Tugumalang.id – Ada yang tidak biasa dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo pada hari ini, Minggu, (1/6/2025).
Tidak terkesan terlalu formal, Jenderal yang pernah menjabat sebagai Dandim 0818/Kabupaten Malang-Batu ini mengundang beragam elemen masyarakat untuk ikut menyaksikan kemeriahan Hari Lahir Pancasila.
Tidak hanya teman sejawatnya yang sudah purna tugas, Mayjen TNI Susilo juga mengundang beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bisa merasakan patriotisme secara kolektif.
Baca Juga: Peringati Hari Pancasila, Wali Kota Malang Ajak Generasi Pedomani Nilai Pancasila

Munurut pantauan tugumalang.id, Mantan Bupati Malang Rendra Kresna, Mantan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. H. Maskuri, nampak hadir bersama puluhan undangan lainnya di Markas Yon Armed 1 Ajusta Yudha, Singosari.
Yang hadir adalah tokoh masyarakat dari Banyuwangi hingga Solo, yang merupakan wilayah kerja Divisi 2 Kostrad.

Yang menarik, salah satu veteran Angkatan ’45, Amad juga hadir dalam acara tersebut. Meskipun usianya sudah mencapai 103 tahun namun Amad mampu mengobarkan semangat juang patriotisnya.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Hari Lahir Pancasila yang Jarang Diketahui Publik
“Dulu waktu agresi saya berjuang bersama Bung Tomo, juga pernah mengangkat tandu Panglima Besar Jenderal Sudirman di Nganjuk, saya nggak bisa cerita seperti ini kalau nggak diundang Jenderal Susilo,” ucapnya disambut tepuk tangan puluhan undangan yang hadir.

Mayjen TNI Susilo sendiri bukan sosok asing di Bumi Arema, jadi tidak heran jika Ia berhasil merangkul masyarakat. Terbukti, Ia sengaja menghadirkan Amad sang veteran gerilya supaya momentum Hari Lahir Pancasila dari serap semangat juangnya.
“Inilah bapak saya, pak amad, beliau kelahiran 1922, tapi masih semangat, coba anda lihat bintangnya, ini bintang gerilya, tidak semua veteran bisa mendapatkan,” ucapnya di hadapan puluhan undangan.

Sosok Amad menarik perhatian banyak orang sehingga tidak sedikit yang mengajaknya untuk foto bersama.
Kemeriahan tidak berhenti di situ. Mayjen TNI Susilo juga mengajak semua tamu ke Markas Divisi Infanteri 2 Kostrad, untuk melihat langsung alat pembakar sampah ramah lingkungan bernama Wisanggeni.

Incinerator ini mampu mengolah hingga 10 ton sampah dalam sekali proses pembakaran selama 8 jam, tanpa menimbulkan asap. Teknologi ini menjadi solusi inovatif dalam penanganan sampah yang efisien dan bersih.
Masih dalam rangkaian kegiatan Hari Lahir Pancasila, usai mengenalkan Wisanggeni, Jenderal yang mendapat julukan sebagai panglima perang sampah ini mengajak tamu undangan untuk menyaksikan simulasi penanggulan bencana alam, teror dan teaterikal kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Dalam sambutannya, mantan Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan bahwa dirinya kagum dengan upaya Mayjen TNI Susilo menularkan semangat juang pancasila dengan cara yang menarik.
“Semoga Mayjen TNI Susilo sukses dalam karir militernya,” ucapnya di hadapan tamu undangan dan seluruh prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Susilo juga menyampaikan pesannya, “Tidak ada perbedaan dalam pengabdian, tentara harus membantu rakyat, prestasi Divisi Infanteri 2 Kostrad sudah baik, bahkan salah satu prajurit juga ada yang mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa dalam operasi militer, dalam waktu dekat kami juga akan mengirim pasukan perdamaian ke Kongo, jadi pertahankan,” jelasnya.
Acara ditutup dengan do’a oleh Gus Zain dari Tumpang, Kabupaten Malang. ”Kita doakan Mayjen TNI Susilo nanti bisa dapat bintang empat,” katanya disambut ucapan amin peserta.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Rully
Editor: Herlianto. A





























