Tugumalang.id – Polemik pemberhentian operasional layanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu berangsur mereda. Dalam waktu dekat, operasional layanan PMI Kota Batu akan beroperasi lagi.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI Kota Batu, Heli Suyanto yang juga menjabat Wakil Wali Kota Batu. Heli menerangkan jika dirinya sudah mengundang seluruh pengurus untuk rapat evaluasi bersama.
Ia menegaskan jika polemik yang terjadi bukan disebabkan oleh konflik struktural atau perebutan kepemimpinan, melainkan murni terjadi karena miskomunikasi. Dalam waktu dekat, pelantikan Ketua PMI Kota Batu bisa segera dilakukan.
Baca Juga: Anggaran Macet 6 Bulan, PMI Kota Batu Batu Tutup Pelayanan Sementara
”Semua sudah duduk bersama dan akhirnya sudah menerima hasil Muskot. Terpenting adalah agar pelayanan kemanusiaan ini bisa kembali aktif, tidak boleh berhenti,” ungkap Heli, Kamis (7/8/2025).
Sebelumnya, penutupan sementara kantor PMI Kota Batu disebut berkaitan dengan konflik pasca Muskot yang berdampak pada pencairan anggaran dan jalannya organisasi yang tertunda.
Ketua PMI Kota Batu terpilih periode 2025–2030, Punjul Santoso menjelaskan jika polemik yang ada sebelum ini memang memerlukan koordinasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Saat kantor ditutup, ia berdalih sedang menghadiri kongres nasional PDI Perjuangan.
Baca Juga: Polisi Tangkap Relawan PMI Kota Batu yang Mencuri Komputer di Markasnya Sendiri
“Saat itu saya tidak pegang HP. Baru setelah pulang, saya langsung minta audiensi dan semua akhirnya didiskusikan,” paparnya.
Terkait legalitas hasil Muskot, Punjul memastikan semua proses pemilihan telah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI.
“Pemilihan sudah dilakukan secara sah. Surat dari PMI Provinsi sudah turun. Dijelaskan juga menurut AD/ART pasal 53 ayat 2, pelantikan harus dilakukan dalam waktu satu bulan setelah Muskot,” paparnya.
Ia menambahkan, meski pelantikan belum dilaksanakan meski sudah lebih dari sebulan sejak Muskot, pengurus tetap dianggap sah berdasarkan Pasal 53 ayat 3, karena SK sudah disampaikan.
Punjul memastikan pelantikan akan segera digelar dalam waktu dekat. Pelantikan itu sekaligus akan menjadi momentum penataan ulang organisasi PMI Kota Batu.
“Ini untuk mengejar target pelayanan kemanusiaan ke depan. Pelantikan akan menjadi babak baru bagi PMI Kota Batu,” urainya.
Punjul menekankan bahwa dirinya masih bersedia memimpin PMI karena merasa memiliki tanggung jawab besar, termasuk menyelesaikan pembangunan Unit Donor Darah (UDD), yang hingga kini belum dimiliki PMI Kota Batu.
“Satu-satunya PMI di Jawa Timur yang belum punya UDD adalah Kota Batu. Dulu saat saya masih Wawali, kajian sudah dilakukan oleh Bappeda. Saya tahu prosesnya dan merasa harus menyelesaikannya,” ujarnya.
”Saya juga berkomitmen untuk gaji relawan seperti sopir, petugas administrasi dan kepala markas tetap harus dibayarkan karena mereka memiliki tanggungan keluarga,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























