Tugumalang.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu menutup pelayanan sementara hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Penghentian layanan ini diketahui dilakukan sejak awal Agustus 2025 diduga akibat kendala anggaran yang macet 6 bulan.
Penghentian layanan ini diperjelas lewat secarik kertas berisi pengumuman yang dipasang di kaca jendela kantor PMI di Jalan Kartini, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Tertulis bahwa kegiatan pelayanan PMI Kota Batu dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga: PC PMII Kota Malang Resmi Usung Moh. Sa’i Yusuf sebagai Calon Ketua PKC PMII Jatim
Kepala Markas PMI Kota Batu, Abdul Mutholib saat dikonfirmasi membenarkan pengumuman tersebut. Ia memastikan seluruh pelayanan terpaksa berhenti. Mulai donor darah, ambulan, siaga pertolongan pertama, antar jemput pasien, bantuan evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) dan lain-lain.
Kondisi tersebut terjadi dikarenakan faktor utama yakni anggaran yang macet. Sejak Januari hingga Juli 2025, markas PMI Batu kata Tholib bertahan dengan menggunakan dana talangan pribadi dari bendahara, kepala markas dan sejumlah pihak internal lainnya.
”Jadi oerasional kami sejak Februari sampai Juli itu tanpa gaji. Total talangan untuk operasional sekitar Rp 80 jutaan, termasuk kebutuhan ambulance, listrik, telepon, air, Wi-Fi, makan-minum, dan obat-obatan itu memakai dana pribadi,” bebernya, Minggu (3/8/2025).
Baca Juga: IKA PMII Sunan Ampel Adalah Rumah Besar, Kopi Menjadi Sahabat, dan Rindu Adalah Obat
Dalam situasi itu, ada 3 petugas yang terdampak langsung akibat penghentian layanan tersebut yaitu kepala markas, sopir ambulans dan staf administrasi yang semuanya bekerja sebagai relawan dengan sistem honor.
”Sejak Februari, mereka tak menerima pembayaran apa pun. Untuk operasional kami butuh rata-rata Rp9 juta per bulan. Itu minimal. Jadi kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena PMI berperan penting dalam kegiatan kemanusiaan, terutama pelayanan darurat,” katanya.
Usut punya usut, kondisi ini terjadi karena adanya perihal gugatan terkait pemilihan Ketua PMI Kota Batu yang sekarang dijabat Punjul Santoso. Namun soal itu, Tholib enggan berkomentar.
“Kami hanya menjalankan tugas administratif dan teknis pelayanan. Soal dinamika kepengurusan, bukan wewenang kami,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tholib membeberkan jika sebenarnya kondisi keterlambatan honor seperti ini bukan jadi hal baru di PMI Batu. Namun, menurutnya pada 2025 ini merupakan kondisi terburuk selama dirinya bertugas di PMI Kota Batu.
“Sebenarnya juga vakumnya PMI Batu sebenarnya sudah diketahui oleh pusat. Tapi kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Talangan sudah maksimal baik dari saya pribadi atau rekan-rekan. Jadi sekarang kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” katanya.
Akibat penghentian layanan ini, dikhawatirkan akan terjadi gangguan dalam pelayanan publik. Mengingat PMI Kota Batu menjadi andalan utama sektor pelayanan kegawatdaruratan seperti antar jemput pasien dan bantuan evakuasi kecelakaan lalu lintas.
”Untuk antar jemput pasien itu sehari bisa sampai 4 kali. Kalau evakuasi kecelakaan, andalan dari Polres sudah pasti ke PMI, selain dari PSC Dinkes dan relawan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























