengan menerima barang jaminan sebelum membawanya ke outlet Pegadaian.
Seiring berjalannya waktu, layanan Nurul berkembang. Ia kini juga menjadi agen gadai yang memiliki kemampuan menaksir emas dan memproses transaksi dari rumahnya tanpa harus datang ke kantor Pegadaian terdekat.
Baca juga: Harga Emas Turun, Nasabah Pegadaian Malang Melonjak 20 Persen
Pengembangan kemampuan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga dalam perjalanan Nurul. Menurutnya, pengetahuan tentang penaksiran emas tidak hanya memberikan nilai tambah bagi agen, tetapi juga membantu menjaga keamanan transaksi.
Dalam menjalankan usaha, Nurul mengaku beberapa kali menemui calon nasabah yang membawa perhiasan yang diduga bukan emas asli. Karena itu, ia selalu melakukan pengecekan sebelum memproses transaksi.
“Sering ada yang diduga bukan emas asli. Tapi alhamdulillah tidak sampai transaksi karena saya cek dulu,” tuturnya.
Nurul menjelaskan, agen tidak diperbolehkan mengeluarkan uang terlebih dahulu sebelum barang jaminan melalui proses penaksiran sesuai prosedur. Jika ada nasabah yang hendak menggadaikan barang, ia memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan benar untuk menghindari risiko kerugian.
Mengutamakan Layanan Jemput Bola
Dalam mengembangkan usaha, Nurul tidak hanya menunggu nasabah datang ke rumahnya. Ia aktif membangun jaringan melalui rekomendasi dari mulut ke mulut serta memanfaatkan media sosial, khususnya WhatsApp.
Strategi tersebut dilakukan untuk memperkenalkan layanan sekaligus memperluas jangkauan nasabah. Nurul juga menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi nasabah yang membutuhkan layanan transaksi.
“Saya aktif jemput bola. Lalu layanan saya mulai dikenal dari dari mulut ke mulut. Saya juga rajin bikin story di WA. Jadi lebih ke branding sih, biar nasabahnya tambah banyak,” katanya.

Menurut Nurul, kemudahan dan kenyamanan menjadi alasan nasabah memilih bertransaksi melalui agen. Mereka tidak perlu datang ke outlet dan mengantre karena transaksi bisa dilakukan dengan bantuan agen di lokasi yang lebih dekat.
“Saya memudahkan nasabah. Nasabahnya di rumah aja, saya yang ke sana. Jadi nasabahnya senang,” jelasnya.
Nasabah Nurul tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Jaringan pertemanan dan rekomendasi dari nasabah yang sudah lebih dulu menggunakan layanan turut memperluas jangkauan usahanya.
Baca juga: Minat Investasi Emas Meningkat, Nasabah Pegadaian Malang Capai 10 Ribu Orang
Fleksibilitas waktu juga menjadi salah satu keunggulan layanan agen. Nurul menyebut, transaksi pembayaran terkadang masih bisa dilakukan pada malam hari, menyesuaikan waktu dan kebutuhan nasabah.
“Kalau di kantor kan ada jam buka tutupnya, sedangkan saya biasanya masih menerima transaksi di malam hari,” ujarnya.
Bantu Edukasi Masyarakat tentang Investasi Emas
Sebagai Agen Pegadaian, Nurul juga aktif memberikan edukasi tentang investasi emas kepada nasabah dan masyarakat sekitar. Belakangan, penurunan harga emas dimanfaatkan untuk mengajak nasabah mulai menabung emas.
“Mumpung harga emas turun, saya lagi gencar-gencarnya ajak nasabah untuk cicil emas dan nabung emas digital,” kata Nurul.
Agar nasabah semakin tertarik bertransaksi, Nurul terus menyampaikan berbagai promo Pegadaian. Ia juga menyiapkan bingkisan bagi nasabah yang melakukan transaksi cicil dan menabung emas melalui dirinya.
Dari sisi penghasilan, Nurul mengaku memperoleh keuntungan melalui komisi transaksi dan poin bulanan. Besaran komisi bergantung pada jenis layanan yang dilakukan, mulai pembayaran hingga transaksi gadai dan pembiayaan.
Meski demikian, bagi Nurul, menjadi agen bukan semata-mata soal keuntungan finansial. Ia juga ingin membantu masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih mudah.
“Saya tujuannya membantu orang, terutama di saat mereka sewaktu-waktu membutuhkan uang,” tutup Nurul.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































